Aktivitas Komunikasi Antara Perawat Dan Pasien Penyalahgunaan Narkoba Din Layanan Rehabilitasi Rawat Jalan

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v2i2.297

Authors

  • Mufti fauzi Rahman Mufti universitas Bhakti Kencana
  • Ira Hasianna Rambe Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu sosial Universitas Bhakti Kencana
  • Dedeh Dahliah Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu sosial Universitas Bhakti Kencana
  • Siti Nur’aeni Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu sosial Universitas Bhakti Kencana
  • Gaizka verrel Santosa Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu sosial Universitas Bhakti Kencana
  • Sephia Indah Lutpiah Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu sosial Universitas Bhakti Kencana

Etnografi komunikasi; Narkoba; aktivitas Komunikasi.

Abstract

Backgroun: Doctors, nurses or health care providers are of course closely related to words or language. both simple and complex words sometimes become obstacles in therapeutic communication. Mulyana pointed out how simple words can be interpreted differently, that the meaning of the words conveyed is often ambiguous. Meanings or words are culturally bound. Situational factors, such as the context of place and time and the mood of the communicator, also influence how others interpret the message.

Purpose: To explain the communication activities of nurses and patients in drug abuse with outpatient rehabilitation services.

Methods: This study uses a constructivist paradigm, data obtained from participant observation, in-depth interviews, and literature study. This study uses qualitative research methods, because what will be studied is a central symptom. Furthermore, this study uses the ethnographic method of communication. Data were obtained from participant observation results, in-depth interview results, and literature study.

Results: The results of the study show that the communicative situation that occurs between nurses and drug patients at the Antapani Medika Clinic is normal. In an informal setting, crowded at certain hours. Nurses and patients both carry out their roles. The communicative events that occurred between nurses and drug patients at the Antapani Medika Clinic ran smoothly, between nurses and patients being open to each other, honestly interacting with each other and providing responses. Communicative action between nurses and drug patients takes place using verbal and non-verbal communication.

Conclusion: The form of verbal communication from nurses is with requests, statements, warnings to open questions before the patient enters the room for examination by the doctor. The language used tends to be a mixture of Indonesian and Sundanese.

 

Pendahuluan: Dokter, perawat atau penyedia layanan kesehatan tentunya erat kaitan dengan kata-kata atau bahasa. baik kata-kata yang sederhana maupun yang rumit kadang menjadi kendala dalam komunikasi terapeutik. Mulyana mengemukakan betapa kata-kata sederhana bisa diartikan berbeda, bahwa arti kata-kata yang disampaikan, seringkali ambigu. Makna atau kata-kata itu terikat budaya. Factor situasional seperti konteks tempat dan waktu serta suasana hati komunikator, juga memengaruhi cara orang lain menafsirkan pesannya.

Tujuan: Untuk menjelaskan aktivitas komunikasi perawat dan pasien dalam penyalahgunaan narkoba dengan layanan rehabilitasi rawat jalan.

Metode: Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, data diperoleh dari hasil observasi partisipan, hasil wawancara  mendalam, dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sebab yang akan dikaji, merupakan gejala sentral. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh dari hasil observasi partisipan, hasil wawancara  mendalam, dan studi pustaka.

Hasil: Dari hasil penelitian menunjukan bahwa situasi komunikatif yang terjadi antara perawat dan pasien napza di Klinik Medika Antapani normal. Dalam suasana informal, ramai di jam-jam tertentu. Perawat dan pasien sama-sama menjalanakan perannya. Peristiwa komunikatif yang terjadi antara perawat dan pasien napza di Klinik Medika Antapani berjalan secara lancar, antara perawat dan pasien saling terbuka, Jujur saling berinterkasi dan memberikan respon. Tindak komunikatif anatar perawat dan pasien napza berlangsung menggunakan komunikasi verbal dan non-verbal.

Simpulan: Bentuk komunikasi verbal dari perawat adalah dengan permintaan, pernyataan, peringatan hingga pertanyaan terbuka sebelum pasien memasuki ruangan pemeriksaan oleh dokter.  Bahasa yang digunakan cenderung campuran bahasa Indonesia dengan Sunda.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anshori, D. S. (2017). Etnografi Komunikasi Persfektif Bahasa. Jakarta: Depok.

Ayuningtyas, F., Venus, A., Suryana, A., & Yustikasari, Y. (2020). Pola Komunikasi Insan Berkemampuan Khusus: Studi Etnografi Komunikasi pada Interaksi Sosial Insan Berkemampuan Khusus di Rumah Autis Cabang Depok. Ekspresi dan Persepsi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 98-109.

Budyatna, M., & Ganiem, L. M. (2015). Teori Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta: Kencana.

Damayanti, M. (2010). Keperawatan, Komunikasi Terapeutik dalam Praktik. Refika: Bandung.

Fadhli, A. (2018). NAPZA Ancaman, Bahaya, Regulasi dan Solusi Penanggulangannya. Yogyakarta: Gava Media.

Guirdham, M. (1999). Communicating across cultures. Basingstoke: Macmillan.

Ibrahim, A. S. (1994). panduan penelitian etnografi komunikasi. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional.

Irawan, D. (2018). Studi Etnografi Komunikasi pada Organisasi Persatuan Islam. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 59-78.

Kuswarno, E. (2011). Etnografi Komunikasi. Bandung: Penerbit widya Pajajaran.

Mulyana, D. (2013). Ilmu Komunikasi suatu Pengantar. Bandung: Rosda.

Mulyana, D. (2021). Komunikasi Kesehatan Pendekatan Antar budaya. Jakarta: Kencana.

Ngalimun, N. & Zakiah, Z. (2019). Komunikasi Kesehatan Konseling dan Terapeutik. Yogyakarta: Parama Ilmu.

Purwatiningsih, S. (2001). Penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Populasi, 12(1), 37-54.

Pusat Penelitian, Data, dan Informasi Badan Narkotika Nasional. (2021). Survei nasional penyalahgunaan narkoba tahun 2021. Jakarta: Uji Publik Hasil Penelitian BNN Tahun 2021. Diakses dari: https://ppid.bnn.go.id/konten/unggahan/2020/10/SURVEI-NASIONAL-PENYALAHGUNAAN-NARKOBA-TAHUN-2021.pdf.

Rogers, E. M. (1976). Rekha Agarwala Rogers. Communications in Organizations," Free Press, New York, NY.

Sheldon, L. K. (2009). Komunikasi untuk Keperawatan: Berbicara dengan pasien. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Stuart, G. W., & Sundeen, S. J. (1998). Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 3 alih bahasa Achir Yani. S. Jakarta: EGC.

Sugianto, S. (2013). Penanggulangan Penyalahgunaan Napza di Provinsi Jawa Barat. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 18(3).

Yolanda, W. T. (2014). Rehabilitasi Di Pusat Perawatan Pecandu Narkoba Ditinjau Dari Komunikasi Terapeutik. Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 5, Nomor 1, 13.

Yusuf, S. (2021). Kesehatan Mental Persfektif Psikologi dan Agama. Bandung: Rosda.

Zakiah, K. (2008). Penelitian Etnografi Komunikasi: Tipe dan Metode. Mediator Vol.9 No.1, 181.

Downloads

Published

2023-01-20