Faktor–faktor penghambat pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (SMK3RS) pada perawat
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i3.2595
Pelatihan K3RS Pengetahuan Sikap SMK3RS
Abstract
Background: The Hospital Occupational Safety and Health Management System (SMK3RS) is a system designed to manage, monitor, and improve occupational safety and health in the hospital environment. Optimal implementation of SMK3RS is crucial for reducing the risk of workplace accidents and occupational diseases and improving the quality of healthcare services.
Purpose: To determine the relationship between inhibiting factors including knowledge, attitudes, and K3RS training on the implementation of SMK3RS among nurses.
Method: This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 89 respondents selected using accidental sampling. The independent variables included knowledge, attitudes, and K3RS training, while the dependent variable was the implementation of SMK3RS. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test.
Results: Most respondents had a good SMK3RS implementation category, namely 84 respondents (100%). There was a significant relationship between knowledge and SMK3RS implementation (p-value = 0.000), attitude and SMK3RS implementation (p-value = 0.000), and K3RS training and SMK3RS implementation (p-value = 0.000).
Conclusion: Knowledge, attitudes, and training in occupational safety and health (K3RS) are significantly related to the implementation of SMK3RS. Continuous education and training are needed to increase nurse awareness and participation in implementing occupational safety and health in hospitals.
Keywords: Attitude; K3RS Training; Knowledge; SMK3RS.
Pendahuluan: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (SMK3RS) merupakan sistem yang dirancang untuk mengelola, mengawasi, dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja di lingkungan rumah sakit. Penerapan SMK3RS yang optimal sangat penting untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor penghambat yang meliputi pengetahuan, sikap, dan pelatihan K3RS terhadap pelaksanaan SMK3RS pada perawat.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, dan pelatihan K3RS, sedangkan variabel dependen adalah pelaksanaan SMK3RS. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki kategori pelaksanaan SMK3RS yang baik yaitu sebanyak 84 responden (100%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pelaksanaan SMK3RS (p-value = 0.000), sikap dengan pelaksanaan SMK3RS (p-value = 0.000), serta pelatihan K3RS dengan pelaksanaan SMK3RS (p-value = 0.000).
Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan pelatihan K3RS berhubungan signifikan dengan pelaksanaan SMK3RS. Peningkatan edukasi dan pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi perawat dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit.
Kata Kunci: Pengetahuan; Pelatihan K3RS; Sikap; SMK3RS.
Downloads
References
Ayunigtiyas, S. A., Herdiana, H., & Yaser, M. (2025). Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tidak Aman Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Ketinggian MTH 27 Office Suite Tahun 2021. Journal of Public Health Education, 4(2), 62–66.
Azima, M., Herliza, M., & Angraini, D. (2024). Gambaran Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja RSI Ibnu Sina Simpang Empat Tahun 2023. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 3(1), 161–170.
Gea, K. N. R. (2020). Upaya Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Akibat Kerja pada Perawat di Rumah Sakit. Diakses dari: https://doi.org/10.31219/osf.io/jzax6
Hamidah, O. Q., & Inayah, Z. (2025). Hubungan Promosi K3 Dengan Kejadian Unsafe Action (Studi Kasus: PT. Petrokopindo Cipta Selaras). Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 9(1), 66–76.
Kumayas, P. E., Kawatu, P. A. T., & Warouw, F. (2019). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Perawat di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Manado. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(7).
Lestari, D., Crystandy, M., & Moriza, T. (2023). Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Perawat Rumah Sakit Umum Sundari Kota Medan. Indonesian Journal of Public Health, 1(1), 39–47.
Maharani, V. S., Nugroho, D., & Nurhayati, N. (2025). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pada Perawat Rumah Sakit Dr. Ak Gani Palembangtahun 2024. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 9(1), 76–85.
Pain, S. L. B. (2022). Efektivitas Mobilisasi Sendi dan Pelatihan Stabilisasi Lumbopelvis pada Non Specific Low Back Pain. Jurnal Kesehatan Vokasional, 7(4).
Rahayu, P. D., & Mulyadi, D. (2024). Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di RSUD Jatisari. Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Bisnis, 2(2), 184–190.
Rahayu, S., & Sakinah, I. (2025). Hubungan Pengetahuan, Motivasi dan Dukungan Rumah Sakit terhadap Penrapan Keselamatan Kesehatan Kerja Perawat. Faletehan Health Journal, 12(03), 283–290.
Rahmawati, N. A. F., Martono, M., Sugiharto, S., Setyono, K. J., & Parhadi, P. (2019). Peningkatan Produktivitas Kerja Melalui Penerapan Program K3 di Lingkungan Konstruksi. Bangun Rekaprima, 5(1), 1–12.
Sijm-Eeken, M., Jaspers, M., & Peute, L. (2023). Identifying Environmental Impact Factors for Sustainable Healthcare: A Scoping Review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(18), 6747.
Siregar, R., Panjaitan, R. F., & Lesmana, A. (2020). Analisis Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan dengan Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit di RSU Sembiring Deli Tua Tahun 2020. Ejournal deli husada
Taylor, E. (2017). The Healthcare Workplace: More than a New ‘Old’ Hospital. Journal of Interior Design, 42(1), 9–18.
Utami, A. T., Yuliaty, F., & Purwanda, E. (2024). Hubungan Antara Faktor Penghambat dengan Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(6), 7385–7397.
Vovo, R., Ginting, Y. M. S. B, & Hasibuan, A. (2024). Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit. JPM MOCCI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Sosial Sains Dan Sosial Humaniora, Koperasi, Dan Kewirausahaan, 2(1), 99–110.
Wright, M. (2024). A Need for Systems Thinking and the Appliance of (Complexity) Science in Healthcare. Future Healthcare Journal, 11(4), 100185.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herna Linda, Serli Serli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







