Hubungan status sosial ekonomi dan kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan potensi kejadian diare
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i7.1562
Air Isi Ulang Diare Status Sosial Ekonomi
Abstract
Background: The prevalence of diarrhea at the Gedong Air Community Health Center (Puskesmas) was recorded at over 400 cases reported between 2023 and 2025. This high number of cases indicates the still low quality of sanitation and access to clean water in the area. Purpose: To determine the relationship between socioeconomic status and refillable water consumption habits with the potential for diarrhea. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population in this study was residents residing in the Gedong Air Community Health Center's work area, with 200 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Results: The analysis showed a significant relationship between socioeconomic status and the potential for diarrhea (p = 0.004 < 0.05). However, there was no significant relationship between refillable water consumption habits and diarrhea (p = 0.363 > 0.05). Conclusion: These findings indicate that socioeconomic factors remain a significant determinant of the incidence of environmentally-based diseases such as diarrhea and require attention in prevention and public health promotion efforts. Keywords: Diarrhea; Refill Water; Socioeconomic Status.
Pendahuluan: Prevalensi kejadian diare di Puskesmas Gedong Air tercatat lebih dari 400 kasus yang dilaporkan sejak tahun 2023-2025. Tingginya jumlah kasus tersebut menunjukkan masih rendahnya kualitas sanitasi dan akses terhadap air bersih yang layak di wilayah tersebut.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan potensi kejadian diare.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gedong Air dengan jumlah responden sebanyak 200 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan potensi kejadian diare (p = 0.004 < 0.05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan kejadian diare (p = 0.363 > 0.05).
Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi masih menjadi determinan penting dalam kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan promosi kesehatan masyarakat.
Kata Kunci: Air Isi Ulang; Diare; Status Sosial Ekonomi.
Downloads
References
Aziza, N., & Rukamana, N. M. (2023). Hubungan Faktor Lingkungan dan Sosiodemografi dengan Kejadian Penyakit Diare pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI), 4(2).
Benvenuto, F. (2024). Relationship Between Exclusive Breastfeeding History , Nutritional Status , Socio-Economic Status, And Mother ’ S Level Of Knowledge In Relation To Toddler Diarrhea Incidence. In Cakranegara Community Health Center. 13(05), 2–4.
Daulay, A. F., Rienny, A., Pertiwi, A. H., Harahap, C. S., Fitri, D., Rizqina, F. A., & Zubaidi, L. (2021). Penyuluhan Sanitasi dan Cara Hidup Sehat di Kawasan Pesisir Kelurahan Nelayan Indah Medan Labuhan Sumatera Utara.
Fait, T., & Septiana, A. (2021). Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 736/Menkes/Per/Vi/2010 Tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum (Studi pada pengawasan kualitas depot air minum isi ulang di Kecamatan Kolaka). Jambura Journal of Administration and Public Service, 1(2), 24–34.
Fajriah, S., Haniarti, H., Umar, F., & Sari, R. W. (2024). Karakterisasi Bakteriologis Dalam Air Minum Isi Ulang dan Air Minum Dalam Kemasan. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 24(2), 211-220.
Farisni, T. N., Syahputri, V. N., & Reynaldi, F. (2021). Determinan diare pada masyarakat di Gampong Cot Kabupaten Nagan Raya. In Prosiding Forum Ilmiah Berkala Kesehatan Masyarakat (pp. 16-21).
Fauzi, L. H. N., Martini, M., Udijono, A., & Hestiningsih, R. (2023). Hubungan penerapan sanitasi total berbasis masyarakat dengan kejadian diare anak balita di wilayah kerja Puskesmas Sumbang I. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 3(4), 192-203.
Fauzi, Y., & Sari, F. M. (2020). Analisis Determinan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 8(2), 108–115. https://doi.org/10.37676/jnph.v8i2.1206
Febrianti, A. (2019). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi, Pengetahuan Ibu Tentang Lingkungan Sehat Dan Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Puskesmas Pembina Palembang: The Socioeconomic Factors, Knowledge About The Environment And Healthy And Diarrhea As The . Journal of Midwifery and Nursing, 1(3), 18–23.
Fitriani, N., Darmawan, A., & Puspasari, A. (2021). Analisis Faktor Risiko Terjadinya Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Medical Dedication (Medic) : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FKIK UNJA, 4(1), 154–164.
Heryanto, E., Sarwoko, S., & Meliyanti, F. (2022). Faktor risiko kejadian diare pada balita di UPTD Puskesmas Sukaraya Kabupaten Oku Tahun 2021. Indonesian Journal of Health and Medical, 2(1), 10-21.
Ibrahim, I., & Sartika, R. A. D. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Indonesia. Indonesian Journal of Public Health Nutrition, 2(1).
Putri, E. D., Zurfi, A., Setiawati, E., & Lisafitri, Y. (2022). Keterkaitan sistem penyediaan air bersih dan angka penyakit diare di daerah pesisir Kelurahan Kangkung. J Ilmu Lingkung, 20(1), 158-67.
Putri, S. R., & Susanna, D. (2020). Kondisi Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Di Kawasan Pesisir Pantai Desa Sedari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat Tahun 2018. Jurnal Nasional Kesehatan Lingkungan Global, 1(2), 115–121.
Sari, S. M. I. P., Gusti, A., & Djafri, D. (2025). Analisis Multilevel Terhadap Determinan Kejadian Diare Pada Balita di Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 6(2), 138-147.
Setiyono, A. (2019). Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Masyarakat Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 15(2), 49–59.
Silalahi, D. K., & Wulandari, R. A. (2024). Dampak Faktor Lingkungan terhadap Kejadian Diare di Provinsi Sumatera Utara: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 16(4), 204-211.
Suarakota.co. (2024). Maret-April 2024 tercata ada 335 kasus diare di bandar lampung. diakses dari: https://suarakota.co/2024/04/25/maret-april-2024-tercatat-ada-335-kasus-diare-di-bandar-lampung/
Supernova, F. (2022). Hubungan Antara Sosial Ekonomi dan Pendidikan Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita yang Datang Berobat di Puskesmas Maha Prana Lubuk Linggau. Indonesian Journal of Health and Medical, 2(1), 92–98.
Wulandari, P., & Permadani, A. A. (2024). Pengaruh Sanitasi Dasar dan Sosial Ekonomi Terhadap Penyakit Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi. BALABA, 20(2), 65-73.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Frista Dian Handayani, William Arisandi, Rustika Rustika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







