Analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) akibat pajanan PM2.5 pada pedagang tetap

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i3.2602

Authors

  • Filia Alvionita Br Tarigan Universitas Jambi
  • Fajrina Hidayati Universitas Jambi
  • Kasyani Kasyani Universitas Jambi
  • Oka Lesmana S Universitas Jambi

PM2.5 Lifetime Realtime RQ

Abstract

Background: Particulate matter (PM) refers to a mixture of solid and liquid particles suspended in ambient air, forming one of the main components of air pollution. PM2.5 increases the number of respiratory illnesses by up to 34% annually.

Purpose: To measure the environmental health risks caused by Particulate Matter (PM2.5) exposure among market vendors.

Method: This is a quantitative, descriptive, observational study to describe the level of PM2.5 exposure among vendors using the Environmental Health Risk Analysis (EHR) method.

Results: The risk characteristics analyzed at three points revealed that for the current time (real-time RQ), there were 5 individuals at risk in the morning (RQ>1) and 1 individual at risk in the afternoon (RQ>1). Risk characteristics for the 30-year projection category (RQ lifetime) are obtained at point 4 with an average risk in the 15th year of 1,073. Point 1 will have no risk from the 5th to the 30th year (RQ ≤ 1). Point 2 will experience risk in the 20th year with an average RQ value of 1,231. While at point 3, respondents will be at risk in the 30th year with an RQ value of 1,447.

Conclusion: The safe concentration value of risk agents (C) PM2.5 is 0.121 mg/m3, the safe exposure time (tE) value is 4.11 hours/day, the safe frequency (fE) value is 136.2 days/year, and the safe exposure duration (Dt) is 8.8 years.

 

Keywords: Lifetime; PM2.5; Realtime; RQ.

 

Pendahuluan: Partikulat atau particulate matter (PM) merujuk pada campuran partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara ambien, membentuk salah satu komponen utama pencemaran udara. PM2.5 setiap tahunnya meningkatkan kasus penyakit pernapasan sampai 34%.

Tujuan: untuk mengukur seberapa besar risiko Kesehatan lingkungan akibat pajanan Particulate Matter (PM2,5) pada pedagang pasar.

Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan observasional yang bersifat deskriptif untuk menggambarkan tingkat pajanan PM2.5 pada pedagang menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL).

Hasil: Karakteristik Risiko yang telah dianalisis pada 3 titik didapatkan hasil bahwa untuk karakteristik risiko pada waktu saat ini (RQ realtime) terdapat 5 orang berisiko pada pagi hari atau RQ>1 dan pada siang hari terdapat 1 orang berisiko atau RQ>1. Karakteristik risiko untuk kategori proyeksi 30 tahun kedepan (RQ lifetime) didapatkan pada titik 4 rata-rata berisiko pada tahun ke-15 sebesar 1.073, titik 1 akan tidak ada berisiko dari tahun ke-5 sampai tahun ke-30 (RQ≤1), titik 2 akan mengalami resiko pada tahun ke20 dengan nilai RQ rata-rata sebesar 1.231, sedangkan pada titik 3 responden akan berisiko pada tahun ke-30 dengan nilai RQ 1.447.

Simpulan: Nilai konsentrasi agen resiko (C) PM2.5 aman sebesar 0.121 mg/m3, nilai waktu pajanan (tE) aman sebesar 4.11 jam/hari, nilai Frekuensi (fE) aman sebesar 136.2 hari/tahun dan Durasi pajanan (Dt) aman sebesar 8.8 tahun.

 

Kata Kunci: PM2.5; Realtime; Lifetime; RQ.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Dianty, I. M., Llow, F. E. R. I., & Rumawak, S. A. (2024). Teknik Lingkungan Lanjutan. Cendikia Mulia Mandiri.

Anggelina, Y. K., Amalia, N., Anggraini, F. J., & Rodhiyah, Z. (2022). Analisis Risiko Pajanan Karbon Monoksida (CO) terhadap Pedagang Pasar Tradisional Kota Jambi. Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan, 8(1), 46–55.

Arsyad, G., Fuadi, M. F., Herdhianta, D., Faradinah, E. D., Dewi, N. U., Wardani, R. W. K., & Noviarmi, F. S. I. (2022). Dasar Kesehatan Lingkungan. Pradina Pustaka.

Gede, S. M. P. S. (2018). Dasar Kesehatan Lingkungan. In F. Fadhila (Ed.), Diktat Dasar Kesehatan Lingkungan (2023rd ed., Issue January). diakses dari: https://books.google.co.id/books?id=28ynEAAAQBAJ&pg=PA108&dq=Analisis+resiko+kesehatan+lingkungan&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj91rnY3L6PAxW_zTgGHQ7mOdkQ6AF6BAgPEAM#v=onepage&q=Analisis resiko kesehatan lingkungan&f=false

Husnaeni, H., & Anggriyani, F. C. W. (2024). Dampak Lingkungan dan Strategi Pengendalian Pencemaran Udara. Jurnal Komprehenshif, 2(2), 466–471.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman kajian aspek Kesehatan Masyarakat dalam AMDAL (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (ed.); 2024th ed.). diakses dari: https://books.google.co.id/books?id=loBREQAAQBAJ&pg=PA31&dq=langkah-langkah+arkl&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjAm4m4376PAxXbyzgGHQFLBE8Q6AF6BAgKEAM#v=onepage&q=langkah-langkah arkl&f=false

Maksum, T. S., & Tarigan, S. F. N. (2022). Analisis Risiko Kesehatan Akibat Paparan Partikel Debu (Pm2.5) Dari Aktivitas Transportasi. Jambura Health and Sport Journal, 4(1), 19–28.

Nofrianthi, N. C. (2023). Analisis Paparan Particulate Matter (PM 2, 5) dan Keluhan Kesehatan Pedagang Kaki Lima di Pusat Pasar Kota Medan Tahun 2022 (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

PBB. (2022). WHO memperingatkan bahwa hampir semua orang kini menghirup udara yang tercemar. Berita PBB, WHO Memperingatkan Semua Orang Menghirup Udara Tercemar. diakses dari: https://news-un-org.translate.goog/en/story/2022/04/1115492?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

Rachman, R. M., Mas’ud, F., Sasmita, A., Balany, F., Sjachrawy, L. O. M. I., Aswad, N. H., & SUKRI, A. S. (2025). Sistem Pengelolaan Lingkungan Terpadu di Wilayah Perkotaan. ARSY MEDIA.

Siburian, M. M. S., & Mar, M. (2020). Pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca. Kreasi Cendekia Pustaka.

Standar Nasional Indonesia. (2005). Penentuan Lokasi Pengambilan Contoh Uji Pemantauan Kualitas Udara. Nature Medicine. diakses dari: https://www.slideshare.net/slideshow/sni-19711992005-tentang-udara-ambien-bagian-9-penentuan-lokasi-pengambilan-contoh-uji-pemantauan-kualitas-udara-roadside/90642177https://www.slideshare.net/slideshow/sni-19711992005-tentang-udara-ambien-bagian-9-penent

State of Global Air. (2019). Dampak Kesehatan PM 2.5. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia. diakses dari: https://www-stateofglobalair-org.translate.goog/health/pm?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge

Saputra, A. E. (2021). Identifikasi Paparan PM2,5 Di Wilayah Kota Cimahi. Jurnal Kesehatan Kartika, 16(3), 104–

Sembiring, E. T. J. (2020). Tingkat Risiko Kesehatan Pajanan PM 2.5 Pada Masyarakat Di Sekitar Jalan Raya Daan Mogot Jakarta Barat Tahun 2023. Jurnal Teknik Lingkungan, 26(1), 101–120.

Sidebang, P., & Dianita, N. (2024). Resiko Kesehatan Pajanan PM2,5 pada Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ternate. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 24(2), 402–411.

Sompornrattanaphan, M., Thongngarm, T., Ratanawatkul, P., Wongsa, C., & Swigris, J. J. (2020). The contribution of particulate matter to respiratory allergy. Asian Pacific Journal of Allergy and Immunology, 38(1), 19–28.

Suryani, A., Salim, A. A., Baali, Y., Sulistiyorini, D., Yunus, A., & Siregar, Y. A. (2025). Kesehatan Lingkungan: Prinsip, Risiko, dan Pengelolaan. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Suryantoro, H., & Kusriyanto, M. (2023). Sistem Monitoring Partikel (PM2.5) Air Purifier untuk Mengetahui Kualitas Udara Berbasis Sensor PMS5003 Dan Arduino. Indonesian Journal of Laboratory, 4887(3), 88.

Widodo, T. (2013). Studi Tentang Peranan Unit Pasar Dalam Pengelolaan Sampah Di Pasar Merdeka Kota Samarinda. Jurnal Admanistrasi Negara, Vol.1(No.1), 1-7.

Downloads

Published

2026-03-27