Faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i6.3447

Authors

  • Amrul Hasan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang
  • Zainal Muslim Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

And Support From Cadres Attitudes Availability Of Facilities Dengue Fever Knowledge Perceptions

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus, one of four serotypes of the Flavivirus genus, Flaviviridae family, and is transmitted by vectors. Dengue hemorrhagic fever itself is an acute illness with clinical manifestations of hemorrhagic shock that can lead to death.

Purpose: This study aims to determine the factors associated with the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).

Method: This study used a cross-sectional design, conducted from March to May 2025, involving 400 residents within the Sukajaya Community Health Center area, West Tulang Bawang Regency, in 2025. Respondents were selected between the ages of 17 and 65, both male and female, who were able to communicate well, and who were willing to participate in the study and be interviewed. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05 and the Odds Ratio (OR) calculation.

Results: The results of the study indicate a relationship between knowledge, attitudes, perceptions, availability of facilities, and cadre support with the incidence of DHF.

Conclusion: There is a significant relationship between knowledge, attitudes, perceptions, availability of facilities, and support from cadres with the incidence of dengue fever in the Sukajaya Community Health Center, West Tulang Bawang Regency, in 2025.

 

Keywords: And Support From Cadres; Attitudes; Availability Of Facilities; Dengue Fever; Knowledge; Perceptions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmadi, U. F. (2012). Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.

Amried, E. T., & Asfian, P. (2016). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan 19 November Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Tahun 2016 (Doctoral dissertation, Haluoleo University).

Anies, D. (2006). Manajemen Berbasis Lingkungan. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.

Budiman, R. A. (2013). Kapita selekta kuesioner: pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Jakarta: Salemba Medika, 2013, P4-8.

Dewi, N. K. D. R., Satriani, N. L. A., & Pranata, G. K. A. W. (2022). Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan demam berdarah dengue pada masyarakat di kabupaten buleleng. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 6(1), 67-73.

Elvin Tirtasari, A., & Pitrah Asfian, A. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan 19 November Kecamatan Wandulako Kabupaten Kaloka. Jurnal Penelitian. Universitas Halu Oleo.

Fauziah, N. F. (2012). Karakteristik sumur gali dan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 81-87.

Fentia, L. (2017). Hubungan Faktor Lingkungan Fisik dan Perilaku Keluarga Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 11(76).

Fradin, M. S. (1998). Mosquitoes and mosquito repellents: a clinician's guide. Annals of internal medicine, 128(11), 931-940.

Handayani, M., & Cholik, I. (2019). Hubungan Pengetahuan, Pengurasan Tempat Penampung Air Dan Menggantung Pakaian Dengan Kejadian Dbd. Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 11(1).

Ishartadiati, K. (2011). Aedes aegypti sebagai vector demam berdarah dengue. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 2(1), 16-22.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019a). Kasus DBD terus bertambah, Anung imbau masyarakat maksimalkan PSN. Diakses dari: https://www.depkes.go.id/article/view/19020600004/kasus-DBD- terusbertambah-anung-imbau-masyarakat-maksimalkan-psn.html.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011. Tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue Jakarta: Dirjen PP&PL.

Koes, I. (2014). Epidemiologi penyakit menular dan tidak menular panduan klinis. Bandung: Alfabeta.

Kusriastuti, R. (2011). Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Kementrian Republik Indonesia, (1).

Leri, C. Y. A. P., Setyobudi, A., & Ndoen, E. M. (2021). Density figure of Aedes aegypti larvae and community participation in prevention of dengue hemorrhagic fever (DHF). Lontar: Journal of Community Health, 3(3), 123-132.

Nadesul, H. (1995). Penyebab, pencegahan, dan pengobatan Demam Berdarah. Puspa Swara.

Nadesul, H. (1995). Penyebab, pencegahan, dan pengobatan Demam Berdarah. Puspa Swara.

Rachmadi, T., Rahayu, T. P., Waluyo, A., & Yuliyanto, W. (2021). Pemberian vaksinasi covid-19 bagi masyarakat kelompok petugas pelayanan publik di Kecamatan Buluspesantren. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(2), 318-333.

Saputra, A. U., Ariyani, Y., & Dewi, P. (2023). Faktor yang berhubungan dengan lingkungan fisik dan kebiasaan keluarga terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd). Jurnal'aisyiyah Medika, 8(2).

Downloads

Published

2026-06-30