Penerapan senam otak terhadap daya ingat (fungsi kognitif) pada lansia yang mengalami demensia di wilayah kerja puskesmas

DOI: https://doi.org/10.56922/tmi.v2i2.1282

Authors

  • Dimas Ning Pangesti Akademi Keperawatan Baitul Hikmah
  • Sarinah Sri Wulan Akademi Keperawatan Baitul Hikmah Bandar Lampung
  • Marliyana Marliyana Akademi Keperawatan Baitul Hikmah Bandar Lampung

Demensia Kognitif Lansia Senam Otak

Abstract

Background: Dementia is a generalized decline in higher mental functions that is progressive and irreversible with a lot of consciousness. Cognitive is a person's belief about something that is obtained from the process of thinking about someone or something. Brain exercise can improve language skills and memory.

Purpose: To determine the results of the application of brain exercise on cognitive function in the elderly with dementia with 2 elderly subjects.

Method: This type of qualitative writing uses a case study approach.

Results: The application of brain exercise on subjects I and II after brain exercise were carried out, namely, on subject I, an increase in day 5 was found with a total MMSE assessment score of 28 (normal cognitive function). Meanwhile, respondent II got the results on the 5th day with a total score of 24 (mild dementia).

Conclusion: The difference in results between the two subjects was due to the factors that influenced it, namely, education and physical activity.

Keywords: Brain Exercise; Cognitive; Dementia; Elderly.

 

Pendahluan: Demensia adalah penurunan menyeluruh darifungsi mental luhur yang bersifat progresif dan ireverisibel dengan kesadaran yang banyak. Kognitif adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang sesorang atau sesuatu. Senam otak mampu meningkatkan kemampuan berbahasa dan daya ingat.

Tujuan: Untuk mengetahui hasil penerapan senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia yang mengalami demensia dengan 2 orang subjek lansia.

Metode: Jenis penulisan kualitatif menggunakan pendekaatan studi kasus.

Hasil:  Penerapan senam otak pada subjek I dan II sesudah dilakukan senam otak yaitu, pada subjek I ditemukan peningkatan hari ke-5 dengan jumlah skor penilaian MMSE 28 (fungsi kognitif normal). Sedangkan responden II didapatkan hasil hari ke-5 dengan jumlah skor penilaian 24 (demensia ringan).

Simpulan: Terjadinya perbedaan hasil antara kedua subjek karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu, pendidikan dan aktivitas fisik.

Kata Kunci: Demensia; Kognitif; Lansia; Senam Otak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Azab, M. (2019). Neurologi untuk keperawatan. Salemba Medika.

Budiarto, E. (2016). Metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan. EGC.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2020). Profil kesehatan lansia Jawa Timur. Dinkes Provinsi Jawa Timur.

Eva D. R., Sulistyawati, W., & Etika, A. N. (2017). Pengaruh Brain Gym terhadap fungsi kognitif lansia dengan riwayat demensia. Nursing Sciences Journal, 6(2), 3906.

Fadli, F., Patoding, S., & Asmar. (2023). Pengaruh terapi Brain Gym terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia yang menderita demensia. Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, 14(2), 42–45.

Faleri, N. A., Hidayat, S., & Oktavianisya, N. (2024). Senam otak mempengaruhi fungsi kognitif lansia dengan demensia. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(1), 1–8.

Fitri, M., Rahmi, U., Pitriani, P., & Sulastri, A. (2020). Efektivitas senam vitalisasi otak terhadap kebugaran jasmani pada lansia demensia. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 6(2), 14360.

Fitriani, S. (2018). Pengaruh senam otak terhadap daya ingat pada lansia dengan demensia di Panti Wredha Kasih Ibu Surabaya [Skripsi, Universitas Airlangga].

Hidayat, A. A. (2014). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Salemba Medika.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan kesehatan lanjut usia di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusnanto, K. (2013). Dasar-dasar keperawatan gerontik. Salemba Medika.

Marlina, L. (2017). Efektivitas brain gym terhadap peningkatan memori jangka pendek pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Banjarbaru [Skripsi, Universitas Lambung Mangkurat].

Maryam, R. S. (2008). Pengantar ilmu keperawatan gerontik. EGC.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta

Nurli, N., Ambo Hamzah, I., & Arfan, F. (2024). Efektivitas senam otak (Brain Gym) terhadap fungsi kognitif pada lansia. Mando Care Jurnal, 1(1), 26–31.

Safrudin, M. B., Widyastuti, D., & Amanda, D. C. (2024). Penerapan terapi senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan demensia: Literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1).

Septianti, S. D. W., Suyamto, & Santoso, T. (2016). Pengaruh senam otak (Brain Gym) terhadap tingkat demensia pada lansia. Jurnal Keperawatan Notokusumo, 4(1), 47–53.

Sianturi, S. R., Kusumaningsih, I., Linawati, L., & Wulandari, E. (2024). Latihan senam otak untuk mencegah demensia pada lansia di Puskesmas. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 5714–5718.

Suryatika, A. R., & Pramono, W. H. (2019). Penerapan senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 3(1), 28–36.

Downloads

Published

2025-04-01