Rasionalitas penggunaan obat pada pasien rematoid arthritis di ruang penyakit dalam RSUD Sukadana Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019

DOI: https://doi.org/10.56922/pti.v3i2.522

Authors

  • Gusti Ayu Rai Saputri Universitas Malahayati
  • Angga Saputra Yasir Universitas Malahayati
  • Agung Ngurah Feri Sandika RSUD Sukadana Lampung Timur

Rheumatoid Arthritis Rasionalitas Pasien Rawat Inap

Abstract

Background: Rheumatoid Arthritis (RA) is a chronic systemic inflammatory disease that causes joint destruction, deformity, and disability. Rheumatoid Arthritis causes severe pain and joint destruction, causing suffering and permanent disability, and causing death. The purpose of this study was to determine the Pattern of Drug Use in Patients with Rheumatoid Arthritis in the Internal Medicine Polyclinic of Sukadana Hospital, East Lampung in 2019. This research is a descriptive study in the form of a survey research (observational) with a retrospective method. The design used is cross sectional. The population in this study were all RA patients in the sick in Sukadana East Lampung Hospital from January to December 2019, totaling 99 respondents. The sample in this study were all RA patients in the sick in Sukadana East Lampung Regional Hospital from January to December 2019, totaling 47 respondents. In this study the sampling technique used was simple random sampling. Based on the suitability and rationality of the use of RA drugs for inpatients with Rheumatoid Arthritis in Sukadana Hospital, East Lampung, the results of conformity according to the Formulary of Sukadana East Lampung Hospital are 100% appropriate, while the rationality of treatment according to Indonesian Rheumatology Association 2014 includes 80.85% indication, correct medicine 91.49%, 100% correct dose, and 87.23% correct patient.

Purpose: Rational treatment of rheumatoid arthritis to reduce inflammation and inhibit the disease process

Method: descriptive research, describing the frequency of indication accuracy, type of drug, dosage, and patient accuracy and in the form of a survey (observational) with a retrospective method, namely research based on the patient's medical record and looking back at events that occurred in the past.

Results: The use of RA drugs in Rheumatoid Arthritis patients obtained the right dose.

Conclusion: The suitability and rationality of the use of RA drugs for inpatients with Rheumatoid Arthritis at Sukadana Hospital, East Lampung, obtained results according to the Formulary of Sukadana Hospital, East Lampung, which was 100% appropriate, while the rationality of treatment according to the 2014 RPRI included exactly 80.85%, the right drug 91.49%, 100% correct dose, 100% correct method, 100% correct diagnosis and 87.23% correct patient.

 

Keywords:  Rheumatoid Arthritis; Rationality; Inpatients

 

Pendahuluan: Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik yang menyebabkan tulang sendi  destruksi, deformitas, dan mengakibatkan ketidakmampuan. Penyakit Rheumatoid Arthritis menyebabkan nyeri  hebat dan destruksi sendi, menimbulkan penderitaan dan cacat permanen, serta menimbulkan kematian. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Penggunaan Obat Pada Penderita Penyakit Rheumatoid Arthritis di Ruang  Penyakit Dalam RSUD Sukadana Lampung Timur Tahun 2019.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat  deskriptif dan berupa penelitian survei (observasional) dengan metode retrospektif. Desain yang digunakan adalah  cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien RA Di ruang penyakit dalam RSUD Sukadana  Lampung Timur sejak Januari - Desember 2019 yang berjumlah 99 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah  seluruh pasien RA rawat inap di ruang penyakit dalam RSUD Sukadana Lampung Timur sejak Januari - Desember  2019 yang berjumlah 47 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah simple random  sampling. Berdasarkan kesesuaian dan rasionalitas penggunaan obat RA untuk pasien Rawat Inap penderita  Rheumatoid Arthritis di RSUD Sukadana Lampung Timur didapatkan hasil kesesuaian menurut Formularium  RSUD Sukadana Lampung Timur adalah 100% telah sesuai, sedangkan rasionalitas pengobatan menurut  Rekomendasi Perhimpunan Rheumatoid Indonesia tahun 2014 meliputi tepat indikasi 80,85%, tepat obat 91,49%,  tepat dosis 100%, dan tepat pasien 87,23%.  

Tujuan: Pengobatan rasional pada rheumatoid arthritis untuk mengurangi inflamasi yang terjadi serta  menghambat proses penyakit

Metode: penelitian yang bersifat deskriptif, menggambarkan  frekuensi ketepatan indikasi,jenis obat, regimen dosis, serta ketepatan pasien dan berupa  penelitian survei (observasional) dengan metode retrospektif yaitu penelitian yang berdasarkan  rekam medik pasien dan melihat ke belakang peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Hasil: Penggunaan obat RA pada pasien Rheumatoid Arthritis diperoleh dosis yang tepat.

