Psikoedukasi untuk menurunkan kecemasan pada keluarga dan pasien dengan diabetes melitus

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v4i1.468

Authors

  • Ikhwanudin Ikhwanudin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baitul Hikmah
  • Sarinah Sri Wulan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baitul Hikmah
  • Nuridah Nuridah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baitul Hikmah

Diabetes Melitus Kecemasan Psikoedukasi Keluarga

Abstract

Background: Anxiety in diabetes mellitus patients due to chronic pain and impaired physical activity makes families feel the impact of the same problems in the process of treating diabetes mellitus patients. The anxiety that arises in the family is caused by the caregiver's concern about meeting the patient's main needs in carrying out daily physical activities.

Purpose: To find out the description of families in caring for family members who suffer from diabetes mellitus and to know the benefits of psychoeducation as therapy to support the learning process about caring for chronic disease sufferers at home in reducing the burden and level of anxiety in families and diabetes mellitus patients.

Methods: Qualitative research with a case study approach conducted on families and patients experiencing diabetes mellitus concerns. The research was carried out in Bernung, Pesawaran Regency in September 2023. The intervention was carried out directly once a week with a total of 6 sessions and held in 5 meetings.

Results: Before providing psychoeducation, the results of the Self-Reported Question (SRQ) were obtained with a score of 9. This shows that the family experienced stress in caring for the patient, therefore deep breathing relaxation techniques and stress management as well as five finger hypnosis were given to the patient's family. After being given family psychoeducation for 5 meetings and measuring anxiety levels again using the CANSAS questionnaire, it was found that the family's anxiety level had decreased.

Conclusion: There was a decrease in family anxiety before and after family psychoeducation was carried out.

Suggestion: Implementing psychoeducation in families who care for patients with chronic illnesses can change the coping mechanisms that exist in the family, so that it can be used as a support for the learning process about caring for diabetes mellitus sufferers at home with the aim of caregivers feeling less anxious than before.

 

Keywords: Anxiety; Family Psychoeducation; Hypertension.

 

Pendahuluan: Kecemasan pada pasien diabetes melitus akibat ada nyeri kronik dan gangguan aktivitas fisik membuat keluarga merasakan dampak masalah yang sama dalam proses perawatan pasien diabetes melitus. Kecemasan yang muncul pada keluarga diakibatkan oleh adanya perasaan khawatir pada caregiver dalam memenuhi kebutuhan utama pasien dalam menjalankan aktivitas fisik sehari-hari.

Tujuan:.Untuk mengetahui gambaran keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita diabetes melitus dan mengetahui manfaat psikoedukasi sebagai terapi pendukung proses belajar tentang perawatan penderita penyakit kronis di rumah dalam menurunkan beban dan tingkat kecemasan pada keluarga dan pasien diabetes melitus.

Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada keluarga dan pasien yang mengalami kecemasan diabetes melitus. Penelitian dilaksanakan di Bernung Kabupaten Pesawaran pada bulan September 2023. Intervensi dilakukan secara langsung selama 1x per minggu dengan total 6 sesi dan dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan.

Hasil: Sebelum pemberian psikoedukasi hasil Self-Reported Question (SRQ) diperoleh nilai 9. Hal ini menunjukan bahwa keluarga mengalami stress dalam merawat pasien, oleh karena itu diberikan teknik relaksasi nafas dalam dan manajemen stress serta hypnosis lima jari kepada keluarga pasien. Setelah diberikan psikoedukasi keluarga selama 5x pertemuan dan dilakukan kembali pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner CANSAS diperoleh bahwa tingkat kecemasan keluarga menurun.

Simpulan: Adanya penurunan kecemasan keluarga sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi keluarga.

Saran: Pelaksanaan psikoedukasi pada keluarga yang merawat pasien dengan penyakit kronis dapat merubah mekanisme koping yang ada pada keluarga, sehingga dapat dijadikan pendukung proses belajar tentang perawatan penderita penyakit diabetes melitus di rumah dengan tujuan Caregiver yang merasakan kecemasan dapat berkurang dari sebelumnya.

 

Kata kunci: Diabetes Melitus; Kecemasan; Psikoedukasi Keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adwas, A. A., Elsayed, A., Azab, A. E., & Quwaydir, F. A. (2019). Oxidative stress and antioxidant mechanisms in human body. J. Appl. Biotechnol. Bioeng, 6(1), 43-47.

