Hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i6.1638

Authors

  • Adelia Lisma Dana Kitry Universitas Malahayati
  • Dewi Kusumaningsih Universitas Malahayati
  • Triyoso Triyoso Universitas Malahayati
  • Rahma Elliya Universitas Malahayati

Bullying Perilaku Kekerasan Fisik

Abstract

Background: A victim of bullying is someone who is anxious, easily nervous, constantly feels insecure, shy, quiet, has low self-esteem, has a physical or mental disability, behavioral problems, or a neurological developmental disorder.

Purpose: To determine the relationship between bullying behavior and physically violent behavior in adolescents.

Method: Quantitative research using an analytical survey design and a cross-sectional approach. The study involved 80 respondents, using accidental sampling. Univariate and bivariate data analysis used Fisher's exact test.

Results: The characteristics with the highest percentages were male gender (55 respondents (68.8%) and age 15 years (43 respondents (53.8%). Most respondents stated they were not perpetrators of bullying (51 respondents (63.8%), and engaged in high-moderate violence (55 respondents (68.8%). The p-value was 0.024 (<α 0.05).

Conclusion: There is a relationship between bullying behavior and physical violence at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. Schools need to have clear, transparent, and consistently enforced anti-bullying policies.

 

Keywords: Bullying; Behavior; Physical Violence.

 

Pendahuluan: Seseorang yang menjadi korban bullying adalah seseorang yang pencemas, mudah gugup, selalu merasa tidak aman, pemalu, pendiam, self-esteem rendah, memiliki cacat fisik atau mental, masalah tingkah laku, atau gangguan perkembangan neurologis.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik remaja.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian desain Survei Analitik dan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian sebanyak 80 responden dengan teknik sampling menggunakan accidental sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan fisher exact.

Hasil : Karakteristik dengan persentase terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 55 responden (68.8%) dan usia 15 tahun sebanyak 43 responden (53,8%). Sebagian besar responden menyatakan bukan pelaku bullying sebanyak 51 responden (63,8%) melakukan perilaku kekerasan tinggi-sedang sebanyak 55 responden (68,8%). P-value = 0.024 0.05.

Simpulan : Ada hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik sehingga sekolah perlu memiliki kebijakan anti-bullying yang jelas, transparan, dan ditegakkan secara konsisten.

 

Kata Kunci: Bullying; Perilaku; Kekerasan Fisik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agisyaputri, E., Nadhirah, N., & Saripah, I. (2023). Identifikasi fenomena perilaku bullying pada remaja. Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 3(1), 19-30.

Darmayanti, K. K. H., Kurniawati, F., & Situmorang, D. D. B. (2019). Bullying di sekolah: Pengertian, dampak, pembagian dan cara menanggulanginya. Pedagogia, 17(1), 55-66.

Dinas PPPA Provinsi Lampung. 2024. Laporan Simfoni. diakses dari: https://dinaspppa.lampungprov.go.id/download/laporan-simfoni

Fatimah, U., Rachma, A., Balaqis, T. L., Gaol, R. S. L., Taufik, T. A., & Bara, A. B. (2024). Pentingnya edukasi tentang bullying untuk mencegah kejahatan di sekolah SMP Negeri 29 Medan. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 3(3), 238-243.

Haniny, M. (2023). Hubungan perilaku bullying dengan kemampuan interaksi sosial siswa di MI Raudlatusshibyyan NW Belencong Tahun Ajaran 2022/2023 (Doctoral dissertation, UIN Mataram).

Harahap, E., & Saputri, N. M. I. (2019). Dampak psikologis siswa korban bullying di SMA Negeri 1 Barumun. RISTEKDIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 4(1), 68-75.

Herman, H., Nurshal, D., dan Oktarina, E. (2018). Hubungan Karakteristik Remaja dengan Perilaku Bullying pada Siswa SMP di Kota Padang. Jurnal Keperawatan Soedirman, 12(1).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2023). SIMFONI-PPA. diakses dari: https://kekerasan.kemenpppa.go.id/

Mansir, F. (2021). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mencegah Kekerasan Peserta Didik Di Madrasah. Intiqad: Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam, 13(2), 186–203.

Nugraha, R. A., & Subaidi, S. (2022). kekerasan seksual dalam Perspektif dominasi kuasa. IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies, 3(1), 21-31.

Robihan, A. (2018). Anti Kekerasan di Sekolah Melalui Internalisasi Prinsip Aswaja Annahdliyah. Jurnal Al Qalam, 19(2), 42.

Rohmani, A. H., & Aini, N. (2024). The Impact of Bullying on Children’s Education and Mental Health at UPT SDN 325 Gresik. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 174-193.

Setiawan, H., Keliat, B. A., & Susanti, Y. (2017). Asuhan Keperawatan Ners Dan Ners Spesialis Dengan Pendekatan Interpersonal Peplau Dan Caring Swanson Pada Klien Perilaku Kekerasan Di Ruang Akut Rumah Sakit Jiwa. Jurnal Kesehatan, 6(1), 40-49.

Soeli, Y. M., Djunaid, R., Rizky, A., & Rahman, D. (2019). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian perilaku kekerasan pada remaja. Jambura Nursing Journal, 1(2), 85-95.

Surilena, S. (2016). Perilaku Bullying (Perundungan) pada Anak dan Remaja. Cermin Dunia Kedokteran, 43(1), 35-38.

Tombokan, M., & Laubo, N. (2023). Pencegahan Dan Penanganan Pasien Gangguan Jiwa Dengan Perilaku Kekerasan Di Masyarakat. Bekasi: Penerbit NEM.

World Health Organization. (2024). Perilaku Bullying Di Dunia. diakses dari: https://www.who.int/europe/news/item/27-03-2024-one-in-six-school-aged-children-experiences-cyberbullying--finds-new-who-europe-study

Downloads

Published

2025-11-26