Pemberian terapi kombinasi range of motion (ROM) dengan rangsang taktil dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien CVA
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i7.1825
Cerebrovascular Accident Rangsang Taktil Terapi Range of Motion (ROM)
Abstract
Background: Stroke is a neurological disorder that can cause muscle weakness, decreased sensory function, and impaired physical mobility. Range of Motion (ROM) therapy and tactile stimulation are forms of non-pharmacological therapy that can help improve motor and sensory function in post-stroke patients.
Purpose: To determine the effect of ROM therapy and tactile stimulation on improving motor and sensory abilities in post-stroke patients, focusing on changes in joint range of motion (ROM) and increased tactile sensation response after one week of intervention.
Method: This case study was conducted on one patient diagnosed with impaired physical mobility due to a Cerebrovascular Accident (CVA). The intervention, consisting of ROM therapy and tactile stimulation, was administered for one week, with progress measured using a joint range of motion (ROM) assessment sheet and tactile sensation scoring.
Results: The patient's initial ROM score was 24 and tactile sensation was 5, indicating limited movement and decreased sensation. After one week of intervention, the ROM score increased to 28 and tactile sensation to 7, indicating improved muscle strength and tactile recognition.
Conclusion: The application of ROM therapy and tactile stimulation has been proven effective in increasing muscle strength and sensory function in stroke patients, thus helping to improve physical mobility and support the restoration of independence in functional activities.
Keywords: Cerebrovascular Accident; Range of Motion (ROM) Therapy; Tactile stimulation.
Pendahuluan: Stroke merupakan gangguan neurologis yang dapat menyebabkan kelemahan otot, penurunan fungsi sensorik, serta gangguan mobilitas fisik. Terapi Range of Motion (ROM) dan rangsang taktil merupakan bentuk terapi non-farmakologis yang dapat membantu meningkatkan fungsi motorik dan sensorik pada pasien pasca stroke.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi ROM dan rangsang taktil terhadap peningkatan kemampuan motorik dan sensorik pada pasien pasca stroke dengan memfokuskan pada perubahan rentang gerak sendi (ROM) serta peningkatan respon sensasi sentuhan setelah dilakukan intervensi selama satu minggu.
Metode: Studi kasus ini dilakukan pada satu pasien dengan diagnosa gangguan mobilitas fisik akibat Cerebrovascular Accident (CVA). Intervensi berupa terapi ROM dan rangsang taktil diberikan selama 1 minggu, dengan pengukuran perkembangan menggunakan lembar penilaian rentang gerak sendi (ROM) dan skoring sensasi taktil.
Hasil: Skor ROM pada awal pengukuran pasien sebesar 24 dan sensasi taktil 5, hal ini menunjukkan keterbatasan gerak dan penurunan sensasi. Setelah dilakukan intervensi selama satu minggu, skor ROM meningkat menjadi 28 dan sensasi taktil menjadi 7 yang menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dan kemampuan mengenali sentuhan.
Simpulan: Penerapan terapi ROM dan rangsang taktil terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan fungsi sensorik pada pasien stroke, sehingga dapat membantu memperbaiki mobilitas fisik dan mendukung pemulihan kemandirian aktivitas fungsional.
Kata Kunci: Cerebrovascular Accident; Rangsang taktil; Terapi Range of Motion (ROM).
Downloads
References
Aprilia, F., & Rahayu, D. (2024). Asuhan Keperawatan pada Pasien Dewasa dengan Stroke Non Hemoragik dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Nursing Care For Adult Patients with Non-Hemorrhagic Stroke with Nursing Problems Physical Mobility Impairment. Jurnal Ilmiah Pemenang -JIP, 6(2), 176–184.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2023). Statistik Indonesia. diakses dari: https://www.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/18018f9896f09f03580a614b/statistik-indonesia-2023.html
Chang, J. C. (2020). Stroke classification: critical role of unusually large von Willebrand factor multimers and tissue factor on clinical phenotypes based on novel “two-path unifying theory” of hemostasis. Clinical and Applied Thrombosis/Hemostasis, 26, 1076029620913634.
Daulay, N. M., & Hidayah, A. (2021). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap Kekuatan Otot dan Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 6(1), 22-26.
Febyani, W. D., Prihananto, D. I., & Risnasari, N. (2025). Gambaran Dukungan Keluarga Terhadap Proses Pemulihan Activities Of Daily Living Pada Lansia Dengan Diagnosa Medis CVA Di Puskesmas Plosoklaten Kabupaten Kediri (Deskriptif). In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, Sains dan Pembelajaran (Vol. 5, No. 1, pp. 295-306).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Diakses dari: https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/Profil-Kesehatan-Indonesia-2021.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018
Munawaroh, R. (2024). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Post Stroke di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Kabupaten Jombang (Doctoral dissertation, ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang).
Paul, A. P., Nayak, K., Sydnor, L. C., Kalantaryardebily, N., Parcetich, K. M., Miner, D. G., Wafford, Q. E., Sullivan, J. E., & Gurari, N. (2024). A scoping review on examination approaches for identifying tactile deficits at the upper extremity in individuals with stroke. Journal of NeuroEngineering and Rehabilitation, 21(1), 1–11.
Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., Hall, A., & Ostendorf, W. R. (2025). Fundamentals of Nursing-E-Book: Fundamentals of Nursing-E-Book. Elsevier health sciences.
Pratama, L. B., Amalia, L., Juli, C., Gamayani, U., & Hermawan, A. N. (2023). Clinical outcome of stroke patients based on the national institutes of health stroke scale (NIHSS) in a tertiary hospital. MNJ (Malang Neurology Journal), 9(1), 17-23.
Sandra, S., Daniati, M., & Harni, S. (2021). Studi Kasus Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Stroke Iskemik Dengan Hemiparesis Setelah Diberikan Stimulasi Sikat Sensori. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 5(1), 8–16.
Setiawan, D., & Barkah, A. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Pasien Pasca Stroke Dalam Melakukan Latihan Fisioterapi di Rs. Sukmul Sisma Medika Jakarta Utara Tahun 2022. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(3), 1707-1715.
Setyawati, V. Y., & Retnaningsih, D. (2024). Penerapan Range Of Motion pada pasien stroke dengan gangguan mobilitas fisik. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 8(1), 18–24.
Suryani, I. (2023). Pengaruh Bridging Exercise Terhadap Keseimbangan Duduk Pasien Stroke. Jurnal Kesehatan Pertiwi, 5(2), 25-31.
Wang, R., Xu, P., Zhou, J., Meng, Y., Men, K., Zhang, J., Lu, W., Xue, J., & Li, X. (2022). Short-term outcomes in patients with lung cancer-associated acute ischemic stroke. Thoracic Cancer, 13(19), 2751–2758.
World Stroke Organization. (2022). Global Stroke Fact Sheet 2022 Purpose : Data sources : World Stroke Organization (WSO). Diakses dari:v https://www.world-stroke.org/assets/downloads/WSO_Global_Stroke_Fact_Sheet.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alfiatus Syamsiyah, Chairul Huda Al Husna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