Simpulan: kesesuaian dan rasionalitas penggunaan obat RA untuk pasien Rawat Inap  penderita Rheumatoid Arthritis di RSUD Sukadana Lampung Timur didapatkan hasil  kesesuaian menurut Formularium RSUD Sukadana Lampung Timur adalah 100% telah  sesuai, sedangkan rasionalitas pengobatan menurut RPRI 2014 meliputi tepat indikasi  80,85%, tepat obat 91,49%, tepat dosis 100%, tepat cara 100%, tepat diagnosis 100,% dan  tepat pasien 87,23%.

 

Kata kunci:  Rheumatoid Arthritis; Rasionalitas; Pasien Rawat Inap

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aberg, J. A., Lacy, C. F., Amstrong, L. L., Goldman, M. P., & Lance, L. L. (2015). Drug information handbook. Lexi-Comp for the American Pharmacist Association.

Anggriani, A., Lisni, I., & Faujiah, D. S. R. (2016). Analisis masalah terkait obat pada pasien lanjut usia penderita osteoartritis di poli ortopedi di salah satu rumah sakit di bandung. Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(2), 13-20.)

Azizah, N., & Sutrisna, E. M. (2019). Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Rheumatoid Arthritis Di Instalasi Rawat Jalan Rsud Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2018 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Dransfield, M. T., Voelker, H., Bhatt, S. P., Brenner, K., Casaburi, R., Come, C. E., ... & Connett, J. E. (2019). Metoprolol for the prevention of acute exacerbations of COPD. New England Journal of Medicine, 381(24), 2304-2314.

Husna, U. Y., & Karuniawati, H. (2017). Evaluasi Terapi Oains Dan Dmard Pada Pasien Rheumatoid Arthritis Di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2015-2016 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Ismayanti, N., & Solikhah, S. (2012). Hubungan antara pola konsumsi dan aktivitas fisik dengan status gizi pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso Yogyakarta. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Daulan, 6(3), 24972.

Katzung, B. G., Masters, S. B., & Trevor, A. J. (Eds.). (2015). Basic & clinical pharmacology.

Koromat, F. K. (2019). Faktor dominan yang berhubungan dengan kekambuhan penyakit rematik pada lansia di puskesmas kebonsari kota surabaya (Doctoral dissertation, Universitas Merdeka).

Mawarni, D. (2016). Hubungan Nyeri Reumatoid Artritis Dengan Aktivitas Fisik Sehari-Hari Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Km 6 Palembang (Doctoral dissertation, Universitas Katolik Musi Charitas).

Muslim, A. T. N. (2017). Identifikasi drug related problems potensial kategori ketidaktepatan dosis dan adverse drug reactions pada pasien osteoartritis rawat jalan di RSUD Jombang periode 2016 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Prahastiawan, B., & Suryani, M. (2016). Penerapan keselamatan pasien dalam pemberian obat oleh perawat di RSJD Provinsi Jawa Tengah. Karya Ilmiah.

Primadi, F., & Maliya, A. (2018). Gambaran aktivitas fisik pada lansia yang menderita rematik di desa sendang, donorojo, pacitan (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Purwoastuti, E. (2015). Waspadai Gangguan Rematik. Kanisius. Yogyakarta.

Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia. (2014). Diagnnosis dan Pengelolaan Artritis Reumatiod. Jakarta: Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 1-18. Diakses dari: https://reumatologi.or.id/wp-content/uploads/2020/10/Rekomendasi_Reumatoid_Artritis_2014.pdf

SARI, F. N. (2019). Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Gangguan Nyeri Akut Pada Kasus Rheumatoid Arthritis Terhadap Tn. S Di wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Kabupaten Lampung Utara, Tanggal 13-15 mei 2019 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).

Srivastava, S. B., Fluegel, N., & Mansukhani, R. P. (2019). Pharmacologic Management of Rheumatoid Arthritis. Orthopaedic Nursing, 38(6), 390-395.

Setiawati, S., Alwi, S., Sudoyo, A. W., Simadibrata, M. K., Setiyohadi, B., & Syam, A. F. (2015). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi VI. Jakarta: Interna Publishing.

Syamsuddin, S., & Zulkifli, A. (2021). The faktor risiko kejadian penyakit reumatik di wilayah kerja puskesmas mawasangka Kabupaten Buton Tengah Tahun 2019. Indonesian Journal of Health and Medical, 1(2), 348-357.

Trilia, T., & Yellisni, I. (2015). Pengetahuan dan sikap lansia tentang rematik di panti sosial tresna werdha teratai Palembang. Masker Medika, 3(1), 12-21.

Wakhidah, S. U. N. (2019). Asuhan keperawatan lansia penderita rheumatoid arthritis dengan masalah keperawatan hambatan mobilitas fisik Di Puskesmas Siman Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Downloads

Published

2023-12-01