Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian peningkatan kadar gula darah pada pasien TBC (tuberkulosis)