Efektivitas asuhan keperawatan menggunakan teori florence nightingale pada pasien penyakit tuberkulosis
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i1.642
Teori Florence Nightingale Tuberkulosis
Abstract
Background: Tuberculosis is caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis which attacks body tissues, especially the lungs. Pulmonary TB also has an impact on sufferers such as physical weakness, persistent cough, difficulty breathing, chest pain, weight loss and decreased appetite and high fever, according to Nightingale patients in the context of the environment consisting of the physical environment, psychological environment and social environment.
Purpose: To improve health services in improving disease management to bring patients into good and optimal condition to carry out activities through processes that affect the environment.
Method: The nursing process uses Florance Nightingale's nursing theory. Techniques in data collection are interviews, observations, physical examinations and nursing care. The object of this study is Mr. R who is a tuberculosis patient who is experiencing complaints.
Results: The complaint felt by Mr. R was a cough accompanied by shortness of breath and fever for 2 days. The form of phlegm that came out when coughing was thick and yellow and had no appetite. After conducting observations, it was discovered that the client usually smoked up to three packs every day. Florance nightingale focused on environmental conditions and building individuals with the environment such as communication, lack of information about environmental cleanliness, ventilation, waste disposal, and environmental pollution.
Conclusion: The role of nurses in Florence Nightingale's theory is not only focused on administering medication, but must also pay attention to a comfortable environment for patients, adequate rest and nutrition, good air, and optimal light.
Keywords: Theory Florence Nightingale; Tuberculosis
Pendahuluan: Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang jaringan tubuh, terutama paru-paru. TB-paru juga memberikan dampak pada penderita seperti kelemahan fisik,batuk persisten, kesulitan bernafas, nyeri dada, penurunan Berat Badan dan penurunan nafsu makan dan demam tinggi, menurut nightingale pasien dalam konteks lingkungan yang terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan lingkungan sosial.
Tujuan: Untuk memperbaiki pelayanan kesehatan dalam meningkatkan pengelolaan penyakit untuk membawa pasien ke dalam kondisi yang baik dan optimal untuk melakukan aktivitas melalui proses yang mempengaruhi lingkungan.
Metode: Proses keperawatan menggunakan teori keperawatan florance nightingale. Teknik dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan asuhan keperawatan. Objek penelitian ini adalah Tn. R yang merupakan pasien penyakit tuberkulosis yang mengalami keluhan.
Hasil: Keluhan yang dirasakan oleh Tn. R berupa batuk yang disertai sesak nafas dan demam selama 2 hari. Bentuk dahak yang keluar saat batuk adalah kental berwarna kuning dan tidak memiliki nafsu makan. Setelah melakukan observasi, diketahui bahwa klien biasa merokok hingga tiga bungkus setiap harinya. Florance nightingale berfokus pada kondisi lingkungan dan membangun individu dengan lingkungan seperti komunikasi, kurangnya informasi tentang kebersihan lingkungan, ventilasi, pembuangan sampah, dan pencemaran lingkungan.
Simpulan: Peran perawat dalam teori Florence nightingale tidak hanya berfokus untuk pemberian obat saja, melainkan harus memperhatikan lingkungan yang nyaman bagi pasien, istirahat dan nutrisi yang cukup, udara yang baik, dan cahaya yang optimal.
Kata Kunci : Teori Florence Nightingale; Tuberkulosis
Downloads
References
Aprilia, D., Murwati, M., & Roeslina Sofais, D. A. (2023). Application Of Florance Nightingale Theory Of Bronchial Pulmonary Asthma Patients With Pursed Lip Breathing Exercise And Effective Cough At Lebong District Health Center Test Care In 2022. Student Scientific Journal, 1(2), 131-138.
Athosra, A., Maisyarah, M., Satria, E. B., & Suwito, A. (2023). Prevalensi Penyakit Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kab Agam Tahun 2022. Human Care Journal, 7(3), 749-755.
