Analisis hubungan antara pola makan tinggi gula dan kebiasaan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i2.2554

Authors

  • Erin Padilla Siregar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Diah Pitaloka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Sri Rezeki Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Damayanty S Damayanty S Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Henny Rista Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Misno Misno Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Gula Keputihan Personal Hygiene Pola Makan Remaja

Abstract

Background: Vaginal discharge (flour albus) is a common reproductive health problem among adolescents, and if pathological, can lead to serious complications. Lifestyle factors such as a high-sugar diet and poor personal hygiene practices are strongly suspected to be the main triggers for imbalances in normal vaginal flora.

Purpose: To analyze the relationship between a high-sugar diet and personal hygiene habits and the incidence of vaginal discharge in adolescent girls.

Method: This quantitative study used a correlational analytic design with a cross-sectional approach. A sample of 98 adolescent girls was selected using a total sampling technique in Banun Rejo Village, Deli Serdang. The research instruments included a questionnaire on knowledge, hygiene practices, and a Food Frequency Questionnaire (FFQ) for sugar intake. Data were analyzed univariately and bivariately.

Results: The majority of respondents had insufficient knowledge (59.20%) and poor personal hygiene (62.25%). A total of 35.71% of adolescents had a high-sugar diet. The analysis showed a significant correlation between a high-sugar diet (80% of pathological cases) and poor personal hygiene (85% of pathological cases) and the incidence of vaginal discharge.

Conclusion: There is a significant relationship between a high sugar diet and personal hygiene habits and the incidence of vaginal discharge.

 

Keywords: Adolescent; Diet; Sugar; Personal Hygiene; Vaginal Discharge.

 

Pendahuluan: Keputihan (flour albus) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja yang jika bersifat patologis dapat memicu komplikasi serius. Faktor gaya hidup seperti pola makan tinggi gula dan praktik personal hygiene yang buruk diduga kuat sebagai pemicu utama ketidakseimbangan flora normal vagina.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pola makan tinggi gula dan kebiasaan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri.

Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 98 remaja putri dipilih menggunakan teknik total sampling di Desa Banun Rejo, Deli Serdang. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan, praktik hygiene, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk asupan gula. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.

Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang (59.20%) dan personal hygiene tidak baik (62.25%). Sebanyak 35.71% remaja memiliki pola makan tinggi gula. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pola makan tinggi gula (80% kasus patologis) dan personal hygiene yang buruk (85% kasus patologis) dengan kejadian keputihan.

Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan tinggi gula dan kebiasaan personal hygiene dengan kejadian keputihan.

 

Kata Kunci: Gula; Keputihan; Personal Hygiene; Pola Makan; Remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aji, S. P., Sumarmi, S., Wijayanti, Y. T., & Tyarini, I. A. (2024). Increasing community nutrition awareness through balanced nutrition education program. Abdimas Polsaka, 3(1), 33-39.

Akweley, Q. F., Isaac, N., Benjamin, M., Melody, A. D., & Forson, M. K. (2023). Knowledge and Attitudes of Female Adolescents on the Causes, Effects and Prevention of Vaginal Candidiasis in the Adenta Municipality of the Greater Accra Region of Ghana. academia.edu

Batubara, A. R. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian keputihan (flour albus) pada remaja putri di Pesantren Modern Al-Zahrah Bireuen. Jurnal Kesehatan, 8(2), 1435–1446.

Farahdiba, I. (2022). Hubungan kebersihan genitalia terhadap kejadian keputihan pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 6, 1574–1581.

Darma, M., Yusran, S., & Fachlevy, A. F. (2017). Hubungan pengetahuan, vulva hygiene, stres, dan pola makan dengan kejadian infeksi flour albus (keputihan) pada remaja siswi sma negeri 6 kendari 2017 (Doctoral dissertation, Haluoleo University).

Kas, S. R. (2023). Determinan Tingkat Stres Remaja Putri Dengan Keluhan Keputihan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 12(2), 120-127.

Lubis, P. N. (2020). Diagnosis dan tatalaksana mioma uteri. Cermin Dunia Kedokteran, 47(3), 196-200.

Mambaus, P., Di, S., & Manyar, K. (2024). Edukasi genital hygiene dan kemampuan deteksi dini keputihan patologis bagi santriwati pondok pesantren. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 7(4), 433–442.

Ni Putu, N., & Negeri, S. M. K. (2022). Hubungan pengetahuan dan perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja. Jurnal Kesehatan Remaja, 5, 20-27.

Pradina, G., Yulianti, S., & Putri, Y. (2025). Hubungan personal hygiene genetalia dengan kejadian keputihan pada remaja santri putri di Pondok Pesantren Al-Qur’an Harsallakum Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 4(4), 941–948.

Pratiwi, A. Y. (2023). Hubungan perilaku genetalia hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMA Negeri 6 Padangsidimpuan tahun 2023 (Skripsi). Program Studi Kebidanan, Indonesia. repository.unar.ac.id

Puspitasari, D., Ginting, A. S. B., & Astarie, A. D. (2023). efektivitas rebusan daun sirsak (annona muricata l) terhadap keputihan pada wanita usia subur Di PMB NY. D Kabupaten Garut Tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(10), 4095-4106.

Rahmadhani, S. (2023). Determinan literasi kesehatan reproduksi pada siswi SMP Negeri 10 Fajar Harapan Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Remaja, 4, 820–827.

Sebtalesy, C. Y., & Widyaningrum, D. A. (2022). Hubungan Perilaku Personal Hygiene Terhadap Kejadian Fluor Albus Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. Jurnal Kebidanan Besurek, 7(1), 1-7.

Siallagan, D., Desmiati, H., & Nofita, R. (2025). Hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Jurnal Kebidanan, 8, 55–62.

Sinaga, M., & Silalahi, S. B. (2025). Association Of Vulvar Hygiene Practices With Vaginal Discharge In Reproductive-Age Indonesian Women. Algebra: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains, 5(4), 856-861.

Sirait, S. H., Dewi, A. R., Armayanti, L, Y., & Fristika, Y. O. (2025). Reproduksi dan kesehatan ibu-anak. Sumatera Barat: Get Press Indonesia.

Sitompul, J. S., Sinaga, S. N., Situmorang, F. N. S., Tarigan, R., Sirait, M., Zai, F., & Panjaitan, C. D. O. (2025). Health Education Fluor Albus (Keputihan) In Pregnant Women With Excellent Education Services At PMB Shinta Medan Polonia In 2024. In Mitra Husada Health Internasional Conference (MIHHICo) (Vol. 5, No. 1, pp. 229-234).

Suka, K. (2025). Hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 221–226.

Sukmawati, O., Anisa, D. N., & Handayani, D. S. (2024). Faktor-faktor penyebab terjadinya leukhorea (keputihan) pada remaja putri usia 13–19 tahun: Literature review. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 2(9), 659–668.

Wardani, K., Irmayani, I., & Sundayani, L. (2022). Faktor yang mempengaruhi kejadian keputihan pada wanita usia subur pekerja batu apung. Midwifery Student Journal (MS Jou), 1(1), 1-14.

Yulfitria, F. (2017). Pengaruh pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan flour albus patologis. Jurnal Bidan, 3(2).

Downloads

Published

2026-02-16