Tingkat pengetahuan lansia terhadap posyandu lansia

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v1i2.154

Authors

  • Lalu Dedy Supriatna Program Studi S.1 Keperawatan STIKES YARSI Mataram
  • Bahjatun Nadrati Program Studi S.1 Keperawatan STIKES YARSI Mataram.
  • Raden Ahmad Dedy Mardani Program Studi S.1 Keperawatan STIKES YARSI Mataram.
  • Zuliardi Zuliardi Program Studi S.1 Keperawatan STIKES YARSI Mataram.
  • Alwi Andi Program Studi S.1 Keperawatan STIKES YARSI Mataram.

Pengetahuan Posyandu Lansia

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah orang yang karena usianya yang lanjut, maka terjadi perubahan dalam tubuh baik perubahan biologis, fisik, kejiwaan, maupun social. Kondisi tersebut akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatannya. Maka dari itu, status kesehatan lansia harus tetap mendapat perhatian khusus melalui pemeliharaan dan peningkatan kondisi kesehatan agar dapat hidup produktif. Lansia sangat membutuhkan perhatian dari keluarga dalam mengikuti posyandu lansia. Keluarga dapat berperan aktif sebagai motivator lansia, ketika selalu meluangkan waktu untuk mendampingi lansia ke posyandu, mengingatkan jadwal posyandu lansia, serta berusaha menyelesaikan setiap permasalahan bersama lansia.  

Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu lansia.

Metode: Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pengetahuan. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh lansia yang pernah melakukan kunjungan posyandu lansia berjumlah 130 lansia, dengan jumlah sampel 98 lansia. Variabel pengetahuan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pengetahuan baik, cukup dan kurang, dikatakan pengetahuan baik apabila nilai total skor persentase kuesioner (P) 75%-100%, cukup bilaman total skor persentase (P) 56%-75%, dan kurang bilamana total skor persentase (P) < 55%. Analisa yang digunakan adalah univariat dengan uji deskriptif statistic.

Hasil: Hasil analisis dari total skor penelitian gambaran pengetahuan lansia termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden  (52%), berpengetahuan baik 37 responden (37,8%) dan paling sedikit berpengetahuan cukup sejumlah 10 responden (37.8%). Didapatkan karakteristik  berdasarkan umur terbanyak adalah 66-70 tahun dengan jumlah 59 responden (60.2%). Jenis kelamin terbanyak adalah wanita dengan jumlah 52 responden (53.1%). Pendidikan terbanyak adalah SD dengan jumlah 24 responden (24.5%). Pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja dengan jumlah 33 responden (33.7%). Jarak rumah terbanyak adalah 0-500 meter dengan jumlah 69 responden (70.4%). Pengetahuan lansia terbanyak adalah kurang dengan jumlah 51 responden (52%).

Simpulan: Gambaran pengetahuan lansia terbanyak adalah termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, H. Z., & SKM, M. (2010). Pengantar Keperawatan Keluarga. EGC.

Andarmoyo, S. (2017). Pembinaan Dan Pelatihan Kader Posyandu Lansia Di Desa Bekiring Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Laporan Akhir Ipteks Bagi Masyarakat (Ibm) Internal Tahun Anggaran 2017/2018.

Arnia, A. (2017). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Samata (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Cahyani, E., Abi Muhlisin, S. K. M., Kep, M., & Kartinah, S. K. (2018). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan Sondakan Purwosari Surakarta (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Gani, G., Wahyuni, T. D., & Susmini, S. (2017). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Lansia Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Dusun Bendungan Wilayah Kerja Puskesmas Wisata Dau Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(3).

Ginting, D., & Brahmana, N. E. B. (2019). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan

Handayani, D. (2012). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Lansia Dalam Mengikuti Posyandu Lansia Di Posyandu Lansia Jetis Desa Krajan Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Gaster, 9(1), 49-58.

Hermawati, I., & Sos, M. (2015). Kajian Tentang Kota Ramah Lanjut Usia. Yogyakarta: Badan Pendidikan Dan Penelitian Kesejahteraan Sosial Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS).

Intarti, W. D., & Khoriah, S. N. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Posyandu Lansia. Jhes (Journal Of Health Studies), 2(1), 110-122.

Kresnawati, I., & Muhlisin, A. (2011). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia (Lanjut Usia) Dalam Mengikuti Kegiatan Di Posyandu Lansia Desa Gonilan Kecamatan Kartasura.

Lestari, S. (2016). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai Dan Penanaman Konflik Dalam Keluarga. Prenada Media.

Maryam, S. (2008). Menengenal Usia Lanjut Dan Perawatannya. Penerbit Salemba.

Michael, T. (2014). Korelasi Teori Love Thy Neighbour Dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Dih: Jurnal Ilmu Hukum, 10(19).

Muhith, A., & Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Penerbit Andi.

Nasution, B. A. (2019). Analisis Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Pintu Langit Kec. Padangsidimpuan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Tahun 2019 (Doctoral Dissertation, Institut Kesehatan Helvetia).

Ningsih, R., & Lestari, W. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Lansiamengunjungi Posyandu Lansia (Doctoral Dissertation, Riau University).

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan.

Nugraheni, H., Wiyatini, T., & Wiradona, I. (2018). Kesehatan Masyarakat Dalam Determinan Sosial Budaya. Deepublish.

Nurhalisa, S. (2020). Membangun Masyarakat Hidup Sehat Melalui Pemberdayaan Posyandu Lansia Di Dusun Tumapel Desa Ketajen Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo (Doctoral Dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).

Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2015. Al-Sihah: The Public Health Science Journal, 9(1).

Pertiwi, H. W. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Frekuensi Kehadiran Lanjut Usia Di Posyandu Lansia. Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto, 4(01).

Prasetya, N. P. A. P., Yanti, N. L. P. E., & Swedarma, K. E. (2019). Gambaran Keaktifan Lansia Mengikuti Posyandu Lansia. Jurnal Ners Widya Husada, 6(3), 103-108.

Rustiana, E., Pundenswari, P., & Nurnafajrin, R. (2020). Membantu Kegiatan Posyandu. Budaya Dan Masyarakat, 1(2), 43-46.

Said, D. H. (2020). Peran Istri Dalam Membangun Ekonomi Keluarga Menurut Perspektif Hukum Islam Di Kecamatan Panyabungan Kota. At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam, (2), 268-290.

Save, M. (2016). Psikologi Keluarga.

Suharmiati, S., Handayani, L., & Kristiana, L. (2012). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Keterjangkauan Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Daerah Terpencil Perbatasan Di Kabupaten Sambas (Studi Kasus Di Puskesmas Sajingan Besar). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15(3), 21346

Syahrim, W. E. P. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Posyandu Lansia (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Umasangaji, M. I. (2016). Partisipasi Masyarakat Pada Program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur. HOLISTIK, Journal Of Social And Culture.

Utomo, A. S. (2019). Status Kesehatan Lansia Berdayaguna. Media Sahabat Cendekia.

Wahjusaputri, S., & Saputra, H. (2018). Penguatan Sistem Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 1, 868-885.

Wahono, H. (2010). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Gantungan Makamhaji (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Wahyuni, I. D., Ainy, A., & Rahmiwati, A. (2016). Analisis Partisipasi Lansia Dalam Kegiatan Pembinaan Kesehatan Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sekar Jaya Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(2).

Willis, S. S. (2016). Konseling Keluarga.

World Health Organization. (2015). World Report On Ageing And Health. World Health Organization.

Yuliati, A., Baroya, N. M., & Ririanty, M. (2014). Perbedaan Kualitas Hidup Lansia Yang Tinggal Di Komunitas Dengan Di Pelayanan Sosial Lanjut Usia (The Different Of Quality Of Life Among The Elderly Who Living At Community And Social Services). Pustaka Kesehatan, 2(1), 87-94.

Downloads

Published

2022-02-06