Edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi pada ibu postpartum di BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v4i1.466
Edukasi Kesehatan Luka Episiotomi Postpartum
Abstract
Background: An episiotomy is an incision made in the perineum before delivery, with the aim of widening the baby's birth canal so that delivery is easier. Perineal care is an effort to meet the health needs of the area between the thighs which is limited by the vulva and anus in postpartum mothers, during the period between the birth of the placenta until the genital organs return to their pre-pregnancy condition. Wounds caused by episiotomy or lacerations take six to seven days to heal. The process of cleaning the perineal area can be done with a thorough inspection of the perineum.
Purpose: To provide health education about episiotomy wound care to postpartum mothers.
Method: This research is a qualitative descriptive study with a case study design conducted on two patients with the same medical diagnosis, namely health education on episiotomy care for postpartum mothers. This research uses a nursing process approach with five stages, including assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. The focus of this case study is health education on episiotomy wound care for postpartum mothers carried out at BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus which starts from January-June 2023.
Results: The nursing diagnosis states there is no difference between case I and case II. Cases I and II experienced a knowledge deficit, did not know the source of information, did not know enough about how to care for suture wounds on the perineum, did not receive an explanation from the midwife regarding caring for the perineum after giving birth, and did not look for information on the internet about care after giving birth.
Conclusion: The results of the evaluation of the two participants after providing health education about episiotomy wound care found different results. Case I's knowledge deficit problem was partially resolved, and client II's knowledge deficit problem was completely resolved.
Suggestion: Health services are expected to ensure that the patient's family is satisfied with health services, and can provide complete and good facilities and infrastructure.
Keywords: Episiotomy Wound; Health Education; Postpartum.
Pendahuluan: Episiotomi adalah sayatan yang dilakukan pada perineum sebelum proses melahirkan, dengan tujuan untuk memperlebar jalan lahir bayi agar persalinan menjadi lebih mudah. Perawatan perineum adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pada area antara paha yang dibatasi oleh vulva dan anus pada ibu pasca melahirkan, selama periode antara kelahiran plasenta hingga organ genital kembali ke kondisi seperti sebelum kehamilan. Luka yang disebabkan oleh episiotomi atau laserasi membutuhkan waktu enam hingga tujuh hari untuk sembuh. Proses membersihkan area perineum dapat dilakukan dengan inspeksi perineum yang menyeluruh.
Tujuan: Untuk memberikan edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi kepada ibu postpartum.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosis medis yang sama yaitu pendidikan kesehatan perawatan episiotomi pada ibu Postpartum. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan lima tahapan, diantaranya yaitu pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Fokus studi kasus ini adalah edukasi kesehatan perawatan luka episiotomi pada ibu postpartum yang dilakukan di BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus yang dimulai dari bulan Januari-Juni 2023.
Hasil: Diagnosa keperawatan menyatakan tidak ada perbedaan antara kasus I dan kasus II. Kasus I dan II mengalami defisit pengetahuan, tidak mengenal sumber informasi, kurang mengetahui tentang cara perawatan luka jahitan pada perineum, belum mendapatkan penjelasan dari bidan mengenai perawatan perineum setelah melahirkan, dan tidak mencari informasi di internet mengenai perawatan setelah melahirkan.
Simpulan: Hasil evaluasi kedua partisipan setelah pemberian edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi ditemukan hasil yang berbeda. Masalah defisit pengetahuan kasus I teratasi sebagian, dan masalah defisit pengetahuan klien II teratasi sepenuhnya.
Saran: Pelayanan kesehatan diharapkan dapat memastikan bahwa keluarga pasien puas terhadap pelayanan kesehatan, dan dapat menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dan baik.
Kata Kunci: Edukasi Kesehatan; Luka Episiotomi; Postpartum.
Downloads
References
Azlina, N. (2019). Hubungan perawatan luka perineum dengan proses penyembuhan luka di klinik lena barus binjai tahun 2019 (Doctoral dissertation, INSTITUT KESEHATAN HELVETIA).
Damarini, S., Eliana, E., & Mariati, M. (2013). Efektivitas sirih merah dalam perawatan luka perineum di Bidan praktik mandiri. Kesmas, 8(1), 39-44.
Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bandar Lampung. 2021. Profil Kesehatan Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Diakses dari: https://dinkeskotabalam.com/prof/DINAS_KESEHATAN.pdf
Dinas Kesehatan Tanggamus. (2020). Profil Kesehatan Kabupaten Tanggamus. Diakses dari: https://dinkes.tanggamus.go.id/profil-kesehatan/
Eny, S & Diah, N. (2009). Asuhan Kebidanan Postpartum. Mitra Cendika. Yogyakarta.
Fortey A. dan Whitone E.W., 2010. Ilmu Kebidanan: Patologi dan Fisiologi Persalinan. Yogyakarta: Yayasan Essential Medika
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Angka Kematian Ibu. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI. Diakses dari: https://gizikia.kemkes.go.id/assets/file/pedoman/LAKIP%20GIKIA_TA%202022.pdf
Khasanah, T. M., & Yunitasari, E. (2021). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Gizi Ibu Hamil Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gadingrejo Pringsewu Lampung. Journal of Current Health Sciences, 1(2), 69-74.
Kusyati, E., & Astuti, L. P. (2012). Efektivitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan Semarang Tahun 2012. Jurnal Kebidanan.
Lestyani, L., Rosida, S. R., Suharti, S., & Yuliana, R. (2022). Hubungan Pengetahuan Perawatan Perineum Dengan Proses Penyembuhan Luka Episiotomi Pada Ibu Post Partum. Jurnal Keperawatan CARE, 12(1).
Misna, R., & Julita, T. (2020). Pengetahuan Ibu Post Partum tentang Perawatan Luka Perineum dengan Pencegahan Infeksi: Post-Partum Mother's Knowledge of Perineal Wound Care with Infection Prevention. Jurnal Bidan Cerdas, 2(2), 60-65.
Nurul, F. H., (2022). Pengaruh Pijat Punggung Menggunakan Labour Pain Belt Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Di Praktik Mandiri Bidan Tutik Purwani Ngaglik Sleman (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Pangaribuan, R. (2018). Kebutuhan dasar manusia aplikasi konsep dan kompetensi keperawatan. Medan: Perdana Medika.
Prawitasari, E., Yugistyowati, A., & Sari, D. K. (2015). Penyebab Terjadinya Ruptur Perineum pada Persalinan Normal di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia)(Indonesian Journal of Nursing and Midwifery), 3(2), 77-81.
Primadona, P., & Susilowati, D. (2015). Penyembuhan luka perineum fase proliferasi pada ibu nifas. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 13(1).
Rahayu, S. P., & Widyaningsih, H. (2019). Gambaran tingkat pengetahuan ibu post partum dalam perawatan luka perineum di rsud dr. Loekmono hadi kudus. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 8(1), 84-91.
Risza, S., & Suprihatin, H. H. (2019). Pengaruh Pijat Perineum Terhadap kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin primipara di BPM ny “I” Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi Jawa Barat. Laporan hasil Penelitian, 2656-1190.
Rosana, H. M. (2015). Do’a dan Amalan Istimewa Ketika Datang Bulan. Lembar Langit Indonesia.
Rukiyah, A. Y. (2015). Asuhan kebidanan III (nifas). Jakarta: CV. Trans info media.
Safitri, M. E., Hajar, S., & Dakhi, E. F. (2019). Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Ruptur Perineum. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan, 5(2), 285-292.
Sarwono, P. (2008). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Prawirohardjo.
Sujiyatini, D. N., & Kurniati, A. (2010). Asuhan Ibu Nifas. Yogyakarta: Cyrillus Publisher.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi 1. Jakarta: Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). STandar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). STandar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), Edisi 1. Jakarta: Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Wahyuningsih, S. (2019). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Post Partum Dilengkapi Dengan Panduan Persiapan Praktikum Mahasiswa Keperawatan. Yogyakarta: Deepublish.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







