Creative minds, healthy minds: strategi menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui kegiatan kreatif di kampus

DOI: https://doi.org/10.56922/mhc.v4i1.1021

Authors

  • Roudlotul Nadiya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Khojidah Khojidah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ekspresi Diri Kegiatan Kreatif Kesehatan Mental Mahasiswa Stres Akademis

Abstract

Background: University students face various pressures such as academic stress, social transitions, and identity development that can impact their mental health. Creative activities are considered as an alternative approach to maintaining students’ emotional balance.

Purpose: To determine the role of creative activities in maintaining students’ mental well-being.

Method: A qualitative research with a phenomenological approach. In-depth interviews were conducted with five students from Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya to explore their experiences in engaging with creative activities.

Results: The results showed that participating in activities such as writing poetry, painting, music, and performing arts helped students express emotions, boost self-confidence, reduce academic stress, and foster a sense of community. Main barriers identified were time constraints, social stigma, lack of information, and limited institutional support.

Conclusion: Creative activities significantly contribute to students’ mental well-being. Therefore, institutional support is essential to ensure equitable access and sustainable implementation of creative programs in higher education.

Keywords: Academic stress; Creative activities; Mental health; Self-expression; University Students.

Pendahuluan: Mahasiswa menghadapi berbagai tekanan seperti stres akademik, transisi sosial, dan pencarian identitas diri yang dapat berdampak pada kesehatan mental. Kegiatan kreatif dipandang sebagai salah satu alternatif dalam menjaga keseimbangan emosional mahasiswa.

Tujuan: Untuk mengetahui peran kegiatan kreatif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa.

Metode: Kualitatif dengan metode fenomenologi. Wawancara mendalam dilakukan terhadap lima mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk menggali pengalaman mereka dalam kegiatan kreatif.

Hasil: Keterlibatan dalam praktik kreatif seperti menulis puisi, melukis, bermusik, dan seni pertunjukan membantu dalam mengekspresikan emosi, meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi stres akademik, serta membantu rasa kebersamaa. Namun demikian, keterbatasan waktu, stigma, kurangnya informasi, dan dukungan institusional yang minim menjadi hambatan utama.

Simpulan: Kegiatan kreatif bukan hanya hiburan semata, tetapi menjadi strategi penting dalam meningkatkan ketahanan psikologis dan kesejahteraan emosional mahasiswa. Kebijakan kampus yang inklusif dan mendukung sangat diperlukan untuk menjamin akses yang setara dan pelaksanaan program kreatif yang berkelanjutan.

Kata Kunci: Ekspresi Diri; Kegiatan Kreatif; Kesehatan Mental; Mahasiswa; Stres Akademis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agres, K. R., & Chen, Y. (2025). The impact of performing arts on mental health, social connection, and creativity in university students: a Randomised Controlled Trial. BMC Public Health, 25(1), 1-18.

Almaida, L. Z. (2024). Peran psikologi positif di Indonesia. Maliki Interdisciplinary Journal, 2(12), 1163-1167.

Brandt, L., Liu, S., Heim, C., & Heinz, A. (2022). The effects of social isolation stress and discrimination on mental health. Translational psychiatry, 12(1), 398.

Damri, R. (2023). Rintangan Tak Terduga Berujung Stres: Peran Psikologi Positif pada Kesehatan Mental di Era VUCA. In Proceeding Conference On Psychology and Behavioral Sciences (Vol. 2, pp. 301-333).

Daykin, N., Mansfield, L., Meads, C., Julier, G., Tomlinson, A., Payne, A., & Victor, C. (2018). What works for wellbeing? A systematic review of wellbeing outcomes for music and singing in adults. Perspectives in public health, 138(1), 39-46.

Fakhriyani, D. V. (2019). Kesehatan mental. Pamekasan: duta media publishing, 11-13.

Fitria, P. A., & Saputra, D. Y. (2020). Dampak pembelajaran daring terhadap kesehatan mental mahasiswa semester awal. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 4(2), 60-66.

Kort-Butler, L. A., & Habecker, P. (2018). Framing and cultivating the story of crime: The effects of media use, victimization, and social networks on attitudes about crime. Criminal justice review, 43(2), 127-146.

Lie, T. M., & Aulia, D. N. (2024). Designing Behavioral Mental Health Rehabilitation Center in Medan. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain, 1(6), 09-23.

Maria, E., Sudarso, A., & Perangin-Angin, J. T. K. (2023). Membangun Sense of belonging (rasa memiliki) individu dan menerapkannya sebagai wujud motivasi diri dalam bekerja dan kecintaan terhadap organisasi pada YPK Don Bosco Kam. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI, 3(1), 104-112.

Peach, E. (2023). Creative mental health literacy practices: A qualitative study exploring how students use literacy to promote wellbeing and manage mental health conditions while at university. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(15), 6475.

Peristiowati, Y., & Bustomi, S. (2024). Health Promotion on Adolescent Mental Health at SMKS Kesehatan Husada Pratama Serang City in 2024: Upaya Promosi Kesehatan Terhadap Kesehatan Mental Remaja di SMKS Kesehatan Husada Pratama Kota Serang Tahun 2024. Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY), 2(2), 76-82.

Pfeiffer, J., Johnson, W., Fort, M., Shakow, A., Hagopian, A., Gloyd, S., & Gimbel-Sherr, K. (2008). Strengthening health systems in poor countries: a code of conduct for nongovernmental organizations. American journal of public health, 98(12), 2134-2140.

Qin, L. L., Peng, J., Shu, M. L., Liao, X. Y., Gong, H. J., Luo, B. A., & Chen, Y. W. (2023). The fully mediating role of psychological resilience between self-efficacy and mental health: evidence from the study of college students during the COVID-19 pandemic. In Healthcare (Vol. 11, No. 3, p. 420). MDPI.

Rahayu, P. Y., & Haryati, A. (2023). Self-talk bagi Kesehatan Mental Mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam Kota Bengkulu. TAUJIHAT: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 119-132.

Setiadi, I. (2016). Psikologi positif: Pendekatan saintifik menuju kebahagiaan. Gramedia Pustaka Utama.

Setyanto, A. T. (2023). Deteksi dini prevalensi gangguan kesehatan mental mahasiswa di Perguruan Tinggi. Wacana, 15(1), 66-78.

Susanto, N. H., & Lestari, C. (2018). Problematika Pendidikan Islam di Indonesia: Eksplorasi Teori Motivasi Abraham Maslow dan David McClelland. Edukasia Islamika, 3(2), 184-202.

Syafi’ulloh, I., & Husni, M. (2024). Hubungan Lingkungan Pesantren terhadap Kesejahteraan Psikologis Santri: Study Kebiasaan di Pondok Modern Darul Khoirot Malang. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi: Edunomi., 1(02), 98-113.

Zakiyah, A. U. (2022). Gambaran Tingkat Kecemasan dan Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan Mental pada Remaja Korban Cyberbullying di Kota Makassar (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Downloads

Published

2025-04-01