Hubungan konsumsi protein harian dan status gizi dengan kejadian karies gigi molar pertama bawah permanen pada siswa sekolah dasar
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i5.1607
Anak Sekolah Asupan Protein Gigi Molar Permanen Karles Gigi Status gizi
Abstract
Background: Dental caries is a common oral health problem in school-aged children, particularly in the lower permanent first molars, which are susceptible to decay. Daily protein intake is thought to play a crucial role in dental health because protein contributes to the formation of hard dental tissue and saliva acts as a natural defense against caries.
Purpose: To analyze the relationship between daily protein consumption and nutritional status and the incidence of caries in the lower permanent first molars in elementary school students.
Method: A cross-sectional study design was used, involving 150 fourth- and fifth-grade students selected using total sampling. Nutritional status was determined based on Body Mass Index for Age (BMI/A). Caries examinations were performed clinically by dental health professionals. Data were analyzed bivariately using the Chi-Square test.
Results: 67.6% of children with insufficient daily protein intake experienced caries, compared with 36.8% in the adequate intake group (p = 0.001; OR = 3.57). Meanwhile, 62.5% of children with abnormal nutritional status experienced caries compared to 50% of children with normal nutrition, but this relationship was not statistically significant (p = 0.24; OR = 1.67).
Conclusion: There is a significant association between daily protein consumption and the incidence of caries in the lower first permanent molars.
Keywords: Dental Caries; Nutritional Status; Permanent Molars; Protein Intake; School Children.
Pendahuluan: Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang umum pada anak usia sekolah, khususnya pada gigi molar pertama bawah permanen yang rentan mengalami kerusakan. Asupan protein harian diduga berperan penting dalam kesehatan gigi karena protein berkontribusi pada pembentukan jaringan keras gigi dan fungsi saliva sebagai pertahanan alami terhadap karies.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara konsumsi protein harian dan status gizi dengan kejadian karies gigi molar pertama bawah permanen pada siswa sekolah dasar.
Metode: Desain penelitian cross-sectional dengan sampel 150 siswa kelas 4 dan 5 yang dipilih secara total sampling. Status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh per umur (IMT/U). Pemeriksaan karies dilakukan secara klinis oleh tenaga kesehatan gigi. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Sebanyak 67.6% anak dengan asupan protein harian kurang mengalami karies, dibandingkan dengan 36.8% pada kelompok asupan cukup (p = 0.001; OR = 3.57). Sementara itu, 62.5% anak dengan status gizi tidak normal mengalami karies dibandingkan 50% anak dengan gizi normal, namun hubungan ini tidak signifikan secara statistik (p = 0.24; OR = 1.67).
Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara konsumsi protein harian dengan kejadian karies gigi molar pertama bawah permanen.
Kata Kunci: Anak Sekolah; Asupan Protein; Gigi Molar Permanen; Karies gigi; Status gizi.
Downloads
References
Adethia, P. S. (2021). Hubungan Perilaku Konsumsi Minuman Bersoda Terhadap Terjadinya Karies (Doctoral Dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
Al-Maweri, S. A., Tarakji, B., Al-Soneidar, W., & Halboub, E. (2014). Malnutrition and dental caries: A review. International Journal of Dentistry, 2014, 437437.
Fejerskov, O., Nyvad, B., & Kidd, E. (2015). Dental caries: the disease and its clinical management. John Wiley & Sons.
Hasanah, S. (2022). Hubungan Mengkonsumsi Makanan Manis Dengan Status Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah Dasar. repository.poltekkes-medan.
Johansson, I., Klingberg, G., & Bäckman, B. (2012). Nutritional influences on enamel hypomineralization: A review. International Journal of Paediatric Dentistry, 22(1), 2–10.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan RI. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018
Listrianah, L., Zainur, R. A., & Hisata, L. S. (2018). Gambaran karies gigi molar pertama permanen pada siswa–siswi Sekolah Dasar Negeri 13 Palembang Tahun 2018. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang), 13(2), 136-149.
Normansyah, T. A., Setyorini, D., Budirahardjo, R., Prihatiningrum, B., & Dwiatmoko, S. (2022). Indeks karies dan asupan gizi pada anak stunting caries index and nutritional intake of stunted children. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 34(3), 266-273.
Noveria, L., Pratiwi, D., & Handayani, D. (2020). Protein intake and dental health in children: A review. Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics, 7(2), 101–110.
Paelongan, Y., As’ad, S., & Safitri, A. (2022). Terapi nutrisi pada karsinoma lidah dengan malignancy residif dan severe protein energy malnutrition. IJCNP (INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN), 5(2), 141-163.
Rohmawati, N. (2016). Karies Gigi dan Status Gizi Anak:(Dental Caries and Nutritional Status of Children: An evidence-based review). STOMATOGNATIC-Jurnal Kedokteran Gigi, 13(1), 32-36.
Sheiham, A., & Watt, R. G. (2017). The role of saliva in oral health and caries prevention. Caries Research, 51(3), 226–233.
Silveira, B. F., Almeida, R. A., & Oliveira, A. M. (2023). Proteomic differences in saliva between children with and without dental caries. Journal of Proteomics, 256, 104584.
Wang, X., Li, Y., & Zhang, W. (2020). Salivary proteins and their protective role against dental caries. Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, 10, 597.
Wong, F. S., Lee, J. Y., & Tan, W. C. (2019). Dental caries in the first permanent molars of children: Prevalence and risk factors. International Journal of Paediatric Dentistry, 29(6), 674–681.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sutrio Sutrio, Antun Rahmadi, RR. Ratnasari Dyah Purnomowati, Dewi Sri Sumardilah, Roza Mulyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