Afrizal, A. (2018). Permasalahan Yang Dialami Lansia Dalam Menyesuaikan Diri Terhadap Penguasaan Tugas-Tugas Perkembangannya. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 2(2), 91-106.

Andri, J., Padila, P., & Arifin, N. A. W. (2021). Tingkat Kecemasan Pasien Kardiovaskuler pada Masa Pandemi COVID-19. Journal of Telenursing (JOTING), 3(1), 382-389.

Amirudin, I., & Yunitasari, E. (2021). Diabetes Distress Dan Risiko Penyakit Kardiovaskular Pada Penderita Diabetes Melitus Type II. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6, 187-191.

Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan. (2023). Cegah sebelum terlambat : Diabetic Foot Ulcer. Diakses dari: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2759/cegah-sebelum-terlambat-diabetic-foot-ulcer

Hadisukanto, G., Elvira, S. D., & Hadisukanto, G. (2010). Buku ajar psikiatri. Ed, 2, 229-243.

Harsismanto, J., Padila, P., Andri, J., Sartika, A., & Andrianto, M. B. (2021). Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Kesmas Asclepius, 3(2), 80-87.

Haryati, O., & Nurdiana, N. (2018). Pengaruh Psikoedukasi terhadap Pengetahuan dan Tingkat Kecemasan Pasien dengan hipertensi. JKEP, 3(2), 119-130.

Irianti, S. (2022). Pengelolaan Diabetes Melitus Lansia Secara Mandiri Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pundong (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta)

Kamalah, A. D., Ahsan, A., & Kristianto, H. (2020). Efektivitas Psikoedukasi Keluarga dalam Menurunkan Beban Keluarga pada Keluarga Pasien Ulkus Diabetes Melitus. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(1), 9-16.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023), Saatnya Mengatur Si Manis. Diakses dari: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240110/5344736/saatnya-mengatur-si-manis/

Nies, M. A., & McEwen, M. (2019). Community/public health nursing: Promoting the health of populations (7th ed.). Elsevier(Community Health Plan Comprehensive Solved Nursing Paper Example)

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa medis & Nanda NIC-NOC. Yogyakarta: Mediaction.

Nurdin, M. A., Susanti, H., & Wardani, I. Y. (2020). Aplikasi tindakan generalis dan spesialis: psikoedukasi pada klien dan caregiver dengan hipertensi. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(4), 405-412.

Pardede, J. A., & Simangunsong, M. M. (2020). Family Support With The Level of Preschool Children Anxiety in the Intravenous Installation. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(3), 223-234.

Primasari, Y., & Rahmawati, E. Y. (2021). Progressive Muscle Relaxation Therapy as an Effort to Reduce Anxitety in Physical Diseases. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(2), 383-392.

Shiraishi, N., Watanabe, N., Katsuki, F., Sakaguchi, H., & Akechi, T. (2019). Effectiveness of the Japanese standard family psychoeducation on the mental health of caregivers of young adults with schizophrenia: A randomised controlled trial. BMC psychiatry, 19, 1-12.

Sun, X., Ge, J., Meng, H., Chen, Z., & Liu, D. (2019). The influence of social support and care burden on depression among caregivers of patients with severe mental illness in rural areas of Sichuan, China. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(11), 1961.

Stuart,G.W. (2013). Principles & Practice of Psychiatric Nursing ed.9. Philadelphia: Elsevier Mosby

Syahdi, D. (2018). Studi Kasus Asuhan Keperawatan Psikososial Pada Tn. S Dengan Masalah Ketidakberdayaan.

Videbeck, S. L. (2008). Buku ajar keperawatan jiwa. Jakarta: Egc, 78-98.

Wahyuningsih, P., Priyono, B., & Ngabekti, S. (2020). The Effectiveness of Bioedutainment Strategies by Biofun Card’ s Support on Learning Outcomes and Caring Attitudes for Invertebrate Diversity. Journal of Biology Education, 9(2), 185-192.

Wiharjo, K., Permana, H., & Rachmayati, S. (2014). Perbedaan Kadar Liver Fatty Acid Binding Protein (L-FABP) Urine Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Normoalbuminuria dan Mikroalbuminuria. Majalah Kedokteran Bandung, 46(2), 83-87.

Yunalia, E. M., Suharto, I. P. S., Haryuni, S., Eleeuw, S., & Samudera, W. S. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru. Nursing Sciences Journal, 6(2), 80-86.

Downloads

Published

2024-12-20