Uji aktivitas antioksidan gel kombinasi ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloevera) dan ekstrak daun kemangi (Ocimum Basillicum l) Berbasis sodium alginat dengan metode DPPH

DOI: https://doi.org/10.56922/pti.v2i1.180

Authors

  • Robiyun Robiyun Prodi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
  • Angga Saputra Yasir Program Studi Farmasi ,S1 Fakultas Kedokteran Institut Tekhnologi Sumatra
  • Martinus Martinus Program Studi S1 Farmasi, Universitas Malahayati

Kulit Antioksidan Lidah buaya Daun kemangi DPPH Gel Sodium Alginat.

Abstract

Pendahuluan: Kerusakan pada kulit yang menimbulkan efek berbahaya dari lingukangan, seperti sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kerusakan kulit adalah radikal bebas yang berupa sinar ultraviolet Daun lidah buaya dan Daun kemangi mengandung saponin, flavonoid, fenol dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dengan mengetahui nilai IC50 menggunakan metode DPPH.  kombinasi gel ekstrak etanol  lidah buaya (Aloe vera) dan ekstrak etanol daun kemanangi (Ocimum basilicum L) dengan menggunakan basis alginat. Metode yang digunakan dalam ekstraksi adalah maserasi menggunakan etanol 96% dengan nilai rendemen pada lidah buaya sebesar 19,63% dan pada daun kemangi sebesar 19,25%. Pada pembuatan kombinasi gel ekstrak  daun lidah buaya dan daun kemangi menggunakan basis yaitu Sodium Alginat. Dilakukan pengaplikasian ekstrak lidah buaya dan daun kemangi terhadap aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dengan variasi perbandingan ekstrak kombinasi lidah buaya dan daun yang perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1. Nilai IC50 yang didapatkan perbandingan 1:1 sebesar 52,25 ppm, 1:2 sebesar 41,97 ppm dan 2:1 sebesar 58,22 ppm. Pada kontrol positif gel UV shield essential sunscreen wardah didapat nilai IC50 sebesar 60,35 ppm, dan nilai IC50 kontrol negatif sebesar 437,67 ppm. Nilai IC50 Gel 1:1 dan 2:1 termasuk dalam kategori antioksidan yang kuat karena nilai IC50 dalam range 100-150 ppm. Sedangkan gel 1:2 termasuk dalam kategori sangat kuat karena nilai IC50 < 50 ppm. Gel ekstrak kombinasi aktivitas antioksidan tertinggi dilakukan uji evaluasi gel Hasil uji evaluasi gel menunjukan bahwa sediaan gel ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dan daun kemangi (Ocimum basilicum L) masing-masing evaluasi memenuhi persyaratan.

Tujuan: Supaya dapat mengetahui aktivitas antioksidan gel kombinasi ekstrak etanol daun lidah buaya (aloevera)dan ekstrak daun kemangi (ocimum basillicum l) berbasis sodium alginat dengan metode dpph.

Metode: Alat uji yang di gunakan spektofotometri uv-vis, kuvet,  timbangan, corong, mortir dan stampel, sudip, pipet tetes, tabung reaksi, oven, batang pengaduk, gelas ukur, botol gelap, kaca arloji, pH meter, spatula, aluminium foil, labu Erlenmeyer, dan alat gelas.

Hasil: Dari uji menunjukan hasil sediaan gel ekstrak daun lidah buaya (Aloe vera) dan daun kemangi (Ocimum basilicum L) masing-masing kontrol uji memenuhi persyaratan

Simpulan: Gel ekstrak kombinasi  daun lidah buaya dan daun kemangi 1:1, 1:2, dan 2:1 memiliki antioksidan berturut-turut 41,97 ppm, 52,25 ppm, dan 58,22 ppm. Gel 1:1 dan 2:1 termasuk dalam kategori antioksidan yang kuat karena nilai IC50 dalam range 100-150 ppm. Sedangkan gel 1:2 termasuk dalam kategori sangat kuat karena nilai IC50 < 50 ppm. Nilai IC50 vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 4,75 ppm, termasuk dalam range <50 ppm.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amaro-Ortiz, A., Yan, B., & D'Orazio, J. A. (2014). Ultraviolet radiation, aging and the skin: prevention of damage by topical cAMP manipulation. Molecules, 19(5), 6202-6219.

