Analisis faktor risiko diabetes mellitus pada remaja

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i2.2110

Authors

  • Agino Saputra Masdaf Universitas Jambi
  • Nurhusna Nurhusna Universitas Jambi
  • Putri Irwanti Sari Universitas Jambi
  • Yosi Oktarina Universitas Jambi
  • Yulia Indah Permata Sari Universitas Jambi

Aktivitas Fisik Diabetes Mellitus Indeks Massa Tubuh Pola Makan Remaja

Abstract

Background: Diabetes mellitus in adolescents continues to increase due to modern lifestyles characterized by unhealthy diets, low physical activity, and obesity.

Purpose: To analyze the relationship between physical activity, diet, and obesity (BMI) and the risk of diabetes mellitus in adolescents.

Method: A quantitative, cross-sectional analytical study of 101 eleventh-grade respondents was conducted using purposive sampling. Instruments included the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), anthropometric measurements, and the Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Data analysis used frequency distribution and the Gamma test with α = 0.05.

Results: The majority of respondents were aged 16-18 years (86.1%), female (59.4%), reported light physical activity (43.6%), had poor diet (50.5%), had a normal BMI (34.7%), and had a low risk of diabetes mellitus (84.2%). The Gamma test results showed a significant association between physical activity (p = 0.002; OR = 0.690), diet (p = 0.005; OR = 2.105), and BMI (p = 0.011; OR = 13.778) and the risk of diabetes mellitus.

Conclusion: There is a significant association between physical activity, diet, and BMI and the risk of diabetes mellitus in adolescents.

 

Keywords: Adolescents; Body Mass Index; Diabetes Mellitus; Eating Patterns; Physical Activity.

 

Pendahuluan: Diabetes mellitus pada remaja terus meningkat akibat gaya hidup modern yang ditandai oleh pola makan yang tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, dan obesitas.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas (IMT) dengan risiko Diabetes Mellitus pada remaja.

Metode: Penelitian kuantitatif analitik cross-sectional pada 101 responden kelas XI dengan purposive sampling. Instrumen meliputi Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran antropometri, dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Gamma dengan α = 0,05

Hasil: Mayoritas responden berusia 16-18 tahun (86.1%), perempuan (59.4%), aktivitas fisik ringan (43.6%), pola makan kurang baik (50.5%), IMT normal (34.7%), dan risiko diabetes melitus rendah (84.2%). Hasil uji Gamma menunjukkan hubungan signifikan antara aktivitas fisik (p = 0.002; OR = 0.690), pola makan (p = 0.005; OR = 2.105), dan BMI (p = 0.011; OR = 13.778) dengan risiko diabetes melitus

Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, pola makan, dan IMT dengan risiko diabetes mellitus pada remaja.

 

Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Diabetes Mellitus; Indeks Massa Tubuh; Pola Makan; Remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, L., Mokodompis, Y., & Ismail, G. A. (2022). Hubungan Overweight Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Bulango Utara. Jambura Journal of Epidemiology, 1(1), 11-19.

Anri, A. (2022) ‘Pengaruh Indeks Massa Tubuh, Pola Makan, Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2’, Journal of Nursing and Public Health, 10(1), pp. 7–13.

Chairunnisa, W.R. (2020). Faktor risiko diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas glugur darat kota medan tahun 2020, Jurnal Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,(2, 1) .

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. (2023) Profil Kesehatan Provinsi Jambi’, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi [Preprint].

Diwanta, F., Maghfirah, S., & Marwa, N. A. (2024). Hubungan Pola Makan sebagai Faktor Resiko Penyakit DM. JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 5(2), 91-96.

Harefa, E. M., & Lingga, R. T., (2023). Analisis faktor resiko kejadian diabetes melitus tipe II pada penderita dm di kelurahan ilir wilayah kerja uptd puskesmas kecamatan gunungsitoli. Diabetes, 2(86), 6.

Hariawan, H. (2019). Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Video Tentang Pencegahan Penularan Penyakit Terhadap Pengetahuan Pasien Tuberculosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Sedau Tahun 2019. Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal), 9698(1), pp. 65–75.

Haryono, D. A., Arifin, S., Shinta, H. E., Widodo, T., & Yuliani, N. N. S. (2023). Hubungan obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia> 40 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu. Barigas: Jurnal Riset Mahasiswa, 1(2).

International Diabetes Federation. (2021) IDF Diabetes Atlas, 10th edn., Diabetes Research and Clinical Practice. diakses dari:https://doi.org/10.1016/j.diabres.2021.10.013.

Julliyana, R., Sopiah, P., & Rosyda, R. (2024) ‘Hubungan Perilaku Sedentary lifestyle dengan Tingkat Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Remaja’, Jurnal Keperawatan Florence Nightingale, 7(1), pp. 116–123.

Kaseger, H., Akbar, H., & Ningsih, S. R. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kapatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Tungoi. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(2), 348-352.

Sanjaya, L. R., & Setiawan, Y. (2024). Faktor risiko diabetes melitus tipe-II pada remaja. Citra Delima Scientific Journal Of Citra Internasional Institute, 8(1), 66-73.

Sutriyawan, A. (2021) ‘Lifestyle Influences the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus’, International Journal of convergence in healthcare, 1(2), pp. 1–6.

Ulya, N., Sibuea, A. Z. E., Purba, S. S., Maharani, A. I., & Herbawani, C. K. (2023). Analisis Faktor Risiko Diabetes Pada Remaja Di Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2332-2341.

Ummah, N. K., & Hidayah, N. (2024). Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Risiko Terjadinya Diabetes Melitus Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Sukosari Kabupaten Bondowoso. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 9(4).

Vena, R., & Yuantari, M. C. (2022). Kajian literatur: hubungan antara pola makan gaya hidup modern sudah menjadi salah satu bagian dari kebutuhan sekunder masyarakat. Terlebih dalam hal memilih makanan, pola makan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya diabetes melitus. Pola maka. Jurnal Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus P-ISSN, 9(2), 255-266.

World Health Organization. (2019) Classification of diabetes mellitus, Clinics in Laboratory Medicine. diakses dari: https://doi.org/10.5005/jp/books/12855_8.

Yahya, A. A., Arsin, A. A., & Ayu, R. D. (2024). Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Remaja Di Puskesmas Layang Dan Puskesmas Antara. Jurnal Mitrasehat, 14(2), 742-752.

Downloads

Published

2026-02-04