Pengaruh rebusan daun kelor (moringa olifiera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi

DOI: https://doi.org/10.56922/mhc.v2i2.377

Authors

  • Sarinah Sri Wulan STIKES Baitul Hikmah
  • Dimas Ning Pangesti STIKES Baitul Hikmah
  • Sri Suharti STIKES Baitul Hikmah
  • Rahmawati Dian Nurani Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
  • Ida Yatun Khomsah Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Penderita Hipertensi; Rebusan Daun Kelor Tekanan Darah

Abstract

Background: Hypertension is one of the main causes of premature death throughout the world. The prevalence of hypertension at world level is 22% of the 8 billion total world population. Hypertension develops from year to year and causes many complications. Efforts to control hypertension can be carried out using pharmacological and non-pharmacological methods, one of which is non-pharmacological efforts such as using boiled Moringa leaves. This plant contains calcium, potassium and magnesium which can lower blood pressure. Calcium plays a role in maintaining blood pressure in normal conditions, potassium functions to reduce blood pressure and magnesium functions to contribute to the smooth muscle of blood vessels.

Purpose: To determine the effect of boiled Moringa leaves (moringa olifiera) on blood pressure in hypertension sufferers.

Method: using a pre-experimental method with a one group pretest-posttest approach. The total sample was 18 respondents.

Results: From the Wilcoxon Statistical Test, a p-value <.001 was obtained.

Conclusion: There is an effect of boiled Moringa leaves on blood pressure in hypertension sufferers in the Kemiling Bandar Lampung Community Health Center working area.

Keywords: Blood Pressure; Hypertension Sufferers; Moringa Leaf Decoction

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia. Prevelensi hipertensi ditingkat dunia sebesar 22% dari 8 milyar total populasi penduduk dunia. Penyakit hipertensi berkembang dari tahun ketahun dan menyebabkan banyak komplikasi. Upaya penanggulangan hipetensi dapat dilakukan dengan cara farmakologis dan non-farmakologis salah satu upaya non farmakologis seperti menggunakan rebusan daun kelor. Tanaman ini memiliki kandungan kalsium, potasium dan magnesium yang dapat menurunkan tekanan darah. Kalsium berperan memelihara tekanan darah dalam kondisi normal, potasium berfungsi menurunkan tekanan darah dan magnesium berfungsidapat berkontribusi terhadap otot polos pembuluh darah.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh rebusan daun kelor (moringa olifiera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.

Metode: menggunakan metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-postest. Jumlah sampel sebanyak 18 responden.

Hasil: Dari Uji Statistic Wilcoxon di dapatkan nilai p-value  <,001.

Simpulan: Terdapat pengaruh rebusan daun kelor terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alverina, C., Andari, D., & Prihanti, G. S. (2016). Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera lam.) terhadap sel kardiomiosit pada tikus putih (Rattus novergicus strain wistar) dengan diet aterogenik. Saintika Medika, 12(1), 30-37.

Astuti, V. W., Tasman, T., & Amri, L. F. (2021). Prevalensi dan analisis faktor risiko hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia), 9(1), 1-9 di unduh pada tanggal 1 Maret 2023, dari https://bimiki.e-journal.id.

Aulia, B. H., Safitri, W., & Adi, G. S. (2021). Pengaruh pemberian teh daun kelor (moringa oleifera) terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. (Doctoral Dissertation, Universitas Kusuma Husada Surakarta).

Donsu, J.D.T. (2022). Metodelogi Penelitian keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil utama Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf

Ropika, A. N. (2020). Pemahaman dan praktik pencegahan tekanan darah tinggi di Desa Cilayung (Tinjauan antropologis). Umbara, 3(1), 14-24.

Salafudin, S., & Handayani, S. (2015). Pengaruh Teknik Relaksasi Benson Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Larasati Dusun Wiyoro Baturetno Banguntapan Bantul Yogyakarta 2015. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 6(2).

Simbolon, N. (2019). Pengaruh Pemberian Cookies dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kenaikan BB Balita Di Desa Kubah Sentang.

Suddarth, B. (2012). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Ed, 8, 457-458.

Tyani, E. S., Utomo, W., & Hasneli, N. Y. (2015). Efektifitas relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi esensial (Doctoral dissertation, Riau University).

Wold Healh Oganization. (2023). Hipertensi. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Yanti, E., & Nofia, V. R. (2019). Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor (Moringa Olifiera) Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan| Volume, 3(1), 24.

Yunitasari, L. (2020). Khasiat dan Manfaat Daun Kelor. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Yuwono, G. A., Ridwan, M., & Hanafi, M. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi terhadap tingkat kecemasan pada penderita hipertensi di kabupaten magelang. Jurnal Keperawatan Soedirman, 12(1), 55-66.

Zebua, D., Sunarti, S., Harahap, A., Ningsih, F., Zalukhu, A. P. H., & Masrini, M. (2021). Rebusan Daun Kelor Berpengaruh terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(2), 399-406.

Downloads

Published

2023-09-19