Terapi kompres dingin NaCl 0.9% dalam menurunkan intensitas nyeri: Studi kasus pada pasien selulitis
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i7.1885
Kompres Dingin Nyeri Selulitis
Abstract
Background: Cellulitis is an acute bacterial infection of the skin and subcutaneous tissue characterized by pain, swelling, and warmth. It can cause high morbidity and worsen the patient's quality of life. Pain in cellulitis arises from the inflammatory process that activates nociceptors and increases nerve sensitivity. One non-pharmacological therapy for pain reduction is a cold compress using 0.9% NaCl, which works through vasoconstriction, edema reduction, and local analgesic effects. Purpose: To evaluate the effectiveness of cold compress therapy using NaCl solution in reducing pain levels in cellulitis. Method: This was a case study using an Evidence-Based Nursing Practice approach in one patient with cellulitis who met the inclusion criteria. The intervention, a cold compress with 0.9% NaCl, was applied for 10-20 minutes for three consecutive days. Pain was measured before and after the procedure using the Numeric Rating Scale (NRS). Results: There was a consistent decrease in pain intensity: on the first day, the pain decreased from a 7 to a 6, on the second day, from a 6 to a 5, and on the third day, from a 5 to a 4. Furthermore, patients reported reduced heat and swelling, and increased comfort after therapy. Conclusion: Cold compresses using 0.9% NaCl have been shown to be effective in reducing pain in cellulitis patients through vasoconstriction, decreased nerve activity, and reduced edema. Keywords: Cellulitis; Cold Compress; Pain.
Pendahuluan: Selulitis adalah infeksi bakteri akut pada kulit dan jaringan subkutan yang ditandai dengan nyeri, pembengkakan, dan rasa hangat, serta dapat menyebabkan morbiditas tinggi dan memperburuk kualitas hidup pasien. Nyeri pada selulitis muncul akibat proses inflamasi yang mengaktifkan nosiseptor dan meningkatkan sensitivitas saraf. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengurangi nyeri adalah kompres dingin menggunakan NaCl 0.9% yang bekerja melalui vasokonstriksi, penurunan edema, dan efek analgesik lokal.
Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas terapi kompres dingin berupa cairan NaCl dalam menurunkan skala nyeri pada selulitis
Metode: Studi kasus yang menggunakan pendekatan Evidence Based Nursing Practice pada satu pasien selulitis yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa kompres dingin NaCl 0.9% diberikan selama 10-20 menit selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah tindakan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).
Hasil: Terdapat penurunan intensitas nyeri yang konsisten: hari pertama dari skala 7 menjadi 6, hari kedua dari 6 menjadi 5, dan hari ketiga dari 5 menjadi 4. Selain itu, pasien melaporkan berkurangnya rasa panas, pembengkakan, serta peningkatan kenyamanan setelah terapi.
Simpulan: Kompres dingin menggunakan NaCl 0,9% terbukti efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien selulitis melalui mekanisme vasokonstriksi, penurunan aktivitas saraf, dan pengurangan edema.
Kata Kunci : Kompres Dingin; Nyeri; Selulitis.
Downloads
References
Amalia, A., Pahria, T., & Harun, H. (2024). Perawatan luka dan manajemen nyeri pada pasien dengan selulitis: Studi kasus. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(4), 1947-1962.
Anggraini, O., & Fadila, R. A. (2021). Pengaruh Pemberian Kompres Dingin Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Post Operasi Fraktur Di Rs Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan, 11(21), 72-80.
Azizah, N. (2025). Penerapan Terapi Bermain Pop It fidget push buble untuk mengurangi kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah dengan Selulitis Yang Menjalani Hospitalisasi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Evangeline, H., Supriadi, D., Sunarya, W., Tengah, T., & Tenggara, A. (2015). Perbedaan kompres nacl 0, 9% dengan kompres alkohol 70% terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien flebitis. J Kedokt dan Kesehat, 2(3), 245-251.
Farhan, N., Syamsi, N., Sofyan, A., & Nayoan, C. R. (2022). Swamedikasi Obat Analgetik Untuk Mengatasi Nyeri Pada Masyarakat Kawatuna, Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Journal Medical Profession (MedPro), 4(3), 212-216.
Hardianto, T., Ayubbana, S., & Inayati, A. (2021). Penerapan Kompres Dingin Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Post Operasi Fraktur. Jurnal Cendekia Muda, 2(4), 590-594.
Institute For Health Matrics and Evaluation. (2019). Global Burden of Disease (GBD). Diakses dari: https://www.healthdata.org/research-analysis/gbd
Joseph, K., Wanjala, N., & Stanley, K. (2021). Compression Therapy in the Management of Cellulitis: A Comparative Study. Journal of Surgery, 6(3), 68-72.
Julaeha, J., & Farisma, N. (2022). Laporan kasus selulitis pedis pada diabetes melitus tipe 2 dengan terapi antibiotik dan insulin. Journal Borneo, 2(1), 20-25.
Miller, K. M., Lamagni, T., Hay, R., Cannon, J. W., Marks, M., Bowen, A. C., & Manning, L. (2022). Standardization of epidemiological surveillance of group A streptococcal cellulitis. In Open forum infectious diseases (Vol. 9, No. Supplement_1, pp. S25-S30). US: Oxford University Press.
Nurlela, T. E., Mediani, H. S., & Rahayu, U. (2023). Terapi kompres dingin untuk menurunkan skala nyeri akut pasien fraktur: Systematic review. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 7(1), 49-63.
Rangel, T., Pham, S., Senger, B., Daratha, K., Fitzgerald, C., Mallo, R., & Daratha, K. (2023). Pharmacologic pain management trends among adults hospitalized with cellulitis: an evidence-based practice project. Pain Management Nursing, 24(2), 222-228.
Rusyati, L. M. M., & Sutiawan, I. S. (2024). Morbus Hansen Tipe Lepromatosa dengan Eritema Nodosum Leprosum Berat dan Cacat Kusta Tingkat Dua. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(1), 261-270.
Schug, S. A., Palmer, G. M., Scott, D. A., Halliwell, R., & Trinca, J. (Eds.). (2020). Acute pain management: scientific evidence (Vol. 1). Melbourne: Australian and New Zealand College of Anaesthetists.
Sholeh, B., Haristiani, R., & Wahyuningsih, S. (2022). Analysis of the Effectiveness of Pain Management with Benson Relaxation Technique and 0.9% NaCl Compress in DVT (Deep Vein Thrombosis) Patient: Analisis Efektivitas Manajemen Nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson dan Kompres NaCl 0, 9% pada Pasien DVT (Deep Vein Thrombosis). Caring: Jurnal Keperawatan, 11(2), 56-63.
Sukmana, M., Sianturi, R., Sholichin, S., & Aminuddin, M. (2020). Pengkajian luka menurut meggit-wagner dan pedis pada pasien ulkus diabetikum. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan, 2(2), 79-88.
Suryati, S., Anwar, T., Judijanto, L., Ifadah, E., Fadhillah, L., Agil, N. M., ... & Sujati, N. K. (2025). Perawatan Pasien Dewasa dengan Nyeri Akut dan Nyeri Kronis. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Webb, E., Neeman, T., Gaida, J., Bowden, F. J., Mumford, V., & Bissett, B. (2019). Impact of compression therapy on cellulitis (ICTOC) in adults with chronic oedema: a randomised controlled trial protocol. BMJ open, 9(8), e029225.
Xue, Y., Zhou, J., Xu, B. N., Li, Y., Bao, W., Cheng, X. L., & Jia, C. Y. (2022). Global burden of bacterial skin diseases: a systematic analysis combined with sociodemographic index, 1990–2019. Frontiers in medicine, 9, 861115.
Yunus, B. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi lama penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetikum di rumah Perawatan ETN Centre Makassar tahun 2014. Skripsi). FK UIN Alaudin Makassar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rossyana Amelia Maulidina, Edi Purwanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







