Efektivitas pemberian lidah buaya terhadap pertumbuhan jaringan luka pada pasien diabetes melitus

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v4i1.457

Authors

  • Sarinah Sri Wulan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baitul Hikmah
  • M.Khalid Fredy Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baitul Hikmah
  • Fadil Muhammad Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baitul Hikmah

Diabetes Melitus Lidah Buaya Penyembuhan Luka

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a disease or metabolic disorder characterized by high levels of sugar in the blood. Diabetes can cause heart attacks, strokes, and severe foot infections or ulcers. Non-pharmacological treatment can be done using aloe vera which contains growth hormone which plays a role in the healing process of diabetic wounds.

Purpose: To determine the effectiveness of providing treatment to diabetes melitus sufferers using aloe vera on the growth of wound tissue.

Method: Qualitative descriptive research with a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. The subjects of this research were two people suffering from diabetes melitus who had diabetic wounds. The wound care intervention was carried out 7 times over 14 days with meetings lasting >30-50 minutes. Data were collected by observing diabetes melitus wounds before and after administering aloe vera.

Results: Before being given aloe vera intervention on the first day subject 1 with a score of 45, subject 2 with a score of 46 measured by Bates Jensen, the wound was still approaching wound degeneration, but after being given 7 treatments for 14 days the wound on subject 1 had a score of 18, subject 2 with a score of 19, which means the wound experienced fairly good wound regeneration.

Conclusion: Administration of aloe vera has been proven to be effective in healing and growing wound tissue in diabetes melitus patients.

Suggestion: Wound treatment with aloe vera can be used as an alternative for wound care at home and combined with proper diet management in an effort to control blood sugar

 

Keywords : Aloe Vera; Diabetes Melitus; Wound Healing.

 

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, dan infeksi kaki atau luka ulkus yang berat. Pengobatan secara non farmakologi dapat dilakukan dengan menggunakan lidah buaya yang mengandung hormon pertumbuhan yang berperan dalam proses penyembuhan luka diabetes.

Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian perawatan pada penderita diabetes melitus menggunakan lidah buaya terhadap pertumbuhan jaringan luka.

Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. subjek penelitian ini adalah dua orang yang menderita diabetes melitus yang memiliki luka diabetes. Intervensi pelaksanaan perawatan luka dilakukan sebanyak 7 kali selama 14 hari dengan pertemuan selama >30-50 menit. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap luka diabetes melitus sebelum dan sesudah dilakukan pemberian lidah buaya.

Hasil: Sebelum diberikan intervensi lidah buaya pada pada hari pertama subjek 1 dengan skor 45, subjek 2 dengan skor 46 diukur dengan Bates Jensen, luka masih mendekati wound degeneration, namun setelah diberikan 7 kali perawatan selama 14 hari luka pada subjek 1 dengan skor 18, subjek 2 dengan skor 19 yang artinya luka mengalami wound regeneration yang cukup baik.

Simpulan: Pemberian lidah buaya terbukti efektif dalam penyembuhan dan pertumbuhan jaringan luka pada pasien diabetes melitus.

Saran: Perawatan luka dengan pemberian lidah buaya bisa dijadikan alternatif perawatan luka di rumah dan ditambah dengan pengaturan diit yang tepat dalam upaya mengontrol gula darah.

 

Kata Kunci : Diabetes Melitus; Lidah Buaya; Penyembuhan Luka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, A., & Kurnia, A. (2022). Aplikasi Penerapan Lidah Buaya (Aloe Vera) Dalam Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Melitus. Holistic Nursing Care Approach, 2(2), 54-64.

Arisanty, I. P. (2019, July). Konsep Dasar Manajemen Perawatan Luka. Jakarta: Egc.

Bahtiyar, L., Fatmawati, D., & Setiyanto, A. (2024). PENGGUNAAN GULA HALUS DAN LIDAH BUAYA DALAM PERAWATAN LUKA ULKUS DIABETES MILITUS. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 15(2), 327-333.

Enikmawati, A. (2019). Penerapan Lidah Buaya Untuk Penyembuhan Luka Diabetik. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 17(1), 69-84.

Furnawanthi, I. (2002). Khasiat dan manfaat lidah buaya si tanaman ajaib. Jakarta: Agromedia Pustaka..

International Diabetes Federation, I. D. (2017). IDF diabetes atlas 8th edition. International diabetes federation, 905-911. Diakses dari: https://diabetesatlas.org/upload/resources/previous/files/8/IDF_DA_8e-EN-final.pdf

Handayani, L. T. (2016). Studi meta analisis perawatan luka kaki diabetes dengan modern dressing. The indonesian journal of health science, 6(2).

Munro, N., Rich, N., McIntosh, C., Foster, A. V., & Edmonds, M. E. (2003). Infections in the diabetic foot: A practical management guide to foot care. The British Journal of Diabetes & Vascular Disease, 3(2), 132-136.

Novita, A. (2012). AZ Lidah Buaya: Manfaat, Budidaya dan Pengolahannya. Bekasi: PT. Bina Sarana Pustaka.

Novyana, R. M., & Susianti, S. (2016). Lidah buaya (Aloe vera) untuk penyembuhan luka. Medical Journal of Lampung University [MAJORITY], 5(4), 149-153.

Nuridayanti, A., Puspitasari, D. R., Wahdi, A., & Putrajayanti, E. A. (2022). Pengaruh Lidah Buaya dan Madu terhadap Penyembuhan Luka Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Insan Cendekia, 9(1), 36-44.

Perkeni, P. (2019). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia. Edisi Pertama. Jakarta: PB Perkeni.

Reiber, G. E., Vileikyte, L. O. R. E. T. T. A., Boyko, E. D., Del Aguila, M., Smith, D. G., Lavery, L. A., & Boulton, A. J. (1999). Causal pathways for incident lower-extremity ulcers in patients with diabetes from two settings. Diabetes care, 22(1), 157-162.

Perkeni, P. (2019). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia. Edisi Pertama. Jakarta: PB Perkeni.

Reiber, G. E., Vileikyte, L. O. R. E. T. T. A., Boyko, E. D., Del Aguila, M., Smith, D. G., Lavery, L. A., & Boulton, A. J. (1999). Causal pathways for incident lower-extremity ulcers in patients with diabetes from two settings. Diabetes care, 22(1), 157-162.

Riset Kesehatan Dasar. (2018). Nasional-Dinas Kesehatan. diakses dari: https://www.pusat3.litbag.kemkes.go.id.

Soegondo, S., Soewondo, P., & Subekti, I. (2013). Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Keperawatan medikal bedah brunner & suddarth. Jakarta: EGC

Tasalim, R., & Putri, R. M. (2021). Penggunaan Dressing Madu untuk Penyembuhan Diabetic Foot Ulcer: Narative Review. CNJ (Caring Nursing Journal), 5(1), 24-27.

Wijayakusuma, H. (2007). Penyembuhan dengan lidah buaya. Jakarta: Sarana Pustaka Prima.

Wulan, S. S., Nur, B. M., & Azzam, R. (2020). Peningkatan Self Care Melalui Metode Edukasi Brainstorming Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 7-16.

Wulan, S. S., Saputra, M. K. F., & Marliyana, M. (2024). Perawatan Luka Modern Pada Pasien Diabetes Melitus. SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 148-152.

Downloads

Published

2024-12-19