Rasionalitas penggunaan obat pada pasien penyakit jantung koroner dengan komplikasi dislipidemia
DOI: https://doi.org/10.56922/pti.v5i1.168
PJK Dislipidemia Rawat jalan Rasionalitas obat
Abstract
Rationality of drug use in patients with coronary heart disease with complications of dyslipidemia
Background : Coronary heart disease (CHD) is a condition caused by the constriction and obstruction of blood vessels that drain blood to the heart muscle, so that the heart muscle will lack of blood and do not get oxygen for it’s function. Dyslipidemia is the main cause of artherosclerosis, the main cause of CHD, causing the complexity of the therapy given.
Purpose : This study aims to determine the treatment profile and evaluate the rasionality of drug use in CHD patients with dyslipidemia complications in the outpatient Installation of Urip Hospital for the period October-December 2020.
Method : This type of research is descriptive with retroprospective data collection of 41 medical records of outpatient CHD patients who met the inclusion criteria.
Results : The result of the study based on the chacarteristic of CHD patients showed that the number of male patients was more was in the age group. 56-65 years by 16 patients (39,02%), hypertension is the most common comorbidity with 25 patients ( 60,97%), and the treatment profile, namely the type of drug that is most widely used in the treatment was nitrat (87.80%), antiplatelet (78,04), betablocker (65,85%), and the most widely used statin group was simvastatin (70,73%), the percentage of accuracy of rationality of drug use consists of the the right diagnosis (100%), right indication (95,12%), the right drug (95,12%), the right dose ( 100%), the right route of administration (100%), alert for side effects (100%) and right patient (100%)
Conclusion : CHD patients with complications of dyslipidemia in men are more than women and the most commonly used dyslipidemia drugs are statins such as simvastatin.
Keywords : Coronary heart disease; Dyslipidemia; Drug; Rationality.
Pendahuluan : Penyakit jantung koroner (PJK) adalah suatu kedaan yang diakibatkan oleh adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot jantung, sehingga otot jantung akan kekurangan darah dan tidak mendapatkan oksigen untuk pekerjaannya. Dislipidemia merupakan penyebab terjadinya ateriosklerosis penyebab utama terjadinya PJK sehingga menyebabkan kompleksnya terapi yang diberikan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan dan mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat pada pasien PJK dengan komplikasi dislipidemia.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retroprospektif terhadap 41 data rekam medik pasien PJK rawat jalan yang memenuhi krikteria inklusi.
Hasil : Berdasarkan karateristik pasien PJK menunjukkan jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu sebesar 25 pasien (61%), jumlah pasien terbanyak yaitu pada kelompok usia 56-65 tahun sebesar 16 pasien (39,02%), penyakit hipertensi merupakan penyakit penyerta terbanyak dengan jumlah 25 pasien (60,97%.) dan profil pengobatan yaitu jenis obat yang paling banyak digunakan pada pengobatan adalah obat golongan nitrat sebesar (87,80%), antiplatelet (78,04%), betablocker sebesar (65,85%) dan golongan statin ynag paling banyak digunakan yaitu simvastatin sebesar (70,73%) persentase ketepatan rasionalitas penggunaan obat terdiri dari tepat diagnosis (100%), tepat indikasi (95,12%), tepat obat (95,12%), tepat dosis (100%), tepat cara pemberian (100%), waspada efek samping(100%) dan tepat pasien (100%).
Simpulan : Pasien PJK dengan komplikasi dyslipidemia pada laki – laki lebih banyak dibandingkan perempuan dan obat dislipidemia yang banyak digunakan yaitu golongan statin seperti simvastatin.
Downloads
References
Alotia, G. S., Wiyono, W. I., & Mpila, D. A. (2020). Evaluasi penggunaan obat pada pasien asma di instalasi Rawat Inap Rsup Prof. Dr. Rd Kandou Manado. Pharmacon, 9(4), 613-621.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2006. Pharmaceutical Care Untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner: Fokus Sindrom Koroner Akut(102) Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik DitJen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. Jakarta
Dewi, i. P. (2009). Identifikasi drug related problems (drps) kategori obat salah dan reaksi obat yang merugikan pasien diabetes mellitus tipe 2 di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri tahun 2007 (Doctoral dissertation, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta).
Feriani, P. (2020). Ketepatan Pemberian Obat Oleh Perawat Dipengaruhi Budaya Organisasi di Ruang Rawat Inap RSUD Kanujoso Balikpapan. Borneo Nursing Journal (BNJ), 2(1), 39-45.
Gabriella, Deby, Gayatri. 2017. Evaluasi penggunaan Obat Pada Pasien Dengan Penyakit Jantung Koroner Di Instalasi Rawat Inap RSUP Prof. DR.R.D. Kandou. Manado, Pharmacon jurnal ilmiah farmasi –Unsrat Vol 6. No.4 November 2017.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2011). Modul penggunaan obat rasional. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Kundiman, E. M. (2015). Evaluasi Kerasionalan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Lansia Dengan Bronkitis Kronik Eksaserbasi Akut Yang Dirawat Jalan Di Rsup Prof. Dr. RD Kandou Manado Periode Juli 2013-juni 2014. PHARMACON, 4(3), 1-8.
Lestari, R. D., Dewi, R., & Sanuddin, M. (2020). Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Instalasi Rawat Inap RSUD Raden Mattaher Jambi. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(1), 54-61.
Marino, M. T. (2008). Drugs that can worsen diabetes control. Diabetes Self-management, 25(1), 16-18.
Martiningsih, M., & Haris, A. (2019). Risiko Penyakit Kardiovaskuler pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Kota Bima: Korelasinya dengan Ankle Brachial Index dan Obesitas. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(3), 200-208.
Nurmasani, A., & Pristyanto, Y. (2021). Algoritme Stacking untuk Klasifikasi Penyakit Jantung pada Dataset Imbalanced Class. Pseudocode, 8(1), 21-26.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI). 2017 Panduan Tata Laksana Dislipidemia. (96). Jakarta.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI). 2018. Pedoman Tata Laksana Sindrom Koroner Akut. (94). Edisi Keempat. Jakarta.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2018. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Republik Indonesia Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sa'idah, D. (2018). Evaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Soegiri Lamongan periode tahun 2017 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Taroreh, G. (2017). Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Dengan Penyakit Jantung Koroner Di Instalasi Rawat Inap RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado. Pharmacon, 6(4).
Wono, S. (2007). Studi penggunaan obat pada pasien penyakit jantung koroner rawat inap: penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Woodward, M., Barzi, F., Feigin, V., Gu, D., Huxley, R., Nakamura, K., & Jamrozik, K. (2007). Associations between high-density lipoprotein cholesterol and both stroke and coronary heart disease in the Asia Pacific region. European heart journal, 28(21), 2653-2660.
World Health Organization. (2016). World health statistics 2016: monitoring health for the SDGs sustainable development goals. World Health Organization.
Zhang, X. M., Fang, Y., Rao, K. R., Zheng, C. H., Liu, H. F., & Cheng, X. S. (2014). Selective beta-1 blockers deteriorate glucose metabolism. Saudi Med J, 35(2), 165-171.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







