Korelasi interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i1.1923

Authors

  • Zahra Muhammad Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Zubaida Rohmawati Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Agustina Rahmawati Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Interaksi Teman Sebaya Perilaku Merokok Teman Sebaya

Abstract

Background: Adolescence is a transitional period marked by physical, emotional, and social changes that can influence an individual's behavioral development. One behavior that emerges during this stage is smoking, which is generally influenced by social dynamics. In Cambahan Hamlet, Nogotirto, Gamping District, smoking habits among adolescents are relatively high, with adolescents starting to smoke due to peer pressure or group norms. This pattern suggests that peer interactions play a significant role in shaping risky behavior and can contribute to the emergence of unhealthy habits.

Purpose: To determine the correlation between peer interactions and smoking behavior in adolescent boys.

Method: Quantitative research with a descriptive correlation design using a cross-sectional approach. The study population was adolescents in Cambahan Hamlet. The sample was taken using the Total Sampling Technique, resulting in a sample size of 40 individuals. Data were collected using the Smoking Behavior and Peer Interaction Questionnaire to determine respondents' smoking behavior and peer interactions. Data analysis used the non-parametric Kendall-Tau test.

Results: Statistical tests using the Kendall-Tau test showed a p-value <0.05 and a correlation coefficient of r = 0.466 for the test of smoking behavior and peer interactions.

Conclusion: There is a significant correlation between peer interactions and smoking behavior in male adolescents.

Keywords: Adolescents; Peer Interaction; Smoking Behavior.

Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dapat mempengaruhi perkembangan perilaku individu. Salah satu perilaku yang muncul pada tahap ini adalah merokok, yang umumnya dipengaruhi oleh dinamika pergaulan, di Pedukuhan Cambahan, Nogotirto, Kecamatan Gamping, kebiasaan merokok pada remaja tergolong tinggi, dimana remaja mulai merokok dikarenakan ajakan teman sebaya atau norma kelompok. Pola ini menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku berisiko dan dapat berkontribusi munculnya kebiasaan yang tidak sehat.

Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki.

Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Deskriptif korelasi menggunakan pendekatan Cross Sectional, Populasi penelitian merupakan Remaja di Padukuhan Cambahan, sampel diambil dengan Teknik Total Sampling sehingga jumlah sampelnya sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Perilaku Merokok dan Interaksi Teman Sebaya untuk mengetahui perilaku merokok dan interaksi teman sebaya responden. Uji analisis data menggunakan uji non-parametrik Kendall - Tau.

Hasil: Uji statistik menggunakan uji Kendall -Tau menunjukkan p-value <0.05 dan nilai koefisien korelasi r = 0.466 untuk uji perilaku merokok dengan interaksi teman sebaya.

Simpulan: Ada Korelasi yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki – laki.

Kata Kunci : Interaksi Teman Sebaya; Perilaku Merokok; Remaja.

 

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anissa, N. (2022). Pengaruh Konformitas Teman Sebaya Terhadap Konsep Diri Remaja di SMA Negeri 8 Semarang. Dimensi Pendidikan Universitas PGRI Semarang, 18(1), 39-51.

Aryee, L. N., Flanagan, S. V., Trupe, L., Yucel, M., & Smith, J. (2024). Social norms and social opportunities: a qualitative study of influences on tobacco use among urban adolescent girls in Ghana. BMC Public Health, 24(1), 2978.

Badan Pusat Statistik. (2024), Persentase Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Merokok dalam Sebulan Terakhir Menurut Provinsi dan Kelompok Umur, 2023. Jakarta: BPS. Diakses dari: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/ZGxsdU15dEtNWEpNYmpCSUsyVkdaRnBpVkV0dVFUMDkjMw==/persentase-penduduk-umur-15-tahun-ke-atas-yang-merokok-dalam-sebulan-terakhir-menurut-provinsi-dan-kelompok-umur--2023.html?year=2023

Castillo, C. G., Halpern-Felsher, B., & Chaffee, B. W. (2024). Adolescent perspectives on their e-cigarette initiation experiences. [Journal on PMC]. Retrieved from PubMed Central.

Dewi, E. R., Widodo, B. W., Mubaroq, M. H., Ulfa, M., & Pujiati, E. (2025). Peran iklan rokok, teman sebaya dan orang tua terhadap perilaku mencoba merokok remaja (SMP Negeri 1 Demak). SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 4(3), 844–851.

Diah W. & Riyadi, S. (2023). Teman Sebaya Mempengaruhi Perilaku Merokok Remaja di Pondok Pesantren SMP X di Bantul Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 12(2), 208-215.

Dinas Kesehatan Sleman. (2023). Gawat! 4,58 Persen Anak Usia 10–18 Tahun Jadi Perokok Aktif. Diakses dari

https://www.krjogja.com/sleman/1242473044/gawat-458-persen-anak-usia-10-18-tahun-jadi-perokok-aktif

Fransiska, T. S. (2023). Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa UKSWSalatiga. Jurnal Cakrawala Ilmiah (JCI), 2(5), 1669-1676.

Izzani, T. A., & Selva. (2024). Perkembangan Masa Remaja: Sebuah Tinjauan Psikologis. Jispendiora: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 259–273.

Jufri, I. H., Zainuddin, K., & Kusuma, P. (2023). Pengaruh Konformitas Teman Sebaya Dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Merokok Pada Siswa SMP “X” Makassar. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(6), 1164-1183.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peringatan Kesehatan Bergambar di Kemasan Rokok. Diakses dari: https://kemkes.go.id/eng/peringatan-kesehatan-bergambar-kemasan-rokok-diperbaharui

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Perokok Aktif di Indonesai. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/perokok-aktif-di-indonesia-tembus-70-juta-orang-mayoritas-anak-muda

Ni’ma Qoni’, I., & Hitipeuw, I. (2021). Hubungan Dukungan Teman Sebaya Dan Konformitas Kelompok Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Kota Blitar. Jurnal Flourishing, 2(1), 17–23.

Pranoto, H. H. (2024). Hubungan Teman Sebaya dengan Perilaku Merokok pada Remaja Laki-laki di SMP X: Relationship Between Peer Behavior with Smoking Behavior in Teenage Boys at SMP X. Journal of Holistics and Health Sciences, 6(1), 58-63.

Parawansa, G., & Nasution, F. Z. (2022). Konformitas teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(2), 630-636.

Pratama, I. G. E., Triana, K. Y., & Martini, N. M. D. A. (2021). Interaksi teman sebaya berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja kelas IX di SMP Dawan Klungkung. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(2), 152-160.

Ruiz, P., & Esteban, R. F. C. (2021). Emotional Intelligence, Gender and Family Environment in Peruvian Adolescents. Acta Colombiana de Psicología, 21(2), 200–211.

Sugiyono, S. (2021). Metode Penelitian kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

World Health Organization. (2021). World No Tobacco Day. Diakses dari: https://www.who.int/indonesia/news/campaign/world-no-tobacco-day-2021

Xiang, S., Jia, T., Xie, C., Cheng, W., Chaarani, B., Banaschewski, T., Barker, G. J., Bokde, A. L. W., Büchel, C., Desrivières, S., Flor, H., Grigis, A., Gowland, P. A., Brühl, R., Martinot, J. L., Martinot, M. L. P., Nees, F., Orfanos, D. P., Poustka, L., & Feng, J. (2023). Association between vmPFC gray matter volume and smoking initiation in adolescents. Nature Communications, 14(1).

Downloads

Published

2026-01-16