Gambaran upaya pencegahan penyakit skabies terhadap pengetahuan dan sikap siswa
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i1.2068
Pengetahuan Siswa Sikap Scabies
Abstract
Background: Scabies is a contagious skin infestation often found in densely populated environments such as Islamic boarding schools. Close physical contact between students and limited personal hygiene practices can increase the risk of transmission. Improving knowledge and attitudes regarding scabies prevention is crucial to suppress the spread of this disease.
Purpose: To describe the level of students' knowledge and attitudes regarding scabies prevention.
Method: This study used a quantitative descriptive design using a cross-sectional approach. Ninety-nine students participated. Data were collected using a structured questionnaire that assessed knowledge and attitudes regarding scabies prevention. Data were analyzed univariately and presented as frequency distributions and percentages.
Results: The majority of students (48.5%) had sufficient knowledge about scabies prevention, 32 (32.3%) had poor knowledge, and 19 (19.2%) had good knowledge. Furthermore, the attitude variable showed that the majority of students (62.6%) were in the fair attitude category, while 37 (37.4%) were in the very good attitude category, and no students had poor attitudes.
Conclusion: Students' knowledge and attitudes toward scabies prevention were generally in the fair category, but still need improvement, especially in the group with poor knowledge.
Keywords: Attitude; Knowledge; Scabies; Students.
Pendahuluan: Skabies merupakan infestasi kulit menular yang sering ditemukan pada lingkungan padat hunian seperti pondok pesantren. Kontak fisik yang erat antar siswa serta keterbatasan praktik kebersihan diri dapat meningkatkan risiko penularan. Peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan skabies menjadi hal penting untuk menekan penyebaran penyakit ini.
Tujuan: Untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap siswa mengenai pencegahan skabies.
Metode: Penelitian dengan desain deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 99 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan dan sikap terkait pencegahan skabies. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase.
Hasil: Mayoritas siswa memiliki pengetahuan kategori cukup tentang pencegahan skabies sebanyak 48 orang (48.5%), pengetahuan kurang 32 orang (32.3%), dan pengetahuan baik 19 orang (19.2%). Selain itu, variabel sikap menunjukkan sebagian besar siswa berada pada kategori sikap cukup sebanyak 62 orang (62.6%), sedangkan sikap sangat baik sebanyak 37 orang (37.4%), dan tidak ada siswa dengan sikap kurang.
Simpulan: Pengetahuan dan sikap siswa terhadap pencegahan skabies secara umum berada pada kategori cukup, tetapi masih perlu ditingkatkan terutama pada kelompok dengan pengetahuan kurang.
Kata Kunci: Pengetahuan; Siswa; Sikap; Scabies.
Downloads
References
Chandler, D. J., & Fuller, L. C. (2019). A review of scabies: An infestation more than skin deep. Dermatology, 235(2), 79–90.
Engelman, D., Cantey, P. T., Marks, M., Solomon, A. W., Chang, A. Y., Chosidow, O., & Steer, A. C. (2019). The public health control of scabies: Priorities for research and action. The Lancet, 394(10192), 81–92.
Fauzi, M., Abdullah, A., & Zulfikar, Z. (2021). Hubungan sanitasi lingkungan dan tingkat pengetahuan dengan kejadian skabies pada santri pondok pesantren. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 120–128.
Hidayat, R., Suryani, D., & Lestari, W. (2018). Faktor perilaku dan lingkungan terhadap kejadian skabies di pondok pesantren. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(3), 210–217.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil kesehatan Indonesia tahun 2019. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan pelaksanaan usaha kesehatan sekolah. Kemendikbud RI.
Marks, M., Romani, L., Sokana, O., Nasi, T., Kamoriki, B., Wand, H., & Steer, A. C. (2019). Prevalence of scabies and impetigo in the Solomon Islands. The New England Journal of Medicine, 380(17), 1665–1673.
Nurhasanah, N., Pratama, A., & Yuniarti, S. (2019). Hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri. Jurnal Keperawatan Komunitas, 4(1), 25–32.
Putri, R., Yuniar, L., & Handayani, S. (2018). Faktor risiko kejadian skabies pada santri di pondok pesantren. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(3), 360–366.
Rahmawati, N., & Hidayat, T. (2020). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan santri tentang skabies. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(1), 22–29.
Romani, L., Steer, A. C., Whitfeld, M. J., & Kaldor, J. M. (2015). Prevalence of scabies and impetigo worldwide: A systematic review. The Lancet Infectious Diseases, 15(8), 960–967.
Saputra, R., Wahyuni, S., & Pratiwi, D. (2019). Prevalensi dan faktor risiko kejadian skabies pada santri pondok pesantren. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 145–152.
Sari, M., & Anwar, K. (2021). Hubungan pengetahuan dengan sikap dan perilaku pencegahan skabies pada santri. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 95–102.
Subandi, S., Rahman, A., & Yuliana, Y. (2021). Pendidikan kesehatan terhadap peningkatan kesadaran dan perilaku preventif siswa. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 10(1), 45–53.
Triana, D., Rahayu, S., & Wibowo, A. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan skabies pada santri pondok pesantren. Jurnal Keperawatan Komunitas, 5(1), 33–41.
Widodo, A., Hartini, S., & Prameswari, D. (2020). Personal hygiene dan kejadian skabies pada remaja di lingkungan pesantren. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 14(4), 215–222.
World Health Organization. (2020). Ending the neglect to attain the Sustainable Development Goals: A road map for neglected tropical diseases 2021–2030. World Health Organization.
https://www.who.int/publications/i/item/9789240010352
World Health Organization. (2022). Scabies. World Health Organization. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item
Yusuf, M., Handayani, R., & Kurniawan, T. (2018). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup bersih dan sehat siswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 101–109.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmat Ali Rahmatulla, Andi Subandi, Dini Rudini, Lisa Anita Sari, Indah Mawarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







