Efektifitas tindakan keperawatan pursed lip breathing exercise terhadap penurunan sesak nafas pada pasien asma di puskesmas Kemiling Bandar lampung tahun 2019
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v1i1.91
Asma Pernapasan Pursed lips breathing exercise
Abstract
Pendahuluan: Asma merupakan suatu keadaan dimana saluran pernapasan mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Serangan asma yang terjadi menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas atau sesak nafas. Salah satu intevensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sesak napas yaitu latihan pursed lip breathing.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan tindakan keperawatan mandiri pursed lip breathing exercise untuk mengurangi sesak napas terhadap pasien yang mengalami asma diwilayah kerja Puskesmas Kemiling.
Metode: Deskriptif dalam bentuk studi kasus. Pengumpulan data adalah observasi dan wawancara pada pasien yang menderita asma.
Hasil: Terjadi penurunan derajat sesak napas pada responden sesudah melakukan pursed lips breathing exercise.
Simpulan: Adanya pengaruh tindakan keperawatan pursed lips breathing exerciseter terhadap penurunan sesak napas pada pasien asma.
Downloads
References
Afandi, I. (2013). Anatomi fisiologi sistem pernapasan. Diunduh pada tanggal 2 Januari 2018, dari https://www.slideshare.net/mobile/RningtyasAgAAQBAJ&hl=id&source=gbs_navlinks_s
Anies. (2010). Penyakit akibat kerja. Diunduh pada tanggal 28 Mei 2018, dari https://books.google.co.id/books?redir_esc=y&hl=id&id=SeM8DwAAQBAJ&q=ASMA#v=snippet&q=ASMA&f=false
Arifuddin, A., Rau, M. J., & Hardiyanti, N. (2019). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Singgani Kota Palu. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 5(1), 13-18.
Azhar, A. H., & Berawi, K. (2015). Hubungan rutinitas senam asma terhadap faal paru pada penderita asma. Jurnal Majority, 4(9), 103-107.
Bakti, A. K. (2015). Pengaruh pursed lip breathing exercise terhadap penurunan tingkat sesak napas pada penyakit paru obstruksi kronik (ppok) di balai besar kesehatan paru masyarakat (bbkpm) surakarta . EPRINTS. Diunduh pada tanggal 11 Desember 2017, dari http://eprints.ums.ac.id/40106/1/
Beckmann, C.R.B., et al. (2016). Mosby’s medical dictionary, ed 10th. Diunduh pada tangggal 12 Desember 2017, dari https://books.google.co.id/books
Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Keperawatan medikal bedah ed 8. Singapore: Elsevier.
Brunner, L. S. (2010). Brunner & Suddarth's textbook of medical-surgical nursing (Vol. 1). Lippincott Williams & Wilkins.
Danusantoso, H. (2012). Buku saku ilmu penyakit paru, ed 2. Jakarta: EGC.
Fahrur, R., Tintin, S., & Ririn, P. (2018). Effect of Pursed Lips Breathing and Distract Auditory Stimuli Against Dyspnea.
Ihsan, M. (2019). Karakteristik Foto Thorax pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RS Unhas Makassar, Periode Januari-Juni 2019 (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).
Ikawati, Z. (2014). Penyakit sistem pernafasan dan tatalaksana terapinya. Yogyakarta: Bursa Ilmu.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Profil Kesehatan Indonesia. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-Indonesia-2015.pdf
Khasanah, S., & Maryoto, Madyo. (2014). Efektifitas posisi condong ke depan (ckd) dan pursed lips breathing (plb) terhadap peningkatan saturasi oksigen pasien penyakit paru obstruktif kronik (ppok). Diunduh pada tanggal 8 November 2017,dari http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/1200
Larasati, M. D. (2018). Pola peresepan obat pada penderita penyakit asma anak usia 12-18 tahun di poli rawat jalan balai kesehatan masyarakat (balkesmas) klaten tahun 2017 (Doctoral dissertation, STIKES Muhammadiyah Klaten).
Marni. (2014). Asuhan keperawatan pada anak sakit dengan gangguan pernapasan. Yogyakarta: Gosyen Publising.
Melani, M. F. (2021). Asuhan keperawatan tn. K dengan penyakit paru obstruktif kronis (ppok) pada lanjut usia di ruang cempaka rsud panembahan senopati bantul (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).naskah%20publikasi.pdf
Nurarif, A & Kusuma, H. (2015). Aplikasi auhan keperawatan bedasarkan diagnose medis nanda nic-noc, jilid 1. Jogjakarta: Madiaction
Nursalam. (2013). Metodelogi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Oemiati, R. (2013). Kajian epidemiologis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 23(2), 20807.
Permadi, B. A. (2017). Hubungan kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru pada polisi lalu lintas di polres pemalang (Doctoral dissertation, Muhammadiyah University of Semarang).
Putri, A. N., Budisetyawan, F. E., & Noerwahjono, A. (2018). Analisis Lingkungan Kerja dan Karakteristik Pekerja Terhadap Faal Paru Pekerja Industri Papan Semen Rata (Studi Kasus di PT “X” Malang). Herb-Medicine Journal, 1(2).
Renowati, I. (2019). Laporan Akhir Program Profesi Ners Asuhan Keperawatan pada Pasien TB Paru di Ruang Mawar RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar (Doctoral dissertation, STIKes Patria Husada Blitar).
Sari, N. K. (2016). Effect of self efficacy pursed lip breathing to decrease tightness and improved oxygen saturation in patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). International Journal of Medical Research & Health Sciences, 5(3), 17-21.
Suryantoro, E., Isworo, A., & Upoyo, A. S. (2017). Perbedaan efektivitas pursed lips breathing dengan six minutes walk test terhadap forced expiratory. JKP, vol 5 no 2. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2017-2/20435214-SP-Eva%20
Tarwoto, Aryani, R., & Wartonah. (2009). Anatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan. Jakarta: TIM.tcover&output=reader&hl=id&pg=GBS.PP2.w.15.0.9upload/5900_pdf.pdf&did=5900
Wahid, A., & Suprato, I. (2013). Asuhan keperawatan pada gangguan sistem respirasi. Jakarta: TIM.
Wahyu, C., Pepin, N., & Hexawan, T. (2013). Analisa Faktor-faktor Pencetus Derajat Serangan Asma Pada Penderita Asma Di Puskesmas Perak Kabupaten Jombang Tahun 2013. Jurnal Metabolisme, 2(3), 1-7.
Wibowo, A. (2017). Hubungan antara faktor resiko pajanan lingkungan dengan kasus eksaserbasi asma bronkial di pringsewu, lampung. Diunduh pada tanggal 28 Mei 2018, dari http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index
Widiyani, C. T. C. (2015). Pengaruh Pursed Lips Breathing Exercise Terhadap Arus Puncak Ekspirasi (Ape) Pada Pasien Bronkitis Kronis Di Poli Spesialis Paru B Rumah Sakit Paru Kabupaten Jember.
Wijaya, A., & Putri, Y. (2013). Keperawatan medikal bedah 1, keperawatan dewasa. Yogyakarta: Nuha Medika.
Winardi, A. (2013). “Hubungan kebiasaan merokok dengan tingkat keparahan asma bronkial di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar”. Diunduh pada tanggal 28 Mei 2018, dari http://ejurnal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/Juli-2013/article/view/33
Yubhar, Y. (2013). Keefektifan Cognitive Behavior Therapy Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan, Meningkatkan Skor Kontrol Asma Dan Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Asma Di RS. Dr. Moewardi Surakarta (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).
Yuliani, E. (2016). Optimalisasi pemenuhan kebutuhan oksigenisasi melalui pursed lip breathing exercise dengan pendekatan model konservasi levine.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







