Efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia dengan hipertensi

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i1.410

Authors

  • Adinda Wulan Adha Universitas Malahayati
  • Umi Romayati Keswara Universitas Malahayati
  • Eka Trismiyana Universitas Malahayati

Hipertensi Lansia Slow Deep Breathing

Abstract

Background: Hypertension is an abnormality in systolic blood pressure >140 and diastolic >90 mmHg in the arteries that continues to increase. Hypertension is usually not realized by sufferers. The prevalence rate of hypertension in Indonesia is getting higher, so it is necessary to treat it using Slow Deep Breathing therapy.

Purpose: To determine the effectiveness of slow deep breathing therapy in the care of elderly with hypertension.

Method: Qualitative descriptive research with a nursing case study approach discusses assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. This case study was carried out on two patients by exploring the application of slow deep breathing therapy by nurses to hypertensive elderly people to reduce the blood pressure of elderly people in Suka Jaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung Province. Slow Deep Breathing therapy is done by inhaling for 3 seconds and exhaling for 3 seconds. This therapy is carried out 6 times/minute for 15 minutes with a total of 90 deep breaths, frequency 2 times a day (morning and evening), and is carried out for 3 days.

Results: Giving Slow Deep Breathing therapy to Mrs. S, the blood pressure before therapy was 155/90 mmHg and after therapy was 130/80 mmHg, whereas for Mr. So that the level of fatigue in Mrs. S and pain in Mr. H decreased.

Conclusion: Slow Deep Breathing therapy can effectively reduce the blood pressure of hypertension sufferers.

 

Keywords: Elderly; Hypertension; Slow Deep Breathing.

 

Pendahuluan: Hipertensi merupakan keabnormalan tekanan darah sistolik >140 dan diastolik >90 mmhg dalam pembuluh darah arteri yang terus menerus meningkat. Hipertensi biasanya tidak disadari penderita. Angka prevalensi hipertensi di Indonesia semakin tinggi maka perlu penanganan menggunakan terapi Slow Deep Breathing.

Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia  dengan hipertensi.

Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan membahas tentang pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Studi kasus ini dilakukan kepada dua orang pasien dengan mengeksplorasi penerapan terapi slow deep breathing oleh perawat pada lansia hipertensi untuk menurunkan tekanan darah lansia di Desa Suka Jaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Terapi Slow Deep Breathing dilakukan dengan 3 detik menarik nafas dan 3 detik membuang nafas. Terapi ini dilakukan sebanyak 6 kali/menit selama 15 menit dengan jumlah total 90 kali tarik nafas dalam, frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore), dan dilakukan selama 3 hari.

Hasil: Pemberian terapi Slow Deep Breathing Ny.S didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 155/90 mmhg dan setelah terapi yaitu 130/80 mmhg, sedangkan pada Tn.H didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 150/90 dan setelah terapi yaitu 140/90 mmhg. Sehingga tingkat kelelahan pada Ny.S dan nyeri Tn.H mengalami penurunan.

Simpulan: Terapi Slow Deep Breathing efektif dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.

 

Kata Kunci: Hipertensi; Lansia; Slow Deep Breathing.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andri, J., Permata, F., Padila, P., Sartika, A., & Andrianto, M. B. (2021). Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Menggunakan Intervensi Slow Deep Breathing Exercise. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 255-262.

Azhari, R. (2019). Pengaruh Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Puskesmas Simpang Iv Sipin Kota Jambi. Riset Informasi Kesehatan, 7(2), 155-159.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. 2019. Profil Kesehatan Provinsi Lampung 2019. Diakses dari: https://dinkes.lampungprov.go.id/download/profil-kesehatan-provinsi-lampung-2019/

Djamaludin, D. (2020). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah 1. Bandar Lampung : Uppm Universitas Malahayati.

Hartanti, R. D., Wardana, D. P., & Fajar, R. A. (2016). Terapi relaksasi napas dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 97268.

Izzati, W., Kurniawati, D., & Dewi, T. O. (2021). Pengaruh Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Jik Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(2), 331-335.

Mahundingan, R. O., Ramadhani, D. Y., Yunita, I., Rini, N. A., & Risvy, B. A. (2023). Upaya Mengontrol Tekanan Darah Dengan Latihan Slow Deep Breathing Pada Penderita Hipertensi. Community Development In Health Journal, 9-16.

Mehta, A., Mahtta, D., Gulati, M., Sperling, L. S., Blumenthal, R. S., & Virani, S. S. (2020). Cardiovascular disease prevention in focus: highlights from the 2019 american heart association scientific sessions. Current atherosclerosis reports, 22, 1-10.

Muchtar, R. S. U., Natalia, S., & Patty, L. (2022). Pengaruh Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 6(1), 85-93.

Nafiah, D., & Pertami, S. B. (2020). Efektifitas guided imagery dan slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan. Jurnal Keperawatan Terapan, 6(01), 01-11.

Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta :Rineka Cipta

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2016). Asuhan Keperawatan Praktis Berdasarkan Penerapan Diagnosa Nanda, Nic, Noc dalam Berbagai Kasus. Yogyakarta: Penerbit Mediaction.

Patturahman, R. A., Wibowo, T. H., & Yudiono, D. T. (2024). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Stabilitas Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran I. Jurnal Anestesi, 2(1), 300-314.

Putri, N. R. I. A. T., & Sumarni, T. (2021). The effect of slow-deep breathing and isometric hand grip exercise on blood pressure of patients with hypertension. In International Conference on Health and Medical Sciences (AHMS 2020) (pp. 96-99). Atlantis Press.

Riantiarno, F., Costa, B. D., Albahri, R., & Merlin, N. M. (2023). Pengaruh Slowdeep Breathing Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Manutapen-Kotakupang. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatn, 14(3), 9.

Sepdianto, T. C., Nurachmah, E., & Gayatri, D. (2010). Penurunan tekanan darah dan kecemasan melalui latihan slow deep breathing pada pasien hipertensi primer. Jurnal Keperawatan Indonesia, 13(1), 37-41.

Siska, F. (2022). „Pengaruh Pemberian Tindakan Slow Deep Breathing (Sdb) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Bukit Sangkal Palembang‟. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 12(23), 5-13.

Sumartini, N. P., & Miranti, I. (2019). Pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah lansia hipertensi di puskesmas ubung lombok tengah. Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal), 1(1), 38-49.

Umah, K., Zahroh, R., Gustomi, M. P., & Kinarti, Y. M. (2023). Penyuluhan Hipertensi Pada Lansia Sebagai Upaya Mencegah Dan Pengendalian Hipertensi Di Posyandu Lansia Di Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara, 1(2), 132-136.

World Health Organization. 2023. Global Hypertension Report 2023. Fakta penting kesehatan global tentang tekanan darah tinggi. Diakses dari: https://who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Downloads

Published

2025-03-13