Anjani, D. (2018). Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Masker Peel-Off Minyak Atsiri Kulit Buah Lemon (Citrus limon L.) (Bachelor's thesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-FIKES).

DESWATI, D. A., ROHDIANA, D., MARYAM, S., & AGUSTIN, S. Pengaruh Pemberian Seduhan Teh Putih (Camellia Sinensis L.) Terhadap Aktivitas Diuretik Mencit Jantan Galur Swiss Webster (Effects of White Tea (Camellia sinensis L.) Steeping on Diuretic Activities of Mice Male Webster Swiss strain). In Seminar Nasional Perhipba 2019 (p. 56).

Erviana, L., Malik, A., & Najib, A. (2016). Uji aktivitas antiradikal bebas ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan menggunakan metode dpph. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 3(2), 164-168.

Ikhlas, N. (2013). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Herba Kemangi (Ocimum americanum Linn) dengan Metode DPPH (2, 2-Difenil-1-Pikrilhidrazil).

Ikhlas, N. (2013). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Herba Kemangi (Ocimum americanum Linn) dengan Metode DPPH (2, 2-Difenil-1-Pikrilhidrazil).

Maryam, S., Baits, M., & Nadia, A. (2015). Pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 2(2), 115-118.

Molyneux, P. (2004). The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Songklanakarin J. sci. technol, 26(2), 211-219.

MUJI, R. (2021). Formulasi gel dengan bahan dasar ekstrak daun kemangi (ocimum basilium l.) untuk penyembuhan luka bakar (doctoral dissertation, uin raden intan lampung).

Muliyawan, D. (2013). AZ tentang Kosmetik. Elex Media Komputindo.

Oktaviana, M. I., Pahalawati, I. N., Kurniasih, N. F., & Genatrika, E. (2019). Formulasi Deodoran Spray dari Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai Antibakteri Penyebab Bau Badan (Staphylococcusepidermidis). PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 16(2), 396-405.

Putri, W. A. D. (2021). Formulasi sediaan facial wash ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Rahmawati, H. (2021). Aktivitas imunomodulasi ekstrak etanol lidah buaya (aloe vera l.) pada mencit putih jantan dengan metode carbon clearance (Doctoral dissertation, Universitas Perintis Indonesia).

Rohmani, S., & Kuncoro, M. A. (2019). Uji Stabilitas dan Aktivitas Gel Handsanitizer Ekstrak Daun Kemangi. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 1(1), 16-28.

Romadhoni, N. R. T. (2020). Uji aktivitas antimikroba nanopartikel kombinasi allium sativum linn., curcuma mangga val. dan acorus calamus l. secara in vitro (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Safitri, E. E. (2016). Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum) SEBAGAI hepatoprotektor terhadap kadar mda hati mencit yang diinduksi isoniazid.

Sari, M. E. (2020). Pengaruh paparan gelombang ultrasonik pada ekstraksi daun kemangi dan daun sirih terhadap kandungan senyawa flavonoid: Studi kasus variasi suhu dan lama waktu pemaparan (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Setiawan, N. C. E., & Febriyanti, A. (2017). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Fraksi-Fraksi Umbi Eleutherine palmifolia (L.) Merr dengan Metode DPPH. JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences), 1(1), 1-5.

Syaiful, S. D. (2016). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L) Sebagai Sediaan Hand Santizer (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

yasir, a. s., marcellia, s., wijaya, l. b., & putri, t. r. (2021). formulasi dan uji aktivitas gel kombinasi ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloe Vera) dan daun kemangi (Ocinum sanctum L.) Sebagai Anti Jerawat Terhadap BakterI Staphylococcus epidermidis. Pharmacoscript, 4(1), 70-86.

Downloads

Published

2022-06-01