Pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i4.987
Hipertensi Rendam Kaki Air Hangat Slow Deep Breathing Tekanan Darah
Abstract
Background: Hypertension is often called the "silent killer" because it damages the body without causing symptoms. Hypertension can be managed using a combination of slow deep breathing and warm foot soaks.
Purpose: To examine the effect of slow deep breathing and warm foot soaks on lowering blood pressure in patients with hypertension.
Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach without a control group. The population in this study was 94 people. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 15 people. Data were analyzed using the Wilcoxon statistical test.
Results: The average blood pressure before the intervention was 152.00 systolic and 84.67 diastolic. Meanwhile, the average blood pressure after the intervention decreased to 128.00 systolic and 78.67 diastolic. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.001, or p-value <0.05.
Conclusion: Slow deep breathing and warm foot soaks have an effect on lowering blood pressure in people with hypertension.
Keywords: Hypertension; Slow Deep Breathing; Pressure; Warm Foot SoakBlood
Pendahuluan: Hipertensi sering disebut “silent killer” karena merusak tubuh tanpa menimbulkan gejala. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan menggunakan terapi kombinasi slow deep breathing dan rendam kaki air hangat.
Tujuan: Untuk pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini sebanyak 94 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan sampel 15 orang. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon.
Hasil: Rata-rata tekanan darah sebelum diberikan intervensi yaitu sistol 152,00 dan diastol 84,67. Sedangkan rata-rata tekanan darah sesudah diberikan intervensi berkurang menjadi tekanan darah sistol 128,00 dan diastol 78,67. Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai p-value 0,001 atau p-value <0,05.
Simpulan: Terdapat pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi
Kata Kunci: Hipertensi; Rendam Kaki Air Hangat; Slow Deep Breathing; Tekanan Darah.
Downloads
References
Hasan, A. (2018). Korelasi umur dan jenis kelamin dengan penyakit hipertensi di emergency center unit rumah sakit islam siti khadijah palembang 2017. Indonesia Jurnal Perawat, 3(1), 9-16.
Astutik, M. F., & Mariyam, M. (2021). Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Menggunakan Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat. Ners Muda, 2(1), 54.
Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Keperawatan medikal bedah: manajemen klinis untuk hasil yang diharapkan. Elsevier (Singapore).
Santi Damayanti, C. D. Y., Meisatama, H., & Luturmas, A. K. (2022). Efektivitas Terapi Hidroson (Hidroterapi Dan Benson) dan Terapi Relaksasi Dzikir Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia. In Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu (Vol. 4, No. 1, pp. 341-350).
Fithriyani, M. E. P., & Nasrullah, D. (2020). Effect of hydrotherapy warm red ginger to reduce blood pressure on elderly at Panti Werdha Budi Luhur, Jambi. Indian Journal of Public Health Research & Development, 11(3), 1968-1972.
Harahap, A. O. (2022). Penerapan pengaturan posisi dan rendam kaki dengan air hangat untuk mengurangi bengkak kaki pada ibu hamil trimester III Pada Ny. N Di PMB Hasmiati, SST Bandar Lampung, 2022 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
Hurrin, U., Satiti, N. P., & Oktaviana, M. N. (2024). Pengaruh Teknik Slow Deep Breathing terhadap Tekanan Darah pada Wanita Menopause di Dusun Malangsari Kalibaru. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 11(2), 32-43.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. diakses dari: https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/1700108499655598d3c61e16.60954826.pdf
Kurniawan, C. A., & Setyawati, D. (2023). Terapi Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Relaksasi Nafas dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Ners Muda, 4(3), 310-321.
Maulia, M., & Hengky, H. K. (2021). Analisis kejadian penyakit hipertensi di Kabupaten Pinrang. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 4(3), 324-331.
Nurdiansyah, T. E., Amalia, A., & Suhendra, A. (2020). Hubungan Obesitas Dan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Di Rumah Sakit Daerah Mayjend. Hm. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 1(1).
Rahayu, E. P., Ro’isah, R., & Hamim, N. (2023). Efektivitas Terapi Relaksasi Nafas Dalam Dan Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 2(9), 387–398.
Riyada, F., Fauziah, S. A., Liana, N., & Hasni, D. (2024). Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Resiko Hipertensi pada Lansia. Scientific Journal, 3(1), 27-47.
Suryandari, D., & Ningrum, A. R. (2024). The Effect Of Slow Deep Breathing And Warm Water Foot. Indonesian Journal Of Global Health Research, 6(5), 2657–2664.
Syaidah Marhabatsar, N., & Sijid, A. (2021). Review: Penyakit Hipertensi Pada Sistem Kardiovaskular. Prosiding Biologi Achieving The Sustainable Development Goals With Biodiversity In Confroting Climate Change, 7(1), 72–78.
Triyanto, E. (2014). Pelayanan keperawatan bagi penderita hipertensi secara terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
World Health Organization (2023). Hipertensi. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Yulendasari, R., & Djamaludin, D. (2021). Pengaruh Pemberian Teknik Relaksasi Benson Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Holistik Jurnal Kesehatan, 15(2), 187–196.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aisyah Putri Oseda, Tubagus Erwin, Novika Andora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







