Hubungan pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata

DOI: https://doi.org/10.56922/tmi.v1i1.141

Authors

  • Dinda Dwi Anjani Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
  • Eka Silvia Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
  • Arif Effendi

Infeksi Menular Seksual Kondiloma Akuminata Pekerjaan

Abstract

Pendahuluan: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu penyebab permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi di banyak negara. Dilaporkan bahwa dalam 35 tahun terakhir prevalensi infeksi Human papilloma virus di dunia terus meningkat. Kekurangan ekonomi, pendidikan yang rendah, ketidaksetaraan ekonomi, dan migrasi serta mobilitas yang didorong oleh ekonomi, semuanya terkait dengan risiko penularan IMS termasuk kondiloma akuminata.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pekerjaan dengan kejadian kondiloma akuminata di poliklinik kulit dan kelamin RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek provinsi Lampung periode 2018-2020.

Metode penelitian: Menggunakan studi observasi analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan data pekerjaan responden dan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman.

Hasil penelitian: Didapatkan 102 responden dengan frekuensi pekerjaan terbanyak ialah pada pekerja swasta yaitu 33 orang (32.4%). Hasil uji korelasi spearman diperoleh p=0,033 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata di poliklinik kulit dan kelamin RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung (p=0,033)

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bagus, I., Jayadharma, G., Agung, A., & Putra, G. (2020). Gambaran karakteristik pasien kondiloma akuminata dengan infeksi HIV / AIDS di RSUP Sanglah, Denpasar, Indonesia tahun 2011-2015. Intisari Sains Medis, 11(3): 1308–1312.

Effendi, A., Silvia, E., & Hernisa, M. P. (2017). Analisis Fktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kondiloma Akuminata Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 4.

Fathurahmad, A., Suling, P. L., & Kapantow, G. M. (2018). Profil Kondiloma Akuminata di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Jurnal E-Clinic (ECl), 6(2): 110–115.

Ghadgepatil, S. S., Gupta, S., & Sharma, Y. K. (2016). Clinicoepidemiological Study of Different Types of Warts. Dermatology Research and Practice, 2016. 1–4.

Goldsmith, L. A., Katz, S. I., Gilchrest, B. A., Paller, A. S., Leffell, D. J., & Wolff, K. (2012). Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine (Eighth Edi). New York:Mc Graw Hill.

Gunawan, C. A. (2014). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. In Imu Penyakit Dalam (6th ed.). Jakarta: Interna Publishing.

Handoko, R. P. (2017). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. In Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin (7th ed.). Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Holmes, K. K., Sparling, P. F., Stamm, W. E., Piot, P., Wasserheit, J. N., Corey, L., Cohen, M. S., Watts, D. H., & Nelson, R. A. (2008).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Buku Pedoman Nasional Penanganan IMS 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Latheresia, E. E. 2019. Karakteristik Pasien Kondiloma Akuminata pada Anogenital Dengan Human Immunodeficiency Virus (Hiv) Di RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Januari 2012 - Desember 2017.

Mendoza, N., & Tyring, S. K. (2020). Genital warts. London: BMJ Best Practice.

Motazedian, N. (2020). Genital Warts Among Men Attending a Dermatology Clinic: Risk Factors and Knowledge. 9(3), 9–11. https://doi.org/10.5812/ijhrba.97530.Brief

Nurjannah, S. L. (2014). Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi dengan Motivasi Orang Tua Menyekolahkan Anak di PAUD SMART dan PAUD Sahabat Ananda Kecamatan Dau. Universitas Islam Negeri Malang (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Malang.

Pramita, V. L., & Setyowatie, L. (2020). Penggunaan Bedah Listrik pada Kasus Kehamilan dengan Kondiloma Akuminata dan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Majalah Kesehatan, 7(3): 191–200.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2006). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. In Patofisiologi. Jakarta:EGC.

Sexually Transmitted Diseases (8th ed.). New York: Mc Graw Hill.

Sonnenberg, P., Tanton, C., Mesher, D., King, E., Beddows, S., Field, N., Mercer, C. H., Soldan, K., & Johnson, A. M. (2019). Epidemiology of genital warts in the British population: Implications for HPV vaccination programmes. Sexually Transmitted Infections, 95(5), 386–390. 053786

Sucipto, C. D. (2020). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta:Gosyen Publishing.

Wolff, K., Johnson, R. A., Saavedra, A. P., & Roh, E. K. 2017. Fitzpatrick’s Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology (8th ed.). New York: Mc Graw Hill.

Downloads

Published

2023-12-01