Hubungan subjective well being dengan perilaku pencegahan komplikasi diabetes mellitus berbasis teori health belief model

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i6.1777

Authors

  • Eka Agustina Prianti STIKes Rajekwesi Bojonegoro
  • Dwi Agung Susanti STIKes Rajekwesi Bojonegoro
  • Ahmad Maftukhin STIKes Rajekwesi Bojonegoro
  • Siti Patonah STIKes Rajekwesi Bojonegoro

Diabetes Mellitus Perilaku Subjective Well-Being

Abstract

Background: Diabetes Mellitus is a metabolic disorder characterized by elevated blood sugar levels. Patients with diabetes are required to change their lifestyle to prevent complications. This makes them vulnerable to depression and have low subjective well-being. The Health Belief Model (HBM) theory is used to predict health behaviors based on an individual's perception of a disease.

Purpose: To analyze the relationship between subjective well-being and behaviors to prevent complications of diabetes mellitus based on the health belief model theory.

Method: This quantitative research used a correlational analytic design using a cross-sectional approach and purposive sampling design, meeting the inclusion criteria for 74 respondents. The instrument used a questionnaire and was analyzed using the Spearman rank test with a significance level of α ≤ 0.05.

Results: This study showed that 74 respondents, with the majority (67 respondents (90.5%) having high subjective well-being and 59 respondents having good complication prevention behaviors. The Spearman rank test results showed a relationship between subjective well-being and behaviors preventing complications of diabetes mellitus based on the health belief model theory with a p-value of 0.005 < α = 0.05.

Conclusion: Subjective well-being shows a relationship with behaviors preventing complications of diabetes mellitus. The HBM theory clarifies that healthy behavior is determined by an individual's acceptance and perception of the disease.

 

Keywords: Behavior; Diabetes Mellitus; Subjective Well-Being.

 

Pendahuluan: Diabetes Mellitus adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatknya kadar gula dalam tubuh. Pasien DM dituntut merubah pola hidupnya untuk mencegah komplikasi. Hal ini menyebabkan pasien DM rentan depresi dan memiliki subjective well being yang rendah. Teori Health Belief Model (HBM) digunakan untuk memprediksi perilaku kesehatan pada persepsi individu  terhadap  suatu  penyakit.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara subjective well being dengan perilaku pencegahan komplikasi diabetes mellitus berbasis teori health belief model.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi menggunakan pendekatan cross sectional dan rancangan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 74 responden. Instrumen menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji spearman rank dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05.

Hasil: Penelitian ini menunjukkan 74 responden yaitu sebagian besar 67 responden (90.5%) memiliki subjective well being tinggi dan 59 responden memiliki perilaku pencegahan komplikasi baik. Hasil uji spearman rank ada Hubungan subjective well being dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus berbasis teori health belief model dengan nilai p value =0.005 < α = 0.05.

Simpulan: Subjective well being menunjukkan adanya hubungan dengan perilaku pencegahan komplikasi diabetes mellitus, teori HBM memperjelas perilaku sehat ditentukan oleh penerimaan dan persepsi individu tentang penyakit.

                                                 

Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Perilaku; Subjective Well-Being.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bidjuni, H. (2019). Hubungan religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada pasien diabetes melitus di klinik husada kimia farma sario manado. Jurnal Keperawatan.

Darmawan, D. (2022). The Relationship between Work-Life Balance and Perceived Organizational Support to Employees Psychological Well-Being of Employees in Modern Work Environments. Journal of Social Science Studies, 2(1), 73-80.

Eliza, E., Telisa, I., Meilina, A., & Sumarman, S. (2024). Pengaruh media edukasi gizi tentang indeks glikemik terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 5(2), 427-436.

Gani, R. J. P. R., Rahmah, R., Aliyati, N. N., Tusi, J. S., & Sasmito, P. (2023). Konsumsi gula pasir dan konsumsi serat terhadap kejadian Diabetes Melitus. Holistik Jurnal Kesehatan. 17(2). 246-252

Hukom, G. P., Desi, D., & Agustina, V. (2021). Subjective Well Being Pada Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe II Di Srikandi Wound Care, Kabupaten Semarang. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 6(3), 19–27.

Husna, A., Jafar, N., Hidayanti, H., Dachlan, D. M., & Salam, A. (2022). Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Gula Darah Pasien Dm Tipe Ii Di Puskesmas Tamalanrea Makassar the Correlation of Compliance of Medication Consumption With Blood Glucose in Type Ii Dm Patients in the Tamalanrea Public Health Center Makassar. TGMI : The Journal of Indonesian Community Nutrition, 11(1), 20–26.

Indah, P. (2022). Hubungan Subjective Well-Being Dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Madurejo. Keperawatan, 8.5.2017, 2003–2005.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hidup sehat dan deteksi dini bantu kontrol gula darah. diakses dari: https://kemkes.go.id/id/%20pola-hidup-sehat-dan-deteksi-dini-bantu-kontrol-gula-darah-pada-penderita-diabetes

Purwito, S., Nurtjahjanti, H., & Ariati, J. (2012). Hubungan antara subjective well-being dan organizational citizenship behavior pada petugas customer service di Plasa Telkom regional division IV. Jurnal Psikologi Undip, 11(2).

Putra, A. Y., & Aulia, P. (2019). Subjective Well-Being Dan Kecerdasan Emosi Wanita Single Parent Minangkabau. Jurnal Universitas Negeri Padang,[Edisi Khusus], 1(11).

Rahmawati, I., Dwiana, D., & Ratiyun, R. S. (2020). Hubungan Diabetes Melitus (DM) dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK) pada Pasien yang Berobat di Poli Jantung: Ida Rahmawati. Jurnal Kesehatan Dr. Soebandi, 8(1), 56-62.

Sari, I. P. (2022). Hubungan Subjective Well-Being dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Madurejo (Doctoral dissertation, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN).

Tristiana, R. D. (2016). Psychological Well Being In Type 2 Diabetes Mellitus Patients In Mulyorejo Public Health Center Surabaya. Jurnal NERS, 11(2), 147.

Utama, R. D., Indasah, I., & Layla, S. F. N. (2021). The Effect of Diabetes Self-Management Education (DSME) on Improving Self-Management and Quality of Life in Millitus Type 2 Diabetes. Journal for Quality in Public Health, 4(2), 31-37.

World Heatlh Organization. (2023). Diabetes. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

Downloads

Published

2025-11-29