Hubungan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (safety culture) dengan penurunan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i3.2596

Authors

  • Esra Dwita Simamora Universitas Jambi
  • Dwi Noerjoedianto Universitas Jambi
  • David Kusmawan Universitas Jambi
  • Wilia Novita Universitas Jambi

Budaya Keselamatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tindakan Tidak Aman

Abstract

Background: The persistently high number of workplace accidents indicates that unsafe behavior remains a major issue in high-risk industrial sectors, including the rubber processing industry. According to a report by the International Labour Organization (ILO), occupational safety and health (OHS) remains a major challenge. Each year, approximately 2.02 million workers die from work-related diseases, while approximately 321,000 deaths occur due to workplace accidents.

Purpose: To analyze the relationship between an OHS culture (safety culture) and a reduction in unsafe acts among workers.

Method: The study used a quantitative method with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 58 workers in the dry and wet production divisions. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test.

Results: There was a significant relationship between management commitment (p=0.019) and OHS communication (p=0.009) and a reduction in unsafe acts. However, OHS training (p=0.117) and worker participation in OHS (p=0.193) did not show a significant relationship.

Conclusion: Not all dimensions of OHS culture are related to a reduction in unsafe acts, so it is important to strengthen a deeper occupational safety culture.

 

Keywords: Occupational Safety And Health; Safety Culture; Unsafe Action.

 

Pendahuluan: Angka kecelakaan kerja yang masih tinggi menunjukkan bahwa perilaku tidak aman tetap menjadi persoalan utama pada sektor industri dengan tingkat risiko tinggi, termasuk pada industri pengolahan karet. Berdasarkan laporan International Labour Indonesia (ILO), isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih menjadi tantangan besar.Setiap tahunnya, sekitar 2.02 juta pekerja meninggal dunia akibat penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan, sedangkan kurang lebih 321.000 kematian terjadi karena kecelakaan kerja.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan budaya K3 (safety culture) dengan penurunan tindakan tidak aman pada pekerja.

Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 58 pekerja bagian produksi kering dan basah, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan analisis menggunakan uji Chi-Square.

Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara komitmen manajemen (p=0.019) dan komunikasi K3 (p=0.009) dengan penurunan tindakan tidak aman. Namun, pelatihan K3 (p=0.117) dan partisipasi pekerja dalam K3 (p=0.193) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

Simpulan: Tidak semua dimensi budaya K3 berhubungan dengan penurunan tindakan tidak aman, sehingga pentingnya penguatan budaya keselamatan kerja yang lebih mendalam.

 

Kata Kunci: Budaya Keselamatan; Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Tindakan Tidak Aman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraeni, D. N., & Budiono, N. D. P. (2025). Pengaruh Unsafe Action Terhadap Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi Di PT. HATNI. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 10(1).

Bilqis, K., Sultan, M., & Ramdan, I. M. (2021). Hubungan antara budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan perilaku tidak aman pekerja konstruksi di PT. X Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM), 3(1), 19-28.

BPJS Ketenagakerjaan. (2024). Kecelakaan Kerja Makin Marak dalam Lima Tahun Terakhir Kecelakaan Kerja Makin Marak dalam Lima Tahun Terakhir. diakses dari: https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/berita/28681/Kecelakaan-Kerja-makin-Marak-dalam-Lima-Tahun-Terakhir

Harahap, F. D. A. B. (2024). Studi Empiris Risiko Operasional Sistem Manajemen K3 terhadap Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) pada Industri Maritim. JPM MOCCI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Sosial Sains dan Sosial Humaniora, Koperasi, dan Kewirausahaan, 2(2), 125-137.

Indratma, D. R., Kurniasih, D., & Rachman, F. (2023). Pengaruh Keterlibatan Pekerja dan Lingkungan Kerja terhadap Safety Behavior Pekerja di Perusahaan Peti Kemas. In Conference on Safety Engineering and Its Application (Vol. 7, No. 1, pp. 121-125).

International Labour Organization. (2013). Health and safety at work: Facts and figures. diakses: https://www.ilo.org/publications/health-and-safety-work-facts-and-figures

Krisyanti, N., & Budiono, N. D. P. (2024). Pengaruh Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Unsafe Action Pada Pekerja di PT. X Divisi Fabrikasi Baja. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 9(2).

Kurniasih, D., & Rachmadita, R. N. (2013). Pengukuran budaya K3 pada tingkat non manajerial dengan menggunakan Cooper’s Reciprocal Safety Culture Model di PT. X. J@ TI Undip: Jurnal Teknik Industri, 8(2), 83-88.

Najihah, K., & Moriza, T. (2024). Hubungan Kebijakan K3 Serta Komunikasi K3 dengan Unsafe Action Karyawan Produksi Palm Oil Mill Di PT Langkat Nusantara Kepong. Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia, 1(2), 201-209.

Naufal, A. (2024). Hubungan Budaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Safety Culture) Dengan Perilaku Aman (Safe Behavior) Pada Pekerja Produksi Di Pt. Sumber Graha Sejahtera Jambi (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).

Nisa, S. A. F. (2021). Faktor yang Berhubungan Dengan Tindakan Tidak Aman di PT. Industri Kapal Indonesia Makassar. Academia Edu, 2(4), 636–647.

Rini, W. N. E., & Aswin, B. (2021). Analisis Dan Prediksi Tren Kecelakaan Kerja Karyawan Serta Pengambilan Kebijakan Peserta Bpjs Ketenagakerjaan Cabang Jamb. Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 9(1), 62-68.

Riswanda, A. R. (2019). Komponen Budaya K3 dan Perilaku Aman Pekerja Di Bagian COAL And ASH Handling PT. PJB UBJ O&M PAITON UNIT 9. Digital Repository Universitas Jember (Issue September 2019).

Ruddin, A. (2023). Hubungan Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Perilaku Aman (Safe Behavior) pada Pekerja Bagian Produksi PT. Hok Tong Jambi (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS JAMBI).

Satu data Kemenaker. (2023). Kasus Kecelakaan Kerja Tahun 2023. diakses dari: https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulan-data/1728

Satu Data Kemenaker. (2024). Kasus Kecelakaan Kerja, Tahun 2024. diakses dari https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulan-data/2447

Silviani, D., Savitri, C., & Pertiwi, W. (2022). Pengaruh Pelatihan K3 dan Kepemimpinan terhadap Perilaku Keselamatan Kerja pada PT. Trigunapratama Abadi. Journal of Business, Finance, and Economics (JBFE), 3(1), 21-44.

Subhan, A., Hernawan, A., & Ahmad, A. T. (2025). Pengaruh Komitmen Manajemen, Fungsi Pengawasan dan Pengetahuan K3 Karyawan terhadap Pengendalian Tindakan Tidak Aman pada Komunitas Pekerja Pertambangan Batubara. Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health), 11(3), 458-468.

Irkas, A. U. D., Fitri, A. M., Purbasari, A. A. D., & Pristya, T. Y. (2020). Hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja industri mebel. Jurnal Kesehatan, 11(3), 363-370.

Yuliani, M., Wahyuni, I., & Ekawati, E. (2021). Hubungan antara pengetahuan, penerapan prosedur kerja, punishment dan stres kerja terhadap safety behavior pada pekerja konstruksi di PT X. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 58-64.

Downloads

Published

2026-03-27