Penerapan batuk efektif sebagai intervensi keperawatan dalam optimalisasi bersihan Jalan napas pada pasien asma di komunitas pedesaan
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i3.2460
Asma bronkial Bersihan Jalan Napas Latihan Batuk Efektif
Abstract
Background: Bronchial asthma is a chronic obstructive disease of the respiratory tract characterized by bronchial hyperreactivity to various stimuli, resulting in episodic symptoms such as shortness of breath, coughing, wheezing, and chest tightness. This condition can cause impaired airway clearance due to accumulation of secretions in the lungs.
Purpose: To maintain bleeding in patients with bronchial asthma through the application of effective coughing exercises to improve the effectiveness of airway clearance.
Method: The study used a descriptive method with a case study approach on one patient in Genitem Hamlet. Data collection techniques included interviews, observations, physical examinations, and documentation.
Results: The client complained of shortness of breath, coughing, and weakness with a diagnosis of Ineffective Airway Clearance and Ineffective Breathing Pattern. After three days of effective coughing exercise intervention with the application of SLKI and SIKI, the results showed that the client's airway clearance problems could be resolved.
Conclusion: Effective coughing exercises have been proven to be a non-pharmacological intervention that can improve the effectiveness of airway clearance in bronchial asthma patients.
Keywords: Airway Clearance; Bronchial Asthma; Effective Coughing Exercises.
Pendahuluan: Asma bronkial merupakan penyakit obstruktif kronik pada saluran pernapasan yang ditandai dengan hiperreaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan, sehingga menimbulkan gejala episodik seperti sesak napas, batuk, mengi, dan rasa berat di dada. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas akibat penumpukan sekret di paru-paru.
Tujuan: Untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan asma bronkial melalui penerapan latihan batuk efektif guna meningkatkan efektivitas bersihan jalan napas.
Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien di Dusun Genitem. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi.
Hasil: Subjek menunjukkan keluhan sesak napas, batuk, dan lemas dengan diagnosa keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif dan Pola Napas Tidak Efektif. Setelah dilakukan intervensi latihan batuk efektif selama tiga hari dengan penerapan SLKI dan SIKI, diperoleh hasil bahwa masalah bersihan jalan napas pada klien dapat teratasi.
Simpulan: Latihan batuk efektif terbukti sebagai intervensi non farmakologi yang dapat meningkatkan efektivitas bersihan jalan napas pada pasien dengan asma bronkial.
Kata Kunci: Asma Bronkial; Bersihan Jalan Napas; Latihan Batuk Efektif.
Downloads
References
Abilowo, A., Lubis, N., & Selpi, S. (2022). Asuhan keperawatan pada pasien asma bronkial dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas melalui tindakan batuk efektif di RSUD dr. H. Marsidi Judono Tanjungpinang. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 3(2), 45–53.
Andriani, D., Rahmawati, S., & Putri, Y. (2020). Pengaruh latihan batuk efektif terhadap perubahan pola pernapasan pada pasien PPOK di ruang rawat inap. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 11(1), 23–30.
Fitria, A. N., Khoiriyati, A., & Krisyanto, W. P. (2024). Studi kasus: Penerapan latihan batuk efektif dan minum air hangat pada pasien asma bronkhial. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 1(2), 87–93.
Global Asthma Network. (2023). The Global Asthma Report 2023. Auckland, New Zealand: Global Asthma Network. Diakses dari: https://globalasthmareport.org
Hidayat, A. A. A. (2019). Pengantar kebutuhan dasar manusia: Aplikasi konsep dan proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Potret kesehatan Indonesia dari Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id
Masriadi, M. (2018). Epidemiologi penyakit tidak menular. Depok: Rajawali Pers.
Novianti, D., Nurhidayah, F., & Rahman, F. (2022). Prevalensi asma berdasarkan jenis kelamin pada masyarakat perkotaan di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 150–158.
Septia, Y., Rahmah, N., & Lestari, W. (2021). Penerapan batuk efektif terhadap bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien asma. Jurnal Lentera Perawat, 2(3), 112–118.
Sulistina, E., Wulandari, S., & Rahmawati, N. (2021). Efektivitas latihan batuk efektif terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien asma bronkial di ruang rawat inap. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 10(2), 145–152.
Suprayitna, M., Asrianti, M., & Arifin, Z. (2023). Penerapan batuk efektif pada ketidakefektifan bersihan jalan napas penderita asma bronkhial. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram, 12(1), 25–32.
Nurleli, N., Utami, A. A., Gustina, E., & Novida, S. (2021). Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pasien Asthma Bronchiale dengan Teknik Relaksasi Batuk Efektif. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 6(2), 182-186.
Widiastuti, L., & Siagian, Y. (2019). Pengaruh Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kampung Bugis Tanjungpinang. Jurnal Keperawatan, 9(1), 1069–1076.
World Health Organization. (2023). Asthma: Key facts. Geneva: WHO. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/asthma
Pramesthi, Z. L., Wolayan, G. A. C., Ramadhan, M. F., Rahman, A., Satriadi, Z. P. R., & Wulandari, L. (2022). Penyuluhan Penatalaksana Asma Secara Holistik. Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 4(2), 118–127.
Wartini, W., Immawati, I., & Dewi, T. K. (2021). Penerapan latihan batuk efektif pada intervensi nebulizer dalam mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas anak suai prasekolah (3-5 tahun). Jurnal Cendikia Muda, 1(4), 7.
Nurarif, N., & Kusuma, K. (2016). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Yogyakarta : Media Action.
PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan Tindakan Keperawatan. Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rangga Aprigha Pamungkas, Suratini Suratini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







