Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid anak dengan metode Gyssens

DOI: https://doi.org/10.56922/pti.v3i1.516

Authors

  • Angga Saputra Yasir Universitas Malahayati
  • Yustika Merliyanti Universitas Malahayati

Anak Antibiotik Demam Tifoid Pasien

Abstract

Typhoid fever is an infectious disease caused by gram-negative bacteria, namely salmonella typii. The occurrence of typhoid fever because of an unhealthy lifestyle. The management of typhoid fever therapy with antibiotics and the success of typhoid fever therapy depends on the accuracy of using antibiotics. The purpose of this study was to evaluate the rationality of the use of antibiotic drug therapy in children diagnosed with typhoid fever with the Gyssens method in the Inpatient Installation of Pertamina Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in 2019. The method in this study was descriptive non-experimental with retrospective data collection from medical records. A child with typhoid fever. The data taken is in the form of medical record data including the name of the patient, diagnosis, age, gender, laboratory examination, drug use, dosage and duration of drug administration. The data was adjusted to the DIH (Drug Information Handbook), Clinical Pathways and Pharmaceutical Care parameters, which showed that of the 54 patients who used cefixime, ceftriaxone and cefotaxime antibiotics rationally in pediatric patients diagnosed with typhoid fever in the Inpatient Installation of Pertamina Bintang Amin Hospital, the amount was 100%.

 

Keywords: Typhoid fever;  Antibiotics; Pediatric; Patients

 

Demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yaitu salmonella typii. Terjadinya demam tifoid karena pola hidup yang kurang sehat. Penatalaksanaan terapi demam tifoid dengan diberikan antibiotik dan keberhasilan terapi demam tifoid tergantung pada ketepatan penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan terapi obat antibiotik pada pasien anak diagnosis demam tifoid dengan metode gyssens di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2019. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medik pasien anak demam tifoid. Data yang diambil berupa data rekam medis diantaranya adalah nama pasien, diagnosis, usia, jenis kelamin,pemeriksaan laboratorium, penggunaan obat, dosis dan lama pemberian obat. Data disesuaikan dengan parameter DIH (Drug Information Handbook Ed24), Clinical Pathways dan Pharmaceutical Care, yang menunjukkan bahwa dari 54 pasien yang menggunakan antibiotik cefiksim,seftriakson dan sefotaksim terdapat 33 pemberian antibiotik yang tidak tepat dosis yang termasuk kedalam katagiri IIA dan 21 penggunaan antibiotik tepat atau yang termasuk dalam kategori 0. secara rasional pada pasien anak yang terdiagnosis demam tifoid di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin sebesar  100%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Febiana, T., Hapsari, M. M., & Hapsari, R. (2012). Kajian Rasionalitas Penggunaan Antibiotik di Bangsal Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang Periode Agustus-Desember 2011 (Doctoral dissertation, Fakultas Kedokteran).

Hidayat, F., Setiadi, A. A. P., & Setiawan, E. (2019). Kajian penggunaan antibiotik pada neonatus intensive care unit di sebuah rumah sakit pemerintah di Surabaya. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 8(1), 58-71.

Karminingtyas, S. R., Taufikarani, A., & Seralurin, G. (2018). Evaluasi Dosis Antibiotik Pada Pasien Demam Tyfoid Anak di Instalasi Rwat Inap RSI Sultan Agung Semarang dan RSUD Tugurejo. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 1(1).

Patminingsih, N., Laksmitawati, D. R., & Ramadaniati, H. U. (2020). Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Pengobatan Sepsis Neonatal Dengan Metoda Gyssens di RSAD Salak Bogor Tahun 2018. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(7), 381-397

Purwaningsih, A. E. D. A., Rahmawati, F., & Wahyono, D. (2015). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatri rawat inap. JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice), 5(3), 211-218.

Puspita, A. (2012). Profil pemberian antibiotika rasional pada pasien demam tifoid anak di bangsal rawat inap RSUD Tangerang Tahun 2010 dan 2011.

Putri, A. E. B., Mita, N., & Rijai, L. (2015, November). Analisis Karakteristik dan Penggunaan Obat Pada Pasien Asma Di Puskesmas Remaja Kota Samarinda. In Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Vol. 2, pp. 67-74).

Putri, T. P. (2016). Hubungan usia, status gizi, dan riwayat demam tifoid dengan kejadian demam tifoid pada anak di RSUD tugurejo semarang (Doctoral dissertation, UNIMUS).

Ramadheni, P. (2018). Analisis Penggunaan Antibiotika Parenteral Pada Pasien Bronkopneumonia Di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Rsup Dr. M. Djamil Padang. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal, 3(2), 1-8.

Ria Etikasari, S. F. (2012). Analisis biaya dan kesesuaian penggunaan antibiotika pada demam tifoid di rsud kota yogykarta (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Rufaie, R. J. (2020). Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid rawat inap di RSU Universitas Muhammadiyah Malang Tahun 2019 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Setiabudi, D., & Madiapermana, K. (2016). Demam Tifoid pada Anak Usia di bawah 5 Tahun di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS Hasan Sadikin, Bandung. Sari Pediatri, 7(1), 9-14.

Siswoyo, Y. R. (2009). Kajian penggunaan antibiotik pada pasien penderita demam tifoid di instalasi rawat inap rumah sakit umum daerah kabupaten sukoharjo tahun 2008 (Doctoral dissertation, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta).

Sukhron, M. (2007). Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pediatrik Penderita Demam Tifoid di Instalasi Rawat Inap RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2005.

Surahman, E., Mandalas, E., & Kardinah, E. I. (2008). Evaluasi Penggunaan Sediaan Farmasi Intravena untuk Penyakit Infeksi pada Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung. Majalah Ilmu Kefarmasian, 5(1), 3.

Susilowati, D. (2011). Evaluasi penggunaan antibiotik pada anak yang menderita demam tifoid di instalasi rawat inap RSUD Sukoharjo Tahun 2009 (Doctoral dissertation, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta).

Trisman, H. (2019). Gambaran tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik masyarakat dusun Reyan desa Gerung Selatan periode Juli-Agustus Tahun 2019 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Mataram).

Utami, E. R. (2011). Antibiotika, resistensi, dan rasionalitas terapi. Sainstis.

Widyastuti, P.N.(2017).Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatri dengan pneumonia menggunakan metode Gyssens di RSUD Kota Yogyakarta Periode 2017

Zakiya, N. M. (2017). Evaluasi kualitas penggunaan antibiotika pada pasien pasca bedah dengan metode Gyssens di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya Periode 2016 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Downloads

Published

2023-06-01