Gambaran kejadian demam berdarah dengue
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i1.814
Demam Berdarah Dengue Fase Kritis Trombositopenia Hematokrit Karakteristik Pasien
Abstract
Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease characterized by changes in platelet and hematocrit levels, especially in the critical phase.
Purpose: To analyze patient characteristics, signs and symptoms, and laboratory test results in DHF patients.
Method: A case study design was conducted at a hospital in Central Java in September. A total of 5 children with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) were recruited by accidental sampling with the criteria of children who had been diagnosed with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) by doctors who were participants in this study.
Results: There were more male patients than female patients, with the largest age range being 14-15 years. The most common length of hospitalization was 5 days (80%). The most common symptoms were decreased platelets (<150.000), hematocrit (<38%) and leukocytes (<4.400), while bleeding occurred more often on the 4th and 5th days. The critical phase is characterized by the highest decrease in platelets on day 7 and an increase in hematocrit on day 5, which increases the risk of plasma leakage and shock. A sudden decrease in body temperature is an important indicator in recognizing the critical phase.
Conclusion: The most common clinical symptoms found in patients are decreased platelets and leukocytes, while other symptoms such as bleeding, nausea, vomiting, and pain vary. In addition to clinical factors, the level of public knowledge about DHF is relatively good, but the implementation of preventive measures is still low. This indicates the need for more intensive education and community-based interventions to increase awareness and behavioral changes in preventing DHF.
Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever; Critical Phase; Thrombocytopenia; Hematocrit; Patient Characteristics
Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan perubahan kadar trombosit dan hematokrit, terutama pada fase kritis.
Tujuan: Untuk menganalisis karakteristik pasien, tanda dan gejala, serta hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien DBD.
Metode: Penelitian dengan rancangan studi kasus yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Jawa Tengah pada bulan September. Diperoleh sebanyak 5 anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) direkrut dengan cara accidental sampling dengan kriteria anak-anak yang telah didiagnosis Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) oleh dokter yang menjadi partisipan dalam penelitian ini.
Hasil: Pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan rentang usia terbanyak 14-15 tahun. Lama rawat inap paling umum adalah 5 hari (80%). Gejala yang paling sering muncul adalah penurunan trombosit (<150.000), hematokrit (<38%) dan leukosit (<4.400), sementara perdarahan lebih sering terjadi pada hari ke-4 dan ke-5. Fase kritis ditandai dengan penurunan trombosit tertinggi pada hari ke-7 dan peningkatan hematokrit pada hari ke-5, yang meningkatkan risiko kebocoran plasma dan syok. Penurunan mendadak suhu tubuh menjadi indikator penting dalam mengenali fase kritis.
Simpulan: Gejala klinis yang paling umum ditemukan pada pasien adalah penurunan trombosit dan leukosit, sedangkan gejala lain seperti perdarahan, mual, muntah, dan nyeri bersifat bervariasi. Selain faktor klinis, tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBD tergolong baik, tetapi penerapan tindakan pencegahan masih rendah. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi yang lebih intensif dan intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran serta perubahan perilaku dalam mencegah DBD.
Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue; Fase Kritis; Trombositopenia; Hematokrit; Karakteristik Pasien
Downloads
References
Anjani, F. (2022). Pengaruh Jumlah Trombosit Pada Pasien Anak Penderita Demam Berdarah Dengue di Kota Langsa. QUIMICA: Jurnal Kimia Sains dan Terapan, 4(1), 1-4.
Astuti, M., Karim, Y. R., Utami, R. F., Muhajir, A., AzhZahra, P. B., Noviani, A., Rahmasari, F., Khairunnisa, Z., Anggraini, P., Larasati, S. A., & Novianus, C. (2022). Upaya Penguatan Intervensi Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Masyarakat RW 006, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputata Timur, Kota Tangerang Selatan Tahun 2022. Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi Dan Kesehatan Indonesia, 1(1), 30-41.
Rumana, N. A., Indawati, L., & Dewi, D. R. (2022). Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue Rawat Inap di Rumah Sakit Umum UKI Tahun 2020. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 1(1), 60-70.
Cahyani, R. (2020). Gambaran Peran Perawat Dalam Penatalaksanaan Asuhan Keperawatan Pada Pasien DBD Anak Di Bangsal Ibnu Sina RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).
Dewi, E. U. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan covid-19. Jurnal Keperawatan, 9(2), 21-25.
Halim, R., & Rifal, M. (2024). Trombositopenia pada Demam Berdarah Dengue. UMI Medical Journal, 9(1), 1-9.
Haryanti, T., & Azmiardi, A. (2021). Hubungan Faktor Lingkungan Fisik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Baturetno I. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB), 3(1), 30-40.
IW, M. L., & Khudsiyah, H. (2021). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Masyarakat Terhadap Pengetahuan Tentang Penanganan Demam Berdarah Dengue. Indonesian Health Science Journal, 1(1), 1-6
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Situasi Terkini Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari https://pusdatin.kemkes.go.id.
Mardhatilah, S., Ambiar, R. I., & Erlyn, P. (2020). Gambaran Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Dempo Kota Palembang. MESINA (Medical Scientific Journal), 1(1), 23-32.
Nisa, S. D. (2025). Optimizing Environmental Sanitation as an Effort to Control Dengue Fever (DBD) Vectors. Journal Health of Indonesian, 3(01), 33-41.
Prasetya, Y. A., Hisbiyah, A. Y., Hidayat, R. N., Hartono, M. C., & Dewi, Y. E. N. K. (2019). Penerapan hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk penanganan wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Dusun Besuk Desa Jabaran Kecamatan Balongbendo Sidoarjo. BAKTIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 1(1), 70-75.
Pratiwi, H. D., Prasetyo, H., & Amrullah, A. E. (2022). Analisis Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue: Studi Literature. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan Dan Teknologi, 4(2), 35-42.
Sangkaew, S., Ming, D., Boonyasiri, A., Honeyford, K., Kalayanarooj, S., Yacoub, S., & Holmes, A. (2021). Risk predictors of progression to severe disease during the febrile phase of dengue: a systematic review and meta-analysis. The Lancet infectious diseases, 21(7), 1014-1026.
Sutriyawan, A. (2021). Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemberantasan sarang nyamuk. Journal of Nursing and Public Health, 9(2), 1-10.
Tansil, M. G., Rampengan, N. H., & Wilar, R. (2021). Faktor risiko terjadinya kejadian demam berdarah dengue pada anak. Jurnal Biomedik: JBM, 13(1), 90-99.
Tirtadevi, S. N., Riyanti, R., & Wisudanti, D. D. (2021). Korelasi Jumlah Trombosit dan Kadar Hematokrit terhadap tingkat Keparahan Pasien Demam Berdarah Dengue di RSD dr Soebandi Jember.
Wijirahayu, S., & Sukesi, T. W. (2019). Hubungan kondisi lingkungan fisik dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(1), 19.
World Health Organization (WHO). (2022). Dengue and severe dengue. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue.
World Health Organization (WHO). (2020). Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention, and control. WHO Press. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789241547871
Yuliana, R., Rahmaniati, M., Apriantini, I., & Triarjunet, R. (2022). Pemetaaan Kerawanan dan Penentuan Prioritas Penanganan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Padang. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(5), 503-511.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Khusnul Rohim Rufiana, Siti Arifah, Nurhayati Nurhayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







