Efektivitas spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Sidosari

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v4i1.405

Authors

  • Yuniati Yuniati Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Prima Dian Furqoni Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Rahma Elliya Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Remaja Perokok Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence experiences a process of growth and development to achieve maturity, both mentally, emotionally, socially and physically. Currently, Indonesia is facing a serious threat due to the increasing number of smokers. The prevalence of male smoking in Indonesia is the highest in the world and it is estimated that more than 97 million Indonesians are exposed to cigarette smoke. The smoking habit is caused by many factors, it can come from internal or external factors. Some smokers said that at first they just tried it, they said they were gentle with teenage smokers and various other factors such as the influence of friends, parents, advertising and so on.

Purpose: To determine nursing care for adolescent smokers using spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy.

Method: The type of research uses a case study approach that focuses on the application of spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy, mental nursing care is carried out to reduce smoking habits or intensity in adolescents. This research was conducted in Sidosari Village, Natar District, South Lampung on May 17-19, 2024 involving two clients who had smoked since elementary school.

Results: After SEFT therapy was carried out for 3 meetings, there was a decrease in An. I from a score of 110 to 79 and An. D from a score of 94 to 68.

Conclusion: The SEFT therapy that was carried out was proven to be successful in reducing the level of smoking behavior in both clients.

Suggestion: This case study is expected to be useful and provide information on the application of SEFT therapy in psychiatric nursing care to reduce smoking habits or intensity in adolescents, so that it can later improve the quality of service in accordance with existing standard operating procedures.

 

Keywords: Adolescences; Smokers; Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy (SEFT).

 

Pendahuluan: Masa remaja adalah suatu periode peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, masa remaja mengalami proses tumbuh dan berkembang untuk mencapai kematangan, baik mental, emosional, sosial, dan fisik. Saat ini Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok. Kebiasaan merokok disebabkan oleh banyak faktor yang dapat berasal faktor internal maupun eksternal. Sebagian perokok mengatakan awalnya hanya untuk coba-coba, agar dikatakan gentle pada perokok usia remaja dan berbagai faktor lainnya seperti pengaruh teman, orangtua, iklan dan sebagainya.

Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada remaja perokok menggunakan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT).

Metode: Jenis penelitian menggunakan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada penerapan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT), asuhan keperawatan jiwa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan pada tanggal 17-19 Mei 2024 melibatkan dua klien yang telah merokok sejak SD.

Hasil: Setelah dilakukan terapi SEFT selama 3 kali pertemuan terdapat penurunan pada An. I dari skor 110 ke 79 dan An. D dari skor 94 ke 68.

Simpulan: Terapi SEFT yang telah dilakukan menunjukkan adanya keberhasilan dalam mengurangi tingkat perilaku merokok pada kedua klien.

Saran: Studi kasus ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan informasi penerapan terapi SEFT asuhan keperawatan jiwa untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja, sehingga nantinya dapat meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan SOP yang telah ada dan didapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan.

 

Kata Kunci: Remaja; Perokok; Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aftrinanto, Z., Hayati, E. N. N., & Urbayatun, S. (2018). Spiritual emotional freedom technique (SEFT) untuk meningkatkan kualitas hidup pada wanita yang mengalami bencana tanah longsor. Jurnal Studia Insania, 6(1), 069-089.

Aminuddin, M., Samsugito, I., Nopriyanto, D., & Puspasari, R. (2019). Terapi SEFT menurunkan intensitas kebiasaan merokok di kelurahan sambutan Kota Samarinda. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(2), 329-335.

Badan Pusat Statistik. (2016). Statistik Kesejahteraan Rakyat. Diakses dari: https://www.bps.go.id/id/publication/2016/12/29/9d7ac6dba1fbf8bbb00792b8/statistik-kesejahteraan-rakyat-2016.html

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Hari tanpa tembakau sedunia. Diakses dari: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20170521/3720963/hari-tanpa-tembakau-sedunia-2017-rokok-ancam-pembangunan/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar Nasional 2018. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Kecanduan Nikotin. Diakses dari:

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2956/kecanduan-nikotin

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Perokok Muda: Mengungkap Faktor-Faktor yang Mendorong Remaja untuk Merokok. Diakses dari: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2871/perokok-muda-mengungkap-faktor-faktor-yang-mendorong-remaja-untuk-merokok#:~:text=Berdasarkan%20data%20Riset%20Kesehatan%20Dasar,9%2C1%25%20pada%202018.

Khairun, D. Y. (2011). Efektivitas Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Mereduksi Perilaku Merokok Remaja: Penelitian Pra-Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Sman 8 Garut Tahun Ajaran 2011/2012 (Doctoral Dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Lian, T. Y., & Dorotheo, U. (2018). Southeast Asia Tobacco Control Alliance. Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA).

Merida, S. C., Febrieta, D., Husnah, H., Ria, R., & Novianti, R. (2021). Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Dan Student Well-Being Pada Mahasiswa Semester Akhir. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 133-142.

Nugroho, T., & Fitriani, T. (2020). Analisis Perbedaan Intensitas Merokok Pada Remaja Antara Sebelum Dan Sesudah Diberikan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft). Healthy Journal, 8(2), 39-47.

Nuroh, S. (2022). Pengaruh terapi spiritual emotional freedom technique (seft) untuk mengatasi thanatophobia pada lansia [the effect of spiritual emotional freedom technique (seft) therapy for overcoming thanatophobia in the elderly]. Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications, 2(1).

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi Dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: Poltekkes Banten.

Purwandari, E., Pubianti, E., Sofiana, M., Nugroho, M. D., & Freddy, F. (2020). Terapi Berhenti Merokok dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Warta LPM, 23(2), 84-93.

Rianti, S., & Hidayah, N. (2021). Terapi Seft untuk Perilaku Merokok. Psycho Idea, 19(1), 45-56.

Sulifan, Y., Suroso, S., & Muhid, A. (2014). Efektifitas terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique) untuk mengurangi perilaku merokok remaja madya. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1).

Yugistyowati, A., & Rahmawati, R. (2018). Pengaruh terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap motivasi berhenti merokok pada remaja. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5, 34-38.

Downloads

Published

2024-07-31