Hubungan pengetahuan orang tua dengan penanganan luka bakar pada anak

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v6i1.1569

Authors

  • Rostika Januar Universitas Malahayati

Luka bakar Orang Tua Pengetahuan Pengobatan

Abstract

Background: Burns are one of the most difficult accidents to avoid in children due to their inability to face challenges and determine whether something is dangerous or not. This makes children highly vulnerable to accidents and injuries. Understanding how to treat burns in children quickly and appropriately is crucial for both the sufferer and their family. Parents are the primary support system for direct health care for children.

Purpose: To determine the relationship between parental knowledge and burn treatment in children.

Method: The study design was cross-sectional, with a population consisting of all mothers with children under 5 years of age, resulting in a total of 391 respondents in Hajimena village. The sample was calculated using the Slovin formula, resulting in a sample of 198 respondents using a purposive sampling technique. The measurement tool used was a questionnaire. Data analysis was performed using the chi-square statistical test.

Results: The frequency distribution of knowledge showed that the majority of patients (52%) had good knowledge, and the frequency distribution of treatment indicated that the majority of patients (79.3%) had adequate knowledge out of the 198 respondents. The chi-square test results showed a p-value of 0.030 ≤ 0.05.

Conclusion: There is a relationship between parental knowledge and burn treatment in children.

 

Keywords: Knowledge, Parents, Treatment, Burns.

 

Pendahuluan: Luka bakar merupakan salah satu kecelakaan yang sulit dihindari oleh anak-anak karena ketidakmampuan mereka untuk menghadapi tantangan dan menentukan apakah sesuatu itu berbahaya atau tidak. Hal ini membuat anak-anak sangat rentan terhadap kecelakaan atau cedera. Memahami cara mengobati luka bakar pada anak dengan cepat dan tepat sangat penting bagi penderita dan keluarganya. Orang tua merupakan sistem pendukung utama untuk perawatan kesehatan langsung bagi anak-anak.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dan pengobatan luka bakar pada anak.

Metode: Desain penelitian Cross-sectional dengan populasi yang terdiri dari seluruh ibu dengan anak di bawah usia 5 tahun, sehingga ditemukan sebanyak 391 orang di desa Hajimena. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin menghasilkan sampel sebanyak 198 responden menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square.

Hasil: Distribusi frekuensi pengetahuan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (52%) memiliki pengetahuan yang baik dan distribusi frekuensi pengobatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (79,3%) memiliki pengetahuan yang cukup dari 198 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p 0.030 ≤ 0.05.

Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan orang tua dan pengobatan luka bakar pada anak.

 

Kata Kunci: Luka bakar; Orang Tua; Pengetahuan; Pengobatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adelia, G., & Kusnanto, K. (2024). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Di Wilayah Agus Salim. Jurnal Medika Malahayati, 8(2), 476-481.

Allomedika. (2022). Epidemiologi luka bakar pada anak. Diakses dari: https://www.alomedika.com/penyakit/kesehatan-anak/luka-bakar-pada-anak/epidemiologi

Anggorowarsito, J. L. (2014). Luka bakar sudut pandang dermatologi. Jurnal Widya Medika, 2(2), 115-120.

Apriyani, A. (2023). Pertolongan pertama pada luka bakar. Khidmah, 5(2), 177-184.

Ardiana, A. (2022). Hubungan pengetahuan orang tua dengan perilaku penanganan pertama luka bakar pada anak di Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo (Direktorat Dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/1323

Basri, M., Irwan, R. A., Ardi, M., Nasrullah, N., & Sain, I. (2022). Studi literatur pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama pada luka bakar. Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, 13(2), 237-244.

Donsu, J. D. T. (2017). Psikologi keperawatan: Aspek-aspek psikologi, konsep dasar psikologi, teori perilaku manusia. Bandung: Pustaka Baru Press.

Jihan, N. I. (2022). Gambaran tingkat pengetahuan penanganan pertama luka bakar pada masyarakat Kelurahan Sidotopo Wetan RW06 Surabaya (Direktorat Dissertation, STIKES Hang Tuah Surabaya).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/555/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Luka bakar. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/1701156228656595849db438.81927217.pdf

Mendrofa, P. J., Gaol, R. L., & Ginting, N. (2024). Gambaran pengetahuan ibu tentang pertolongan pertama luka bakar di Klinik Romana Tanjung Anom tahun 2024. NAJ: Nursing Applied Journal, 2(4), 159-166.

Nadya, R. (2024). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama luka bakar terhadap tingkat pengetahuan pada masyarakat di kelurahan teluk tiram banjarmasin 2024 (doctoral dissertation, stikes suaka insan).

Nur, A. (2022). Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Pertolongan Pertama Luka Bakar Grade Ii Di Kelurahan Sei Sikambing B. In Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiswa (Vol. 3, pp. 28-40).

Nurhayati, N., Nadia, P., Meilina, R., Astryna, S. Y., & Rahmi, N. (2024). Uji Aktivitas Salep Ekstrak Etanol Daun Balakacida (Chomolaena Odorata) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Mencit Putih (Mus Musculus). Journal Of Healthcare Technology And Medicine, 10(1).

Pertiwi, K. K., Hendriyani, I., & Dewanti, I. P. (2021, August). Potensi Daun Sembukan (Paederia foetida L.) Sebagai Agen Terapi Luka Bakar Derajat II. In Prosiding Seminar Hasil Penelitian 2020.

Saputra, D. (2023). Tinjauan Komprehensif tentang Luka Bakar: Klasifikasi, Komplikasi dan Penanganan. Scientific Journal, 2(5), 197-208.

Sari, E. L. (2022). Pengaruh edukasi roleplay learning terhadap keterampilan pertolongan pertama luka bakar pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Selokaton (Tesis, Universitas Kusuma Husada Surakarta).

Siregar, N., Purba, W. S., & Handayani, A. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang penanganan pertama luka bakar di Kabupaten Simalungun. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 1(2), 85-91.

Wijaya, G. A., Adnyana, I. M. S., & Subawa, I. W. (2019). Gambaran tingkat pengetahuan pedagang gorengan tentang pencegahan dan penanganan pertama luka bakar di denpasar tahun 2017. Jurnal Medika Udayana, 8(9), 1-5.

Wood, F. M., Phillips, M., Jovic, T., Cassidy, J. T., Cameron, P., Edgar, D. W., & Steering Committee of the Burn Registry of Australia and New Zealand (BRANZ). (2016). Water first aid is beneficial in humans post-burn: evidence from a bi-national cohort study. PloS one, 11(1), e0147259.

World Health Organization. (2023). Burns. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/burns

Downloads

Published

2025-12-31