Kerentanan kesehatan penyintas bencana terhadap perubahan iklim
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i7.1833
Kerentanan Penyintas Perubahan Iklim
Abstract
Background: Global climate change has increased the frequency and intensity of natural disasters, including in previously affected areas such as Palu City. Disaster-affected communities relocated to the Tondo Permanent Housing (Huntap) continue to face potential disaster risks.
Purpose: To examine the health vulnerability of disaster survivors to the impacts of climate change in Huntap Tondo.
Method: . A qualitative approach with a case study design was employed, and data were collected through in-depth interviews using the snowball sampling technique. Data analysis was conducted using content analysis supported by NVIVO 12 software. Data validity was ensured through source triangulation and peer debriefing.
Results: Communities still face the potential for disasters such as mudflows, strong winds, and the risk of landslides, which impact access to clean water and environmental conditions. Infrastructure, such as drainage, is deemed inadequate, while building structures raise doubts about their durability. However, mitigating behaviors such as community service and social adjustment are emerging within the community.
Conclusion: Although residents have been relocated to permanent housing, they remain vulnerable to the impacts of climate change and require strengthened mitigation systems and supporting infrastructure
Keywords: Climate Change; Survivor; Susceptibility.
Pendahuluan: Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam, termasuk di wilayah yang telah terdampak sebelumnya seperti Kota Palu. Masyarakat penyintas bencana yang direlokasi ke Hunian Tetap (Huntap) Tondo masih menghadapi potensi risiko bencana.
Tujuan: Untuk mengkaji kerentanan kesehatan masyarakat penyintas terhadap dampak perubahan iklim di Huntap Tondo.
Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) menggunakan aplikasi NVIVO 12. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan peer debriefing
Hasil: Masyarakat masih menghadapi potensi bencana seperti banjir lumpur, angin kencang, dan risiko tanah longsor yang memengaruhi akses terhadap air bersih dan kondisi lingkungan. Infrastruktur seperti drainase dinilai belum memadai, sementara struktur bangunan menimbulkan keraguan terhadap ketahanannya. Meski demikian, terdapat perilaku mitigatif seperti kerja bakti dan penyesuaian sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat
Simpulan: Meskipun telah direlokasi ke hunian tetap, masyarakat masih mengalami kerentanan terhadap dampak perubahan iklim dan perlu penguatan sistem mitigasi serta infrastruktur pendukung.
Kata Kunci : Kerentanan; Penyintas; Perubahan Iklim.
Downloads
References
Cahyaningrum, A. P., & Gunawan, I. (2025). Katalog Analisis Seismisitas Dan Deformasi Gempabumi Signifikan Tahun 2023-2024. Deepublish.
Evanly, W. W., Sela, R. L., & Lakat, R. M. (2020). Analisis Risiko Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Minahasa. SPASIAL, 7(3), 352-360.
Hansen, J., Ruedy, R., Sato, M., & Lo, K. (2010). Global surface temperature change. Reviews of geophysics, 48(4).
Haribulan, R., Gosal, P. H., & Karongkong, H. H. (2019). Kajian Kerentanan Fisik Bencana Longsor Di Kecamatan Tomohon Utara. Spasial, 6(3), 714-724.
Haerdy, R. S. S. M. (2022). Pemenuhan Hunian Layak Dan Terjangkau Milenial di Kota Bandung Melalui Penerapan Teknologi Prefabrikasi Risha. Tesa Arsitektur, 20(2), 148-157.
Idrus, I., & Umar, B. (2024). Mitigasi Bencana Banjir Akibat Longsor pada Daerah Aliran Sungai Terhadap Ketersediaan Air Bersih di Kecamatan Dondo. Jurnal Bangunan Konstruksi (BARAKKA), 2(1), 46-52.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2019). Foreword Technical and Preface. In Climate Change and Land: an IPCC special report on climate change, desertification, land degradation, sustainable land management, food security, and greenhouse gas fluxes in terrestrial ecosystems. Diakses dari: https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/2019/11/SRCCL-Full-Report-Compiled-191128.pdf
Jumiati, J. (2020). Hubungan persepsi masyarakat tentang bencana dengan sikap siaga dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami di Hunian Antara Lere Palu Barat (Doctoral dissertation, Universitas Widya Nusantara).
Maghfirah, F. F., Najib, M., & Karim, M. R. (2024). Persepsi Kepuasan Pemukiman Berdasarkan Kondisi Lingkungan Hunian Tetap Tondo DI Kota Palu. Jurnal Peweka Tadulako, 3(1), 9-23.
Pakpahan, S., Ngadmanto, D., Masturyono, M., Rohadi, S., Rasmid, R., Widodo, H. S., & Susilanto, P. (2015). Analisis Kegempaan di Zona Sesar Palu Koro, Sulawesi Tengah. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, 6(3), 253-264.
Putri, S. E., Lanin, D., Umar, G., & Gusman, M. (2023). Kota Padang: Identifikasi Potensi Bencana Banjir dan Upaya Mitigasi. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU), 1(3), 116-122.
Raihan, M., & Sulthan, F. (2020). Penerapan konsep rumah tumbuh pada teknologi struktur RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Prosiding Applicable Innovation of Engineering and Science Research, 2020, 355-362.
Samudra, A. A., Suradika, A., & Evi Satispi, M. (2023). Black swan earthquake theory dan implementasi kebijakan publik pada mitigasi kebencanaan. Samudra Biru.
Sururoh, L., Trinirmalaningrum, A. R. S., & Lubis, N. R. (2018). Ingatan Kolektif Dan Pengetahuan Lokal Mengenai Bencana Di Banten. Jakarta: Skala Indonesia.
Syifa’Uddin, M. (2016). Pemetaan tingkat resiko kerusakan akibat gempa bumi di sekitar Sesar Palu Koro berdasarkan Pola Percepatan Tanah Maksimum dengan Metode MC. GUIRRE. RK (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mohammad Fikri, Firmansyah Firmansyah, Sendhy Krisnasari, Muhammad Rizki Ashari, Anitatia Ratna Megasari, Muhammad Ridha Afdhal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







