Pengaruh aktivitas fisik jalan pagi terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i3.2650

Authors

  • Ahmad Zaki Naufal Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Istiqomah Istiqomah Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Aini Inayati Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Aktivitas Fisik Hipertensi Jalan Pagi Lansia

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that is common in the elderly and can lead to serious complications if not properly controlled. Physical activity such as morning walks is a non-pharmacological intervention that is easy and safe to perform.

Purpose: To determine the effect of morning walks on blood pressure in elderly people with hypertension.

Method: This study used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. A sample of 34 elderly people was selected using a purposive sampling technique. Respondents were divided into a control group and a treatment group. Data analysis used an independent t-test for systolic and diastolic blood pressure.

Results: The average systolic blood pressure after morning walking in the control group was 144.72 mmHg, while the average diastolic blood pressure was 88.35 mmHg. In the treatment group, the average systolic blood pressure after morning walking was 130.18 mmHg, while the average diastolic blood pressure was 79.82 mmHg. The difference in systolic blood pressure after morning walking was 14.54 mmHg, and the difference in diastolic blood pressure was 8.63 mmHg.

Conclusion: Morning walking has an effect on blood pressure in elderly people with hypertension.

 

Keywords: Elderly; Hypertension; Morning Walk; Physical Activity.

 

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Aktivitas fisik seperti jalan pagi merupakan salah satu intervensi non farmakologis yang mudah dan aman dilakukan.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik jalan pagi terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan nonequivalent control group. Sampel sebanyak 34 lansia dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Responden dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Teknik analisis data menggunakan Independent t-Test untuk tekanan darah sistolik dan diastolik.

Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik sesudah aktivitas fisik jalan pagi pada kelompok kontrol adalah 144.72 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 88.35 mmHg. Pada kelompok perlakuan rata-rata tekanan darah sistolik sesudah aktivitas fisik jalan pagi adalah 130.18 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 79.82 mmHg. Selisih tekanan darah sesudah aktivitas fisik jalan pagi sistolik adalah 14.54 mmHg dan selisih tekanan darah diastolik adalah 8.63 mmHg.

Simpulan: Ada pengaruh aktivitas fisik jalan pagi terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.

 

Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Hipertensi;Jalan Pagi; Lansia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chasanah, S. U., & Sugiman, S. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Berbah Sleman Yogyakarta. Diakses dari: https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/ANN/article/view/6683

Eviyanti, E., Wijayanti, H. N., & Khadijah, S. (2021). Pengaruh Senam Lansia terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia. Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan, 8(1), 18-23.

Gartika, N., Al Idrus, S. N., & Wilandika, A. (2020). Pengaruh jalan kaki dua puluh menit terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan'Aisyiyah, 7(2), 69-76.

Iriani, I., & Yulianti, S. (2025). Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Pada Lansia Di Desa Labuan Lelea Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(8), 4986-4995.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hipertensi Membunuh Diam-Diam. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/hipertensi-membunuh-diam-diam-ketahui-tekanan-darah

Khomarun, K., Wahyuni, E. S., & Nugroho, M. A. (2013). Pengaruh aktivitas fisik jalan pagi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi stadium I di Posyandu Lansia Desa Makam Haji. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2).

Ko, J., Deprez, D., Shaw, K., Alcorn, J., Hadjistavropoulos, T., Tomczak, C., Foulds, H., & Chilibeck, P. D. (2021). Stretching is superior to brisk walking for reducing blood pressure in people with high-normal blood pressure or stage I hypertension. Journal of Physical Activity and Health, 18(1), 21–28.

Makawekes, E., Suling, L., & Kallo, V. (2020). Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Tekanan Darah Pada Usia Lanjut 60-74 Tahun. Jurnal Keperawatan (JKp), 8, 83–90.

Miller, C. R., Wactawski-Wende, J., Manson, J. E., Haring, B., Hovey, K. M., Laddu, D., Shadyab, A. H., Wild, R. A., Bea, J. W., Tinker, L. F., Martin, L. W., Nguyen, P. K., Garcia, L., Andrews, C. A., Eaton, C. B., Stefanick, M. L., & LaMonte, M. J. (2020). Walking Volume and Speed Are Inversely Associated With Incidence of Treated Hypertension in Postmenopausal Women. Hypertension, 76(5), 1435–1443.

Nurhayati, U. A., Ariyanto, A., & Syafriakhwan, F. (2023). Hubungan usia dan jenis kelamin terhadap kejadian hipertensi. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta (Vol. 1).

Putri, M. E., Kurniati, S. R., & Khariroh, S. (2023). Pendidikan Kesehatan Pemberian Aktifitas Fisik untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi. Segantang Lada: Jurnal Pengabdian Kesehatan, 1(1), 1-5.

Rini, R. R. F., Prasestiyo, H., & Setiawati, E. M. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan tingkat tekanan darah pada lansia di Puskesmas Seyegan. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas' Aisyiyah Yogyakarta (Vol. 2, pp. 1306-1311).

Sari, M. T., & Putri, M. E. (2023). Pengendalian dan Pencegahan Komplikasi Hipertensi pada Lansia Melalui Pendidikan Kesehatan Perilaku Patuh dan Teknik Relaksasi Otot Progresif. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(1), 145.

Sari, N. N., & Wulandari, R. (2022). Jalan Kaki Terstruktur Sebagai Alternatif Intervensi Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 6(1), 1–6.

Silwanah, A. S., Yusuf, R. A., & Hatta, N. (2020). Pengaruh Aktivitas Jalan Pagi Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Pare-Pare. Journal of Aafiyah Health Research, 1(2).

Sukmawaty, M. N. (2022). Efektivitas Senam Jantung Sehat Terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Tidur Pada Warga Gunung Kupang Dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 10(2),

Susanti, N., Aghniya, S. N., Almira, S. S., & Anisa, N. (2024). Hubungan usia, jenis kelamin dengan penyakit hipertensi di klinik utama paru soeroso. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 3597-3604.

Telaumbanua, A. C., & Rahayu, Y. (2021). Penyuluhan dan edukasi tentang penyakit hipertensi. Jurnal Abdimas Saintika, 3(1), 119-124.

Williams, B., Mancia, G., Spiering, W., Agabiti Rosei, E., Azizi, M., Burnier, M., & Desormais, I. (2018). 2018 ESC/ESH Guidelines for the management of arterial hypertension: The Task Force for the management of arterial hypertension of the European Society of Cardiology (ESC) and the European Society of Hypertension (ESH). European heart journal, 39(33), 3021-3104.

World Health Organization. (2023). Global report on hypertension The race against a silent killer. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240081062

Yulianti, E. P., & Aminah, S. (2022). Pengaruh aktivitas fisik terhadap stabilitas tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di UPT Puskesmas Bahagia tahun 2022. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4), 103-113.

Yupita, R., Andre, K., & Salmah, S. (2024). Pengaruh Jalan Pagi Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Werda Sabai Nan Aluih Sicincin. Professional Health Journal, 5(2), 349-361.

Downloads

Published

2026-03-30