Faktor pola makan dan aktifitas fisik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi

DOI: https://doi.org/10.56922/pti.v6i1.3277

Authors

  • Yunani ani Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
  • Seojiah Ratu Bayinah Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
  • Purwati Purwati Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
  • Al Murham Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Aktivitas Fisik Faktor Risiko Hipertensi Pola makan

Abstract

Background: Hypertension is a growing public health problem and a major risk factor for cardiovascular disease. Hypertension is caused by a diet high in sodium and low in fiber. Non-communicable diseases, including hypertension, remain a government priority program year after year. The global death rate from hypertension is estimated to reach 10.44 million annually.

Purpose: To analyze the relationship between dietary factors and physical activity with the incidence of hypertension.

Methods: This quantitative research used an analytical design with a cross-sectional approach. This research used an analytical design with a cross-sectional approach on adult respondents. It was conducted at the Hajimena Community Health Center in Sidosari Village, Simbaringin Hamlet, South Lampung. Data were collected through questionnaires on diet, physical activity, and blood pressure measurements.

Results: Research shows that there is no relationship between dietary patterns and the incidence of hypertension with a p-value of 0.516. There is a relationship between physical activity patterns and the incidence of hypertension with a p-value of 0.008.

Conclusion: As a result of this study, physical activity has an important role in the occurrence of hypertension, while diet was not shown to be significantly related in this study. 

Keywords: Diet; Hypertension; Physical Activity; Risk Factors.

 

Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Hipertensi disebabkan oleh pola makan yang tinggi natrium dan rendah serat. Penyakit tidak menular termasuk hipertensi masih menjadi program prioritas pemerintah dari tahun ke tahun. Angka kematian akibat hipertensi di dunia diperkirakan mencapai 10,44 juta jiwa setiap tahunnya.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan faktor pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional Menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada responden dewasa. Dilaksanakan di Puskesmas Hajimena Lampung Selatan di Desa Sidosari Dusun Simbaringin. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, aktivitas fisik, serta pengukuran tekanan darah.

Hasil: Penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi dengan p-value=0,516, Ada hubungan antara pola aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi dengan p-value=0,008.

Simpulan: Sebagai hasil dari penelitian ini, aktivitas fisik memiliki peran penting dalam kejadian hipertensi, sedangkan pola makan tidak terbukti berhubungan secara signifikan dalam penelitian ini.

 

Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Faktor Risiko; Hipertensi; Pola Makan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Lampung Selatan. (2022). Statistik kependudukan Kabupaten Lampung Selatan: Kalianda. BPS Lampung Selatan. Diakses dari: https://lampungselatankab.bps.go.id/id/publication/2022/02/25/f632d36ce14cd17032812ae6/kabupaten-lampung-selatan-dalam-angka-2022.html

Dinas Kesehatan Lampung Selatan. (2022). Laporan tahunan Puskesmas Hajimena: Kalianda. Dinas Kesehatan Lampung Selatan. Diakses pada: https://id.scribd.com/document/729813125/Profil-Kesehatan-Dinkes-Lampung-Selatan-Tahun-2022

Dinas Kesehatan Lampung Selatan. (2024). Data kasus hipertensi Kabupaten Lampung Selatan: Kalianda. Dinas kesehatan Lampung Selatan. Diakses dari: https://gotrack.lampungselatankab.go.id/opendata/dataset/ewalidata/pusat-komputasi-yang-terhubung-dengan-pusat-data-nasional-2-16-000078

Dinas Kesehatan Lampung Selatan. (2025). Data populasi hipertensi Kabupaten Lampung Selatan: Kalianda. Dinkes Lampung Selatan. Diakses dari: https://dinkes.lampungselatankab.go.id/

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2022). Profil kesehatan Provinsi Lampung: Bandar Lampung. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Diakses dari: https://id.scribd.com/document/680316511/Profil-Kesehatan-Provinsi-Lampung-Tahun-2022

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2022). Statistik kesehatan Provinsi Lampung: Bandar Lampung. Dinas Kesehatan Lampung. Diakses dari: https://opendata.lampungprov.go.id/organisasi/8b31bdaa-48f2-4137-b152-854746c35b0c

Ginting, A., Saragih, H., & Sinaga, E. (2024). Gambaran Kejadian Hipertensi di Dusun III Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tinggi Kecamatan Pancur Batu Tahun 2023. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 7225-7238.

Hamzah, B., Akbar, H., & Langingi, A. R. C. (2021). Analisis hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 5(1), 194-201.

Komisi Etik Penelitian Kesehatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. (2025). Sertifikat kelaikan etik penelitian. Bandar Lampung: KEPK Poltekkes

Mardianti, R. Sari, D. Putri, A. (2020). Faktor risiko hipertensi pada masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 15(2):45–52.

Mardianto, M., Darwis, D., & Suhartatik, S. (2021). Hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi. JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 1(4).

Ramdhika, M. R., Widiastuti, W., Hasni, D., Febrianto, B. Y., & Jelmila, S. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota PadangHubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota Padang. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 19(1), 91-97.

Sagalulu, R. S. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Manopouse Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Jurnal Of Educational Innovation and Public Health, 1(2), 126-143.

Sulistiana, A., Kep, S. T., Arwani, S. K. M., Hons, B. N., & Ta’adi, S. K. (2024). Swedish Massage Dan Akupresur Dalam Menurunkan Tekanan Darah. Nas Media Pustaka.

Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Bahaya Hipertensi Mengintai Anak Muda Indonesia: Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/bahaya-hipertensi-mengintai-anak-muda-indonesia/

World Health Organization. (2021). Guideline for the pharmacological treatment of hypertension in adults. World Health Organization. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240033986

World Health Organization. (2021). Guideline for the pharmacological treatment of hypertension in adults. World Health Organization. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240033986

World Health Organization. (2023). Global report on hypertension: the race against a silent killer. World Health Organization. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240081062

World Health Organization. (2023). Report of the WHO Global Neglected Tropical Diseases Programme partners’ meeting: Geneva, 12–13 June 2023. World Health Organization. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240081215

Wulandari, I. S. M. (2020). Hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada anggota prolanis Di wilayah kerja Puskesmas Parongpong. Chmk nursing scientific journal, 4(2), 228-236

Downloads

Published

2026-05-22