Uji aktivitas antifungi ekstrak etanol daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) dalam sediaan sabun cair kewanitaan terhadap Candida albicans

DOI: https://doi.org/10.56922/pti.v1i2.97

Authors

  • Rizki Purnamasari Program Studi Farmasi Universitas Malahayati
  • Selvi Marcellia Universitas Malahayati
  • Robby Candra Purnama Universitas Malahayati

Candida albican Daun jambu bol Sabun cair kewanitaan

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan sebuah negara yang berada di titik khatulistiwa dan merupakan negara dengan iklim tropis, dimana negara tropis memiliki kelembaban yang tinggi.  Kelembaban yang tinggi menimbulkan organisme jamur dapat dengan mudah menginfeksi dan menyebar. Candida albicans merupakan flora normal pada genetalia wanita yang dapat menyebabkan keputihan. Daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Tujuan: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jambu bol sebagai antifungi terhadap Candida albicans.

Metode: Difusi cakram dan sumuran dengan uji antifungi dianalisis one way anova. Konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol yang digunakan yaitu 5%, 30%, 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 0.00 mm, 0.00 mm, 11.37 mm dan 13.42 mm. Pada sediaan sabun cair kewanitaan yang digunakan yaitu konsentrasi 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 11.43 mm dan 13.40 mm.

Hasil: Zona hambat  ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan  yaitu 0,000 (P<0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun jambu bol dalam sediaan sabun cair kewanitaan dapat menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans. ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan.

Pendahuluan: Indonesia merupakan sebuah negara yang berada di titik khatulistiwa dan merupakan negara dengan iklim tropis, dimana negara tropis memiliki kelembaban yang tinggi.  Kelembaban yang tinggi menimbulkan organisme jamur dapat dengan mudah menginfeksi dan menyebar. Candida albicans merupakan flora normal pada genetalia wanita yang dapat menyebabkan keputihan. Daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Tujuan: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jambu bol sebagai antifungi terhadap Candida albicans.

Metode: Difusi cakram dan sumuran dengan uji antifungi dianalisis one way anova. Konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol yang digunakan yaitu 5%, 30%, 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 0.00 mm, 0.00 mm, 11.37 mm dan 13.42 mm. Pada sediaan sabun cair kewanitaan yang digunakan yaitu konsentrasi 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 11.43 mm dan 13.40 mm.

Hasil: Zona hambat  ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan  yaitu 0,000 (P<0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun jambu bol dalam sediaan sabun cair kewanitaan dapat menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans. ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan.

Pendahuluan: Indonesia merupakan sebuah negara yang berada di titik khatulistiwa dan merupakan negara dengan iklim tropis, dimana negara tropis memiliki kelembaban yang tinggi.  Kelembaban yang tinggi menimbulkan organisme jamur dapat dengan mudah menginfeksi dan menyebar. Candida albicans merupakan flora normal pada genetalia wanita yang dapat menyebabkan keputihan. Daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Tujuan: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jambu bol sebagai antifungi terhadap Candida albicans.

Metode: Difusi cakram dan sumuran dengan uji antifungi dianalisis one way anova. Konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol yang digunakan yaitu 5%, 30%, 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 0.00 mm, 0.00 mm, 11.37 mm dan 13.42 mm. Pada sediaan sabun cair kewanitaan yang digunakan yaitu konsentrasi 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 11.43 mm dan 13.40 mm.

Hasil: Zona hambat  ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan  yaitu 0,000 (P<0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun jambu bol dalam sediaan sabun cair kewanitaan dapat menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans. ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan.

Pendahuluan: Indonesia merupakan sebuah negara yang berada di titik khatulistiwa dan merupakan negara dengan iklim tropis, dimana negara tropis memiliki kelembaban yang tinggi.  Kelembaban yang tinggi menimbulkan organisme jamur dapat dengan mudah menginfeksi dan menyebar. Candida albicans merupakan flora normal pada genetalia wanita yang dapat menyebabkan keputihan. Daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Tujuan: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jambu bol sebagai antifungi terhadap Candida albicans.

Metode: Difusi cakram dan sumuran dengan uji antifungi dianalisis one way anova. Konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol yang digunakan yaitu 5%, 30%, 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 0.00 mm, 0.00 mm, 11.37 mm dan 13.42 mm. Pada sediaan sabun cair kewanitaan yang digunakan yaitu konsentrasi 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 11.43 mm dan 13.40 mm.

Hasil: Zona hambat  ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan  yaitu 0,000 (P<0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun jambu bol dalam sediaan sabun cair kewanitaan dapat menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans. ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan.

Pendahuluan: Indonesia merupakan sebuah negara yang berada di titik khatulistiwa dan merupakan negara dengan iklim tropis, dimana negara tropis memiliki kelembaban yang tinggi.  Kelembaban yang tinggi menimbulkan organisme jamur dapat dengan mudah menginfeksi dan menyebar. Candida albicans merupakan flora normal pada genetalia wanita yang dapat menyebabkan keputihan. Daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Tujuan: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jambu bol sebagai antifungi terhadap Candida albicans.

Metode: Difusi cakram dan sumuran dengan uji antifungi dianalisis one way anova. Konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol yang digunakan yaitu 5%, 30%, 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 0.00 mm, 0.00 mm, 11.37 mm dan 13.42 mm. Pada sediaan sabun cair kewanitaan yang digunakan yaitu konsentrasi 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 11.43 mm dan 13.40 mm.

Hasil: Zona hambat  ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan  yaitu 0,000 (P<0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun jambu bol dalam sediaan sabun cair kewanitaan dapat menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans. ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan.

Pendahuluan: Indonesia merupakan sebuah negara yang berada di titik khatulistiwa dan merupakan negara dengan iklim tropis, dimana negara tropis memiliki kelembaban yang tinggi.  Kelembaban yang tinggi menimbulkan organisme jamur dapat dengan mudah menginfeksi dan menyebar. Candida albicans merupakan flora normal pada genetalia wanita yang dapat menyebabkan keputihan. Daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Tujuan: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jambu bol sebagai antifungi terhadap Candida albicans.

Metode: Difusi cakram dan sumuran dengan uji antifungi dianalisis one way anova. Konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol yang digunakan yaitu 5%, 30%, 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 0.00 mm, 0.00 mm, 11.37 mm dan 13.42 mm. Pada sediaan sabun cair kewanitaan yang digunakan yaitu konsentrasi 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 11.43 mm dan 13.40 mm.

Hasil: Zona hambat  ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan  yaitu 0,000 (P<0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun jambu bol dalam sediaan sabun cair kewanitaan dapat menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans. ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan.

Pendahuluan: Indonesia merupakan sebuah negara yang berada di titik khatulistiwa dan merupakan negara dengan iklim tropis, dimana negara tropis memiliki kelembaban yang tinggi.  Kelembaban yang tinggi menimbulkan organisme jamur dapat dengan mudah menginfeksi dan menyebar. Candida albicans merupakan flora normal pada genetalia wanita yang dapat menyebabkan keputihan. Daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Tujuan: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jambu bol sebagai antifungi terhadap Candida albicans.

Metode: Difusi cakram dan sumuran dengan uji antifungi dianalisis one way anova. Konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol yang digunakan yaitu 5%, 30%, 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 0.00 mm, 0.00 mm, 11.37 mm dan 13.42 mm. Pada sediaan sabun cair kewanitaan yang digunakan yaitu konsentrasi 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 11.43 mm dan 13.40 mm.

Hasil: Zona hambat  ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan  yaitu 0,000 (P<0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun jambu bol dalam sediaan sabun cair kewanitaan dapat menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans. ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan.

Pendahuluan: Indonesia merupakan sebuah negara yang berada di titik khatulistiwa dan merupakan negara dengan iklim tropis, dimana negara tropis memiliki kelembaban yang tinggi.  Kelembaban yang tinggi menimbulkan organisme jamur dapat dengan mudah menginfeksi dan menyebar. Candida albicans merupakan flora normal pada genetalia wanita yang dapat menyebabkan keputihan. Daun jambu bol (Syzygium malaccense L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Tujuan: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jambu bol sebagai antifungi terhadap Candida albicans.

Metode: Difusi cakram dan sumuran dengan uji antifungi dianalisis one way anova. Konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol yang digunakan yaitu 5%, 30%, 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 0.00 mm, 0.00 mm, 11.37 mm dan 13.42 mm. Pada sediaan sabun cair kewanitaan yang digunakan yaitu konsentrasi 50% dan 70% dengan rata-rata zona hambat 11.43 mm dan 13.40 mm.

Hasil: Zona hambat  ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan  yaitu 0,000 (P<0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun jambu bol dalam sediaan sabun cair kewanitaan dapat menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans. ekstrak daun jambu bol dan sediaan sabun cair kewanitaan menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anita, A., Khotimah, S., & Yanti, A. H. (2014). Aktivitas antibakteri ekstrak daun benalu jambu air (Dendropthoe pentandra (L.) Miq) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Protobiont, 3(2).

Apsari, A. S., & Adiguna, M. S. (2013). Resistensi antijamur dan strategi untuk mengatasi. Bagian/SMF Ilmu Kesehat Kulit dan Kelamin FK Univ Udayana, RS Sanglah Denpasar, 40, 89-95.

