Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i3.2474
Anemia Remaja Putri Status Gizi
Abstract
Background: Anemia is a common health problem among adolescent girls, often triggered by poor nutritional status. Adolescent girls are susceptible to anemia due to iron deficiency and an unbalanced diet. This study aims to determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls.
Purpose: To determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls.
Metode: This study is a correlational descriptive quantitative study with a cross-sectional approach. The sampling technique used total sampling, involving 41 respondents. Data analysis was performed using the Spearman's rank correlation test.
Results: A study of 41 respondents showed that 34.1% had normal nutritional status, 48.8% were underweight, and 17.1% were overweight. Regarding anemia, 36,6% of respondents were not anemic, 46.3% had mild anemia, and 17.1% had moderate anemia. The Spearman Rank statistical test showed a p-value of 0.037<0.05) proving a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia.
Conclusion: There is a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls, where poor nutritional status increases the incidence of anemia.
Keywords: Adolescent Girls; Anemia; Nutritional Status.
Pendahuluan: Anemia adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja perempuan, yang seringkali dipicu oleh status gizi yang buruk. Remaja putri rentan mengalami anemia karena kekurangan zat besi dan pola makan yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan melibatkan 41 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Rank Spearman.
Hasil: Penelitian terhadap 41 responden menunjukkan bahwa 34.1% memiliki status gizi normal, 48.8% memiliki berat badan kurang, dan 17.1% memiliki berat badan berlebih. Mengenai anemia, 36.6% responden tidak mengalami anemia, 46.3% mengalami anemia ringan, dan 17.1% mengalami anemia sedang. Uji statistik Rank Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0.037<0.05 yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan kejadian anemia.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri, dimana status gizi yang buruk meningkatkan kejadian anemia.
Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri; Status Gizi.
Downloads
References
Aditya, R. D., & Linda, O. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Tahun 2025 Factors Related to the Incidence of Anemia in Adolescent in 2025. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan, 10(1), 16–23.
Deliana, A., & Lusida, N. (2025). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Health & Medical Sciences, 3, 1–14.
Desy, Q., & Mufidaturrosida, A. (2022). Hubungan Statu Gizi, Pola Makan, Dan Siklus Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas VIII Di SMP N 3 Cibeber. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga, 6, 43–50.
Dinas Kesehatan DIY. (2020). Provil Kesehatan Kota Yogyakarta (Kemenkes (ed.); 2019th ed.). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. diakses dari: https://kesehatan.jogjakota.go.id/uploads/dokumen/profil_dinkes_2020_data_2019.pdf
Fita, A., Fatmawati, T. Y., & Putri, S. K. (2025). Hubungan Status Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi (JABJ), 14(1), 166–173.
Handayani, Y., & Handayani, R. (2023). Status Gizi Calon Pengantin Wanita The Nutritional Status of Prospective Women. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 10(1), 62–68.
Indriani, F., & Rahayu, R. P. (2023). Healthcare Factors Related to Incidence of Anemia in Adolescent Girl. INCH Journal of Infant And Child, 2(1), 33–39.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018. diakses dari: https://dinkesjatengprov.go.id/v2018/storage/2019/09/Hasil-Riskesdas-2018.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Penatalaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah (Kemenkes RI (ed.); 2021st ed.). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-pedoman-penatalaksanaan-pemberian-tablet-tambah-darah
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). pedoman dan Penanggulangan Anemia Pada Remaja dan Wanita Usia Subur (WSU) (Kemenkes RI (ed.); 2018th ed.). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-pedoman-pencegahan-dan-penanggulangan-anemia-pada-remaja-putri-dan-wanita-usia-subur
Muchtar, F., & Savitri, E. D. (2023). Penilaian Asupan Zat Besi Remaja Putri di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Jurnal Gembira (Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(1), 171–179.
Muchtar, M., Romanti, M., & Istiningsih, T. (2024). Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri MTsN Barito Utara. Jurnal Seulanga, 01(01), 19–30.
Nurazizah, Y. I., Nugroho, A., & Noviani, N. E. (2022). Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Journal Health and Nutritions Vol.8, 8(2), 44–50.
Nurbaya, & Najdah. (2023). Food Security Status and Coping Strategies Among Adolescents During the Covid-19 Pandemic in Mamuju Department of Nutrition. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 17(1), 130–136.
Nurjannah, S. N., & Putri, E. A. (2021). Hubungan Status Gisi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 2 Garawangi Kabupaten Kuningan. Journal Of Midwifery Care, 01(02), 125–131.
Partap, U., Chowdhury, R., Taneja, S., Bhandari, N., Costa, A. De, Bahl, R., & Fawzi, W. (2022). Preconception and periconception interventions to prevent low birth weight , small for gestational age and preterm birth : a systematic review and meta- analysis. BMJ Global Health, 1–28.
Punuh, M., Engkeng, S., Mandagi, C., Kalesaran, A., Akili, R., & Asrifudin, A. (2025). Pengukuran Status Gizi dan Edukasi Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara. Abdimas Galuh, 7, 127–133.
Rahmaniyah, R., Sri, W. N. L. G., & Jusn. (2024). Hubungan Status Gizi dengan Anemia pada Remaja di Kabupaten Bulukumba. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 2(2).
Ridni, H., Fitriani, F & Panjaitan, A. L. (2023). Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja. Jurnal Ners Universitas Pahlawan, 7, 871–875.
World Health Organization. (2024). Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. 79. diakses dari: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/376196/9789240088542-eng
Yulianti, A., & Aisyah, S. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Anemia pada Remaja Putri. Lentera Perawat, 5(1), 8.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irma Miftahul, Suri Salmiyati, Suratini Suratini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







