Efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v4i2.424
Perkembangan Motorik Halus Prasekolah Terapi Bermain Puzzle
Abstract
Background: The growth and development of children in Indonesia requires serious attention, because delays in growth and development are still quite high, namely around 5-10% of children experience general delays. Children who receive targeted stimulation can develop more quickly than children who receive less stimulation. Therefore, providing stimulation is very important to optimize children's fine motor development. One way to overcome delays in fine motor development in preschool children is to learn through play. Puzzles are a type of game that improves thinking skills, makes it easier for children to remember and understand concepts, and increases children's creativity.
Purpose: To determine the effectiveness of playing puzzles on the fine motor development of children aged 5-6 years.
Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with a Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. The research was conducted at the Bussaina Orphanage in Bandar Lampung in April-May 2024 on two patients, namely An. S and An. Y. Data analysis was carried out by comprehensive data collection. Data interpretation has two narrow and limited aspects, namely only the research questions answered by the data obtained.
Result: The results of nursing data analysis on patient An.S who was only able to carry out 6 out of 20 fine motor assessments of toddlers so he was said to be experiencing growth and development disorders. Apart from that, patient An.Y also experienced growth and development disorders because he could only carry out 8 of the 20 assessments in the research conducted. After providing nursing care for 4 meetings, at the last meeting, patient An.S (49 months) showed enjoyment in playing puzzles and actively answering known pictures. In addition, the evaluation results of patient An.Y (50 months) show that it is now easier to play puzzles and participate in therapy actively and expressively.
Conclusion: Puzzle games given to children aged 5 to 6 years have proven to be effective in improving children's fine motor development.
Suggestion: It is hoped that the Bussaina Orphanage in Bandar Lampung can provide and utilize puzzle playing media to improve the fine motor development of children in the orphanage.
Keywords: Fine Motor Development; Preschool; Puzzle Play Therapy.
Pendahuluan : Tumbuh kembang anak di Indonesia memerlukan perhatian serius, karena keterlambatan tumbuh kembang masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10% anak mengalami keterlambatan umum. Anak yang mendapat stimulasi tepat sasaran dapat berkembang lebih cepat dibandingkan anak yang mendapat stimulasi lebih sedikit. Oleh karena itu pemberian stimulasi sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak. Salah satu cara mengatasi keterlambatan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah adalah dengan belajar melalui bermain. Puzzle merupakan salah satu jenis permainan yang meningkatkan kemampuan berpikir, memudahkan anak mengingat dan memahami konsep, serta meningkatkan kreativitas anak.
Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung pada bulan April-Mei 2024 pada dua pasien yaitu An. S dan An. Y. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data secara menyeluruh. Penafsiran data mempunyai dua aspek yang sempit dan terbatas, yaitu hanya pada pertanyaan penelitian yang dijawab oleh data yang diperoleh.
Hasil : Hasil analisa data keperawatan pada pasien An.S yang hanya dapat melakukan 6 dari 20 penilaian motorik halus balita sehingga dikatakan mengalami gangguan tumbuh kembang. Selain itu, pasien An.Y juga mengalami gangguan tumbuh kembang karena hanya dapat melakukan 8 dari 20 penilaian dalam penelitian yang dilakukan. Setelah menjalani asuhan keperawatan selama 4 pertemuan, pada pertemuan terakhir pasien An.S (49 bulan) menunjukkan rasa senang bermain puzzle dan dengan aktif menjawab gambar yang diketahui. Selain itu, hasil evaluasi pasien An.Y (50 bulan) menunjukkan sekarang lebih mudah memainkan puzzle dan mengikuti terapi dengan aktif dan ekspresif.
Simpulan: Permainan puzzle yang diberikan kepada anak usia 5 sampai 6 tahun terbukti efektif dalam peningkatan perkembangan motorik halus anak.
Saran: Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung diharapkan dapat menyediakan dan memanfaat media bermain puzzle untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak di panti.