Arifin, Z. (2018). Aktivitas antijamur ekstrak etil asetat daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Candida albicans secara in vitro. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 4(3).

Damayanti, E., Suryani, A. E., Sofyan, A., Karimy, M. F., & Julendra, H. (2015). Seleksi bakteri asam laktat dengan aktivitas anti jamur yang diisolasi dari silase dan saluran cerna ternak. Agritech, 35(2), 164-169.

Dewatisari, W. F., Rumiyanti, L., & Rakhmawati, I. (2017). Rendemen dan Skrining Fitokimia pada Ekstrak Daun Sanseviera sp. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 17(3), 197-202.

Han, G., Liu, N., Li, C., Tu, J., Li, Z., & Sheng, C. (2020). Discovery of novel fungal lanosterol 14α-demethylase (CYP51)/histone deacetylase dual inhibitors to treat azole-resistant candidiasis. Journal of medicinal chemistry, 63(10), 5341-5359.

Indrayati, S., Suraini, S., & Afriani, M. (2018). Gambaran Jamur Candida Sp. Dalam Urine Penderita Diabetes Mellitus Di Rsud Dr. Rasidin Padang. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis's Health Journal), 5(1), 46-50.

Joaquín-Ramos, A. D. J., López-Palestina, C. U., Pinedo-Espinoza, J. M., Altamirano-Romo, S. E., Santiago-Saenz, Y. O., Aguirre-Mancilla, C. L., & Gutiérrez-Tlahque, J. (2020). Phenolic compounds, antioxidant properties and antifungal activity of jarilla (Barkleyanthus salicifolius ENT# 91; KunthENT# 93; H. Rob & Brettell). Chilean journal of agricultural research, 80(3), 352-360

Kurniawati, A., Mashartini, A., & Fauzia, I. S. (2016). Perbedaan khasiat anti jamur antara ekstrak etanol daun Kersen (Muntingia calabura L.) dengan nistatin terhadap pertumbuhan Candida albicans.

Mufidah, S. (2017). Uji antifungi fraksi etanol bunga Impatiens balsamina L. terhadap Candida albicans dengan metode difusi cakram (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).

Padmasari, P. D., Astuti, K. W., & Warditiani, N. K. (2013). Skrining fitokimia ekstrak etanol 70% rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.). Jurnal Farmasi Udayana, 2(4), 279764.

Perdana, F., Deden, W. S., & Rahmi, R. D. (2018). Penapisan Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & Perry), Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Wallpapers), serta Daun Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) asal Arboretum Garut. Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 7(2), 22-30.

Pratama, R. (2017). Daya hambat infusa buah kawista (limonia acidissima l.) terhadap pertumbuhan Aspergilus flavus (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Semarang).

Predianto, H., Momuat, L. I., & Sangi, M. (2017). Produksi Sabun Mandi Cair Berbahan Baku VCO yang Ditambahkan dengan Ekstrak Wortel (Daucus carota). CHEMISTRY PROGRESS, 10(1).

Puspitasari, A., Kawilarang, A. P., Ervianti, E., & Rohiman, A. (2019). Profil Pasien Baru Kandidiasis. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 31(1), 24-34.

Rahman, M. A. A., Jusak, J., & Sutomo, E. Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Jamur Kulit pada Manusia Menggunakan Metode Certainty Factor (Doctoral dissertation, Universitas Dinamika).

Rahmi, I. W., Nurhikmah, E., Badia, E., & Ifaya, M. (2017). Formulasi Sabun Pembersih Kewanitaan (Feminine Hygiene) dari Ekstrak Kulit Buah Durian (Durio zibethinus Murray). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 3(02), 80-89.

Rosidah, I., Bahua, H., Mufidah, R., & Pongtuluran, O. B. (2015). Pengaruh Kondisi Proses Ekstraksi Batang Brotowali (Tinospora crispa (L) Hook. F & Thomson) Terhadap Aktivitas Hambatan Enzim Alfa Glukosidase. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(4), 203-210.

Suwarna, E. R. (2020). Isolasi Senyawa Aktif Fraksi N-Heksana dari Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Uji Aktivas Antikanker Payudara dalam Formula Sediaan Nanopartikel self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) terhadap Sel T47D dan MCF-7.

Tisnaningtyas, E. Y. (2015). Aspek Kenyamanan Pejalan Kaki terhadap Iklim Tropis dan Aksesibilitas Pejalan Kaki di Lapangan Kota sebagai Kawasan Pedestrian (Kajian Kawasan Simpang Lima Semarang). Neo Teknika, 1(2).

Yanti, N. (2016). Uji aktivitas antifungi ekstrak etanol gal manjakani (Quercus infectoria) terhadap Candida albicans. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi, 1(1).

Downloads

Published

2021-12-01