Karakteristik penderita epilepsi di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek

DOI: https://doi.org/10.56922/tmi.v3i1.1408

Authors

  • Panji Panji Setyawan Universitas Malahayati
  • Fitriyani Fitriyani Universitas Malahayati
  • Ni Putu Sudiadnyan Sudiadnyan Universitas Malahayati

Epilepsi Karakteristik Pasien Kejang

Abstract

Background: Epilepsy is a chronic neurological disorder affecting the brain, characterized by seizures that may occur partially or generally, often accompanied by loss of consciousness and disruption of other bodily functions. According to the World Health Organization (WHO), approximately 50 million people worldwide suffer from epilepsy, with around 80% living in low- and middle-income countries.

Purpose: To determine the characteristics of epilepsy patients at Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital.

Method: A descriptive quantitative design with secondary data obtained from medical records. The sampling technique used was total sampling, including all epilepsy patients recorded within the study period.

Results: The majority of patients had generalized epilepsy (58.3%), most were in the children age group (42.8%), and the dominant gender was male (59.4%). Most patients had primary education (85.6%) and were unemployed (84.5%). The most common treatment duration was three years (55.1%), with generalized seizures being the most frequent type (57.8%).

Conclusion: Combination drug therapy was the most widely used, and the majority of epilepsy cases were controlled.

Keywords: Epilepsy; Patient Characteristics; Seizure.

 

Pendahuluan: Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis pada otak yang ditandai dengan kejang, baik parsial maupun umum, serta dapat disertai hilangnya kesadaran dan gangguan fungsi tubuh lainnya. Berdasarkan data WHO, sekitar 50 juta orang di dunia menderita epilepsi, dengan 80% di antaranya berada di negara berpendapatan rendah dan menengah.

Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.

Metode: Deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari rekam medik, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling.

Hasil: Sebagian besar pasien mengalami epilepsi jenis umum (58.3%), usia terbanyak adalah anak-anak (42.8%), dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (59.4%). Tingkat pendidikan terbanyak adalah pendidikan dasar (85.6%) dengan status pekerjaan sebagian besar tidak bekerja (84.5%). Durasi pengobatan terbanyak adalah 3 tahun (55.1%), jenis bangkitan terbanyak adalah bangkitan umum (57.8%), serta terapi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi obat (75.9%).

Simpulan: Terapi obat kombinasi adalah yang paling banyak digunakan, dan mayoritas kasus epilepsi terkontrol.

Kata Kunci: Epilepsi; Karakteristik Pasien; Kejang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abel, A. (2018) ‘Computed Tomography Scan (CT Scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pada Sistem Neurologis’, Academia, p. 1,7.

Aninditha, T. (2017) Buku Ajar Neurologi, Buku Ajar Neurologi.

Anindya, T. et al. (2021) ‘Karakteristik Pasien Epilepsi Rawat Jalan Di Poliklinik Saraf Rsup Sanglah Pada Bulan Agustus – Desember 2018 Departemen / KSM Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / Rumah Sakit Umum Pusat repeatedly , and give the motoric , sensoric , or tem’, 10(6), pp. 2–6.

Dewinadya, Saraswati, P. (2022) ‘Karakteristik penderita epilepsi rawat jalan di rsud bali mandara bulan januari – desember tahun 2019’, 11(01), pp. 25–29.

Gunawan, D.P. (2024) ‘Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Epilepsi Di Kelurahan Mahena Kecamatan Tahuna Kabupaten Sangihe’, e-CliniC, 2(1).

Harsono (2021) Epilepsi Edisi III. III. Edited by Dewi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (2016) ‘Rekomendasi Penatalaksanaan Kejang Demam’, Ikatan Dokter Anak Indonesia, p. 1.

Khairin, K., Zeffira, L. and Malik, R. (2020) ‘Karakteristik Penderita Epilepsi di Bangsal Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2018’, Health & Medical Journal, 2(2), pp.

Kristanto, A. (2017) ‘Epilepsi bangkitan umum tonik-klonik di UGD RSUP Sanglah Denpasar-Bali’, Intisari Sains Medis, 8(1), pp. 67–73.

PERDOSSI (2016) ‘Panduan Praktik Klinis Neurologi’, PERDOSSI, pp. 154–156.

Saefulloh, M.N. et al. (2019) ‘Hubungan Lama Pengobatan dan Jenis Obat Anti Epilepsi dengan Derajat Depresi pada Pasien Epilepsi’, Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 1(2), pp. 156–160.

Sari, N.K., Herlina, N. and Jhonet, A. (2021) ‘Hubungan Riwayat Kejang Demam Dengan Kejadian Epilepsi Pada Anak ≤ 5 Tahun Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018-2019’, Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(3), pp. 453–458.

Scheffer, I.E. et al. (2017) ‘ILAE Classification of the Epilepsies Position Paper of the ILAE Commission for Classification and Terminology’, Epilepsia, 58(4), pp. 512–521.

Susanti, Y.E. and Wahyudi, T. (2020) ‘Karakteristik Klinis Pasien Kejang Demam Yang Dirawat Di Rumah Sakit Baptis Batu’, Damianus: Journal of Medicine, 19(2), pp. 91–98.

Suwarba, I.G.N.M. (2011) ‘Insidens dan Karakteristik Klinis Epilepsi pada Anak’, Sari Pediatri, 13(2), p. 123.

Tjandrajani, A. et al. (2012) ‘Karakteristik Kasus Epilepsi di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita pada Tahun 2008-2010’, Sari Pediatri, 14(3), p. 143.

Vote, C.E. (2019) ‘Epilepsy’, World Health Organization, 1(Nov), pp. 1–41.

Downloads

Published

2025-08-24