Discharge planning berbasis augmented reality dan teach-back pada keluarga pasien yang menjalani hemodialisis: Analisis hukum dan prinsip etik keperawatan
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i7.1829
Augmented Reality Discharge Planning Hukum Keperawatan Metode Teach-Back Prinsip Etik Keperawatan
Abstract
Background: The need for hemodialysis services continues to increase due to the high prevalence of kidney disease. The use of Augmented Reality (AR) and the Teach-Back method is necessary to optimize discharge planning and improve understanding among patient families.
Purpose: To analyze the legal basis and ethical principles of nursing in implementing Augmented Reality (AR)-based discharge planning and the Teach-Back method for families of patients undergoing hemodialysis.
Method: This descriptive study design employed a case study analysis approach. Data collection was conducted using literature review and subsequent data analysis using ethical-conceptual analysis, legal interpretation, and ethical principles of nursing in implementing Augmented Reality (AR)-based discharge planning and the Teach-Back method for families of patients undergoing hemodialysis.
Results: Discharge planning implementation in hospitals is still dominated by conventional methods, including oral education and printed media such as pamphlets, which are not optimally utilized. Many patients and families appear to understand, but evaluations of understanding are rarely conducted, so the effectiveness of education in preparing for home care is not guaranteed.
Conclusion: Discharge planning implementation that still relies on oral education without evaluation of understanding poses legal risks, violations of nursing ethics principles, and professional accountability. The integration of Augmented Reality (AR) and the Teach-Back method can improve patient and family understanding and ensure information is received accurately and accurately.
Keywords: Augmented Reality; Discharge Planning; Nursing Law; Nursing Ethical Principles; Teach-Back Method.
Pendahuluan: Kebutuhan layanan hemodialisis terus meningkat seiring tingginya prevalensi penyakit ginjal. Penggunaan Augmented Reality (AR) dan metode Teach-Back diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan discharge planning dan meningkatkan pemahaman keluarga pasien.
Tujuan: Untuk menganalisis landasan hukum serta prinsip etik keperawatan dalam pelaksanaan discharge planning berbasis Augmented Reality (AR) dan metode Teach-Back kepada keluarga pasien yang menjalani hemodialisis.
Metode: Penelitian dengan rancangan deskriptif menggunakan pendekatan analisis studi kasus yang dilakukan pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan selanjutnya analisis data menggunakan analisis etis-konseptual interpretasi hukum, serta prinsip etik keperawatan dalam pelaksanaan discharge planning berbasis Augmented Reality (AR) dan metode Teach-Back kepada keluarga pasien yang menjalani hemodialisis.
Hasil: Pelaksanaan discharge planning di rumah sakit masih didominasi metode konvensional, berupa edukasi lisan dan media cetak seperti pamflet yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Banyak pasien atau keluarga tampak mengerti, namun evaluasi pemahaman jarang dilakukan, sehingga efektivitas edukasi dalam mempersiapkan perawatan di rumah belum terjamin.
Simpulan: Pelaksanaan discharge planning yang masih mengandalkan edukasi lisan tanpa evaluasi pemahaman menimbulkan risiko hukum, pelanggaran prinsip etik keperawatan, dan akuntabilitas profesional. Integrasi Augmented Reality (AR) dan metode Teach-Back dapat meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga, serta memastikan informasi diterima dengan tepat dan benar.
Kata Kunci: Augmented Reality; Discharge Planning; Hukum Keperawatan; Metode Teach-Back; Prinsip Etik Keperawatan.
Downloads
References
Anwar, A., & Anzward, B. (2021). Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Perawat Dalam Pemenuhan Kewajiban Berdasarkan Kode Etik Keperawatan. Journal de Facto, 8(1), 1-16.
BPK RI. (2025). Undang-Undang Republik Indonesia No 38 Tahun 2014. (n.d.). diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/38782/uu-no-38-tahun-2014
Crispin, A. R. (2024). Virtual/Augmented Reality: Konsep, Implementasi dan Pengujian. PUBLISH PENERBIT UNPRI PRESS, 1(2).
Dewi, A. F., Suwanti, I., & Fibriana, L. P. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Selama Masa Pandemi Covid-19. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 1(1), 22-35.
Hayati, M., Bagherzadeh, R., Mahmudpour, M., Heidari, F., & Vahedparast, H. (2023). Effect of teaching health-promoting behaviors on the care burden of family caregivers of hemodialysis patients: a four-group clinical trial. BMC Nursing, 22(1), 1–12.
Hejazi, S. S., Hosseini, M., Ebadi, A., & Alavi Majd, H. (2022). Development and psychometric properties evaluation of caregiver burden questionnaire in family caregivers of hemodialysis patients. BMC Nursing, 21(1), 1–10.
Huang, J., Lin, X., Xiong, D., Huang, K., Luo, X., Lin, Q., Li, M., & Zhang, P. (2023). Impact of the teach-back method on caregiver outcomes using the “Timing it Right” framework for hemodialysis patients. Frontiers in Public Health, 11(June), 1–7.
Puspitasari, M., Afiatin, Oktaria, V., Wardhani, Y., & Wijaya, W. (2024). Five-year survival analysis and predictors of mortality of adult hemodialysis patients in Indonesia: a nationwide database analysis. International Urology and Nephrology, 56(11), 3657–3664.
Rajhi, F. A., Koura, H., & Hussein, G. (2024). Ethics sensitivity among dialysis nurses in Jazan region: A descriptive cross-sectional study. Journal of Family Medicine and Primary Care, 13(1), 93-100.
Rezkiki, F., & Fardilah, V. N. (2019). Deskripsi pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap. Real in Nursing Journal, 2(3), 126-136.
Rismawan, I., & Renaningtyas, N. (2023). Peluang Efisiensi Layanan Hemodialisa Di Rumah Sakit Tipe C Dengan Sistem Pembayaran Jkn: Systematic Literature Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 4477–4492.
Rokhan, M. N., Arya, K., Anataya, I., Naufaldy, A. N., Achmadi, R. A., Azizah, C. Y. N., ... & Sundari, S. (2025, May). Optimalisasi Kesehatan Masyarakat Melalui Kegiatan Terintegrasi dan Edukasi Kesehatan Terpadu. In Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat (Vol. 8, No. 1).
Simbolon, C. N. N. B., Nuraini, T., Allenidekania, A., & Gayatri, D. (2025). Psikoedukasi Merupakan Strategi Efektif dalam Mendukung Caregiver Pasien Kronis. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 16(2), 594-599.
Suhaemi, M. E. (2019). Etika Keperawatan: Aplikasi pada Praktik. 1–67.
Sukendar, Santoso, A. P. A., Rifai, A., Wahab, S., & Fawzi’ah, N. I. (2021). Juridical Review of Nurse ’ s Legal Responsibility for Patient Safety in Self Nursing Practice. Jurnal Ilmu Hukum, 08(02), 167–175.
Surani, V., Hardika, B. D., & Pranata, L. (2023). Hubungan Lama Merawat dan Tingkat Pendidikan dengan Beban Keluarga Seabagi Caregiver dalam Merawat Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2).
Suryati, S., Judijanto, L., Apriyanto, A., Zulkarnaini, Z., Suyami, S., Ifadah, E., & Sulistiany, E. (2024). Etika Keperawatan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Urlings, J., Sezer, S., ter Laan, M., Bartels, R., Maal, T., Boogaarts, J., & Henssen, D. (2022). The role and effectiveness of augmented reality in patient education: A systematic review of the literature. Patient Education and Counseling, 105(7), 1917–1927.
Wei, W., Gao, J., Luo, X., Gong, X., & Dong, L. (2025). A scoping review of augmented reality in nursing. BMC Nursing, 24(1105).
Zare-Kaseb, A., Zeydi, A. E., Bakhtiari-Dovvombaygi, H., & Nazari, A. M. (2024). Effects of education based on teach-back methods on self‑care and quality of life of the patients with heart failure: a systematic review. BMC Cardiovascular Disorders, 24(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cindy Amalia Sari, Fitri Arofiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