Kata Kunci : Perkembangan Motorik Halus; Prasekolah; Terapi Bermain Puzzle.
Downloads
References
Akbar, G. F., Karta, I. W., & Astawa, I. M. S. (2022). Pengaruh Permainan Puzzle Terhadap Perkembangan Kognitif, Motorik Halus dan Sosial Emosional Pada Anak Kelompok B di TK Aisyiyah Labuhan Haji. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b), 2695-2703.
Ananda, Y. (2019). Pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak pra sekolah di tk inti gugus tulip iii padang tahun 2018. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 2(2), 29-35.
Darmayasa, P. P., Hartono, M., & Ronyastra, I. M. (2020). Perancangan Mainan Puzzle untuk Media Belajar dan Media Terapi Motorik Halus bagi Anak Autis. Keluwih: Jurnal Sains dan Teknologi, 1(2), 69-76.
Fadhilah, N., Mustaji, M., & Jannah, M. (2021). Pengaruh media roda putar terhadap kemampuan mengenal pola dan motorik halus anak usia dini. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 644-658.
Howard, J., Wood, E., & Broadhead, P. (2017). Bermain dan Belajar pada Usia Dini. Jakarta: Indeks.
Hurlock, E. B. (2012). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Ilato, A. (2020). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Dalam Menyusun Sebuah Gambar Melalui Permainan Puzzle Bagi Anak Usia Dini 3-4 Tahun di RA AT-TAQWA Matayanagan. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 19-23.
Izzah, N., & Chaizuran, M. (2022). Pengaruh Stimulasi Bermain Plastisin Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah. Darussalam Indonesian Journal of Nursing and Midwifery, 4(1), 58-67.
Jumiatin, D. (2015). Pengaruh Pembelajaran Contextual Teaching & Learning (CTL) Terhadap Keterampilan Sosial Anak Usia Dini. Tunas Siliwangi: Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung, 1(1), 73-81.
Khoerunnisa, S. R., Muqodas, I., & Justicia, R. (2023). Pengaruh Bermain Puzzle terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 49-58.
Medirisa, L. P., Susilo, J., & Aniroh, U. (2015). Pengaruh pemberian stimulus permainan puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Krasak. Boyolali: Teras, Boyolali.
Mulyasa. (2014) Manajemen PAUD. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nikmah, N., Qomari, S. N., & Zainiyah, H. (2023). Pengaruh Permainan Puzzle Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Usia 24-36 Bulan. Indonesian Journal of Professional Nursing, 4(1), 52-59.
Patmonodewo, S. (2000). Pendidikan anak prasekolah. Rineka Cipta bekerjasama dengan Departemen Pendidikan & Kebudayaan.
Ranuh, S., & Gde, I. G. N. (2015). Tumbuh Kembang Anak Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Rismayanthi, C. (2013). Mengembangkan keterampilan gerak dasar sebagai stimulasi motorik bagi anak taman kanak-kanak melalui aktivitas jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 9(1).
Sari, N., Widiastuti, I., Sari, R., & Nopriyanto, D. (2023). Stimulasi Bermain Mewarnai Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Pra Sekolah. Journal of Nursing Innovation, 2(2), 45-52.
Sundayana, I. M., Aryawan, K. Y., Fransisca, P. C., & Astriani, N. M. D. Y. (2020). Perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah 4-5 tahun dengan kegiatan montase. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), 446-455.
Sutisna, N. (2017). Perkembangan Motorik: Pengantar Teori dan Implikasinya dalam Belajar. CV Bandung: Alfabeta.
Sutrini, S., Wisyastuti, A., & Prasetyo, R. T. (2022). Pengaruh Pemberian Stimulasi Permainan Puzzle Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak. Jurnal Bidan Pintar, 3(2).
Wisudayanti, K. A. (2020). Peningkatan Motorik Halus Anak Usia Dini Di Era Revolusi Industri 4.0. Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 59-67
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







