Uji efektifitas antibakteri terhadap efektifitas ekstrak rimpang penuh merah (Alpinia purpurata K.Schum)
DOI: https://doi.org/10.56922/pti.v1i1.74
Rimpang lengkuas merah Sediaan kumur Streptococcus mutans
Abstract
Background: Dental and oral health is important for health because a healthy mouth allows a person to eat, talk, and socialize without experiencing pain and discomfort. Plaque causes various cases of dental and oral diseases caused by the activity of microorganisms. Streptococcus mutants are one example of bacteria that cause dental caries. Streptococcus mutants is cariogenic bacteria capable of forming acid from carbohydrates in a short time. These bacteria are acidogenic because they can produce pH <5 within 1-3 minutes when compared with other bacteria.
Purpose: To plan mouthwash preparations and test the inhibition zone for mouthwash preparations with red galangal rhizome extract (Alpinia purpurata K.Schum). Methods: Discs with various concentrations of 5%, 10% and 15% with an average inhibition zone of 6.18 mm, 8.16 mm, 10.28 mm and 25.97% positive control.
Results: Showed that there was a significant difference in the inhibition zone of 0.000 (P=<0.05) between all concentrations, effective as an antibacterial Streptococcus mutants at a concentration of 15%.
Conclusion: The preparation of mouthwash ethanol extract of red galangal rhizome can provide antibacterial activity against Streptococcus mutans.
Keywords: Red galangal rhizome; Mouthwash; Streptococcus mutans.
Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting bagi kesehatan karena mulut yang sehat memungkinkan seseorang untuk makan, berbicara, dan bersosialisasi, tanpa mengalami rasa sakit dan tidak nyaman. Plak merupakan penyebab terjadinya berbagai kasus penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme.Bakteri Streptococcus mutans adalah salah satu contoh bakteri yang menyebabkan terjadinya karies pada gigi. Streptococcus mutans merupakan kuman kariogenik yang mampu membentuk asam dari karbohidrat dengan waktu yang singkat. Bakteri tersebut bersifat asidogenik karena mampu menghasilkan pH<5 dalam waktu 1-3 menit bila dibandingkan bakteri lainnya.
Tujuan: Memformulasikan sediaan kumur dan menguji zona hambat sediaan obat kumur ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum). Metode: Maserasi dengan perendaman menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan pengadukan pada temperatur ruangan (suhu kamar)
Hasil: Menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan yaitu 0,000 (P=<0,05) antara seluruh konsentrasi, efektif sebagai antibakteri Streptococcus mutans yaitu pada konsentrasi 15%.
Simpulan: Sediaan obat kumur ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dapat memberikan aktivitas terhadap antibakterii Streptococcus mutans.
Downloads
References
Asridiana, A., & Thioritz, E. (2020). Efektivitas penggunaan obat kumur beralkohol dan non-alkohol terhadap penurunan indeks plak mahasiswa d-iv jurusan keperawatan gigi poltekkes makassar. Media Kesehatan Gigi: Politeknik Kesehatan Makassar, 18(2).
Astuti, A. K. (2016). Pelaksanaan Perilaku Sehat pada Anak Usia Dini di PAUD Purwomukti Desa Batur Kecamatan Getasan. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(3), 264-272.
Eddy, F. N. A. E., & Mutiara, H. (2015). Peranan ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak dengan status karies anak usia sekolah dasar. Jurnal Majority, 4(8), 1-6.
Fachriyah, E., Kusrini, D., & Wibawa, P. J. (2018). Improvement of Bioactivity with Nanoparticle Fabrication: Cytotoxic Test of Ethanol, N-Hexane and Ethyl Acetate Extract from Red Galangal Rhizome (Alpinia purpurata (Vieill.) K. Schum) in Bulk and Nanoparticle size using BSLT Method. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 21(1), 39-43.
Fardhyanti, D. S., & Riski, R. D. (2015). Pemungutan brazilin dari kayu secang (Caesalpinia sappan L) dengan metode maserasi dan aplikasinya untuk pewarnaan kain. Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 4(1), 6-13.
Fatmawati, D. W. A. (2015). Hubungan biofilm Streptococcus mutans terhadap resiko terjadinya karies gigi. STOMATOGNATIC-Jurnal Kedokteran Gigi, 8(3), 127-130.
Handayani, F., Sundu, R., & Sari, R. M. (2017). Formulasi dan uji aktivitas antibakteri streptococcus mutans dari sediaan mouthwash ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Jurnal Sains dan Kesehatan, 1(8), 422-433.
Hidayanto, A., Manikam, A. S., Pertiwi, W. S., & Harismah, K. (2017). Formulasi Obat Kumur Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L) dengan Pemanis Alami Stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni). URECOL, 189-194.
Junita, N., Auliah, N., & Diasny, W. (2020). Formulasi sediaan mouthwash ekstrak etanol bungamawar merah (rosa damascena mill) sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Borneo Journal of Pharmascientech, 4(2), 28-36.
Kandou, L. A. (2016). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) terhadap bakteri klebsiella pneumoniae isolat sputum penderita bronkitis secara in vivo. PHARMACON, 5(3).
Kusriani, R. H., & Zahra, S. A. (2015). Skrining Fitokimia dan Penetapan Kadar Senyawa Fenolik Total Ekstrak Rimpang Lengkuas Merah dan Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galanga L.). Prosiding SNaPP: Kesehatan (Kedokteran, Kebidanan, Keperawatan, Farmasi, Psikologi), 1(1), 295-302.
Lolongan, R. A., Waworuntu, O., & Mintjelungan, C. N. (2016). Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. e-GiGi, 4(2).
Mahmudah, F. L., & Atun, S. (2017). Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol temukunci (Boesenbergia pandurata) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Jurnal Penelitian Saintek, 22(1), 59-66.
Niah, R., Aryzki, S., Sari, A. K., & Dina, S. P. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K. Schum) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4(1), 203-209.
Octaviani, M., Fadhli, H., & Yuneistya, E. (2019). Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) dengan Metode Difusi Cakram. Pharmaceutical Sciences & Research, 6(1), 8.
Rasyadi, Y. (2018). Formulasi sediaan kumur dari ekstrak daun sukun Artocarpus altilis (Parkinson ex FA Zorn) Fosberg. Chempublish Journal, 3(2), 76-84.
Rijayanti, R. P. (2014). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang (Mangifera Foetida L.) terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 1(1).
Sarinastiti, N. (2018). Perbandingan Efektivitas Ekstrak Daun Dan Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Secara In Vitro (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Susanti, S. F., & Safitri, R. Z. (2019). ujiefektifitas daya hambat ekstrak daun cengkeh (syzigium aromaticum) dan daun ceremai (phyllanthus acidus) dengan variasi konsentrasi terhadappertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Jurnal Sains, 9(17).
Toar, A. I., Posangi, J., & Wowor, V. (2013). Daya hambat obat kumur Cetylpyridinium Chloride dan obat kumur daun sirih terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. JURNAL BIOMEDIK: JBM, 5(1).
Warganegara, E., & Restiana, D. (2016). Getah Jarak (Jatropha curcas L.) sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans pada Karies Gigi. Jurnal Majority, 5(3), 62-67.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







