Analisis risiko potensi bahaya pada pekerja lapak kayu gelam

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i7.1963

Authors

  • Fransisca Kurniaati Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang
  • Amrul Hasan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang

Kayu Gelam Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Potensi Bahaya Risiko Kerja

Abstract

Background: Gelam wood processing activities at stalls in Sidomulyo Village, Mesuji District, Mesuji Regency, are an economic activity that carries a high potential for occupational safety and health (OHS) risks.

 

Purpose: To analyze the potential hazards and risk levels faced by gelam wood stall workers in carrying out their work activities.

 

Method: A qualitative descriptive study using an observational approach and in-depth interviews with timber workers. Hazard identification was conducted using the HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment) method using the AS/NZS4360:2004 standard. Risk assessment was conducted using a risk matrix.

 

Results: The study showed several major potential hazards faced by workers, including mechanical hazards resulting from the use of gelam bark stripping tools, ergonomic hazards resulting from improper working positions, and exposure to wood dust, which can irritate the respiratory system. The highest risk levels were found in the gelam bark stripping process and wood transportation.

 

Conclusion: The lack of use of personal protective equipment (PPE) and low worker awareness of OHS principles increase the potential for workplace accidents. Therefore, increased OHS education and training for workers, adequate provision of PPE, and routine supervision by relevant parties are needed to minimize occupational risks in gleam timber staking.

 

Keywords: Gelam Wood; Occupational Health and Safety (OHS); Occupational Risks; Potential Hazards.

 

Pendahuluan: Kegiatan pengolahan kayu gelam di lapak-lapak Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji merupakan salah satu aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang cukup tinggi.

 

Tujuan: Untuk menganalisis potensi bahaya serta tingkat risiko yang dihadapi oleh para pekerja lapak kayu gelam dalam menjalankan aktivitas kerjanya.

 

Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional dan wawancara mendalam terhadap pekerja lapak kayu. Identifikasi bahaya dilakukan menggunakan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment) dengan menggunakan standard AS/NZS4360:2004. sedangkan penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan matriks risiko.

 

Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya utama yang dihadapi pekerja, di antaranya adalah bahaya mekanis akibat penggunaan alat pengupasan kulit kayu gelam, bahaya ergonomis akibat posisi kerja yang tidak sesuai, serta bahaya dari paparan debu kayu yang dapat mengganggu sistem pernapasan. Tingkat risiko tertinggi ditemukan pada proses pengupasan kulit kayu gelam dan pengangkutan kayu.

 

Simpulan: Kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) serta rendahnya kesadaran pekerja terhadap prinsip K3 memperbesar potensi terjadinya kecelakaan kerja. Sehingga perlu adanya peningkatan edukasi dan pelatihan K3 bagi pekerja, penyediaan APD yang memadai, serta pengawasan rutin oleh pihak terkait untuk meminimalisir risiko kerja di lapak kayu gelam.

 

Kata Kunci: Kayu Gelam; Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3); Potensi Bahaya; Risiko Kerja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisiyah, S., Harjanti, R., Nopiyanti, V., & Suhartinah, S. (2017). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembuatan Balsam Metil Salisilat untuk Mengatasi Rasa Nyeri Sendi Dan Otot di Lingkungan Mojosongo Surakarta. Journal of Dedicators Community, 1(1), 76-81.

Andelia, R. (2018). Manajemen Risiko dalam Industri. Jakarta: Mitra Wacana Media.

British Standards Institution. (2018). BS ISO 45001: 2018: Occupational Health and Safety Management Systems-Requirements with Guidance for Use. BSI Standards Limited.

Darmayani, S., Sa’diyah, A., Supiati, S. T. P., Maraghi Muttaqin, S. T., Rachmawati, F., Widia, C., & Meditama, R. F. (2023). BUKU KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3). Penerbit Widina.

Hidayat, A. (2018). Risk Management: Konsep dan Implementasi. Jakarta: PT RajaGrafindo.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Hidupkan Pos uKK pada Pekerja Sektor Informal. Diakses dar: https://kemkes.go.id/eng/hidupkan-pos-ukk-agar-pekerja-sektor-informal-tersentuh-layanan-kesehatan-kerja

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pentingnya peregangan tubuh di sela-sela jam kerja. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/pentingnya-peregangan-tubuh-di-sela-sela-waktu-kerja

Khamid, A. (2018). Bahaya dan Risiko Kesehatan Kerja. Bandung: Humaniora.

Martalina, E., (2018). Bahaya K3 pada Lingkungan Kerja. Jakarta: Prenadamedia.

Mindhayani, I. (2020). Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja dengan metode HAZOP dan pendekatan ergonomi (Studi kasus: Ud. Barokah Bantul). Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer, 11(1), 31-38.

Mufida, R. Z. (2024). Hubungan Beban Kerja Fisik dan Beban Kerja Mental dengan Stres Kerja (Studi Kasus: pada PT. Bumi Persada Karya). UMG

Murtadlo, M. (2019). Manfaat Implementasi Manajemen Risiko. Surabaya: Sinar Ilmu.

Nur, M. (2018). Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Di PT. XYZ. J. Tek. Ind, 4(2), 3-6.

Prasetyo, E., Kalimasadha, P. P., Rofi’ah, H., Putri, S. A., & Maulindah, Y. (2024). Promosi Keselamatan Kerja di Home Industri Jenang Karomah Kudus. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan, 1(3), 300-305.

Sumigar, C. K., Kawatu, P. A., & Warouw, F. (2022). Hubungan antara umur dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada petani di desa tambelang minahasa selatan. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 11(2).

Wahyuni, N. F. Q. A. (2020). Program Upaya Kesehatan Kerja pada Sektor Informal. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(Special 1), 101-111

Downloads

Published

2025-12-09