Basri, K. S., Ayini, N., Budiman, H., Ishak, N. I., & Hasani, R. (2022). Teori Kesehatan Lingkungan. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Citra, V. F., Zikran, Z., Purwanto, S., & Latifin, K. (2024, November). Penerapan Intervensi Batuk Efektif Pada Pasien Tuberkulosis Paru Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. In Proceeding Seminar Nasional Keperawatan (Vol. 10, No. 1, Pp. 106-111).
Hadis, H. (2019). Gambaran Tingkat Kemandirian Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Diangnosa Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Bulurokeng Kec. Biringkanaya Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 13(6), 717-723
Hazrina, F. A., & Nursanti, I. (2024). Asuhan Keperawatan Dengan Tuberculosis (Tbc) Dalam Pendekatan Teori Florence Nightingale (Modern Nursing). Zahra: Journal of Health and Medical Research, 4(1), 31-41.
Indriani, K., Tarjuman, T., Sukarni, S. H., & Rokhayati, A. (2021). Gambaran sikap penderita tuberkulosis paru dalam pencegahan penularan penyakit: literatur review. Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale, 1(1), 201-210.
Lestari, L., & Ramadhaniyati, N. S. K. (2021). Falsafah dan teori keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lestari, P., & Apriza, A. (2024). Asuhan Keperawatan pada Tn. A dengan Pneumonia di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang. Science: Indonesian Journal of Science, 1(2), 153-165.
Mediarti, D., Syokumawena, S., & Prihartini, D. (2024). Implementasi Keperawatan dengan Masalah Defisit Nutrisi pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(2), 1531-1535.
Ningsih, S., & Novitasari, D. (2023). Efektifitas Batuk Efektif pada Penderita Tuberculosis Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 983-990.
Otlina, O., Murwati, M., & Roeslina Sofais, D. A. (2023). The Application Of Slow Deep Breating Post Op Herniadectomy Patients With The Application Of Jean Watson's Theory At Muara Beliti Hospital, Musi Rawas Regency In 2022. Student Scientific Journal, 1(2), 157-162.
Patola, A., & Tridiyawati, F. (2022). The effectiveness of soaking the feet in salt water to reduce the degree of edema in pregnant women trimester III. Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal), 8(2).
Pramono, J. S., Surura, H. N., & Mastari, E. S. (2021). Perkembangan Pengobatan Berbahan Herbal Di Indonesia. Jawa Barat: Penerbit Adab.
Rahman, I. A. (2022). Effective Cough Management Due to Pulmonary Tuberculosis. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(2), 323-329.
Rani, A. H., & Nursanti, I. (2023). Aplikasi Teori Florence Neghtingale Pada Pasien An. A Dengan Penyakit Tuberculosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2023. Nursing Arts, 17(2).
Sari, Y. S., & Kamil, H. (2022). The patient with multi-drug resistant–pulmonary tuberculosis adherence to treatment: a qualitative study. Enfermería clínica, 32, S58-S61.
Tania, S. A., Maghfirah, S., & Munawaroh, S. (2020). Studi Kasus: Upaya Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Ruang Asoka Rsud Dr. Harjono Ponorogo. Health Sciences Jurnal (Jurnal Ilmiah Mahasiswa), 4(1), 1-14.
World Health Organization. (2013). Global tuberculosis report 2013. World health organization. Diakses dari: https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=1rQXDAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=WHO.+Global+Tuberculosis+Report+2023.+World+Health+Organization.+2023.&ots=la06Xo3sX2&sig=Yc9uhps4sh4ntHgLuJ-a2i9tlGU&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Wulandari, D., Rustandi, H., & Roeslina Sofais, D. A. (2023). Effective Cough Technique In Pulmonary Tb Patients With The Application Of Florance Nightingale Theory Application At The Kota Baru Health Center Of Lebong Regency In 2022. Student Scientific Journal, 1(2), 139-144.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agung Anggara Lukmenda, Suriadi Suriadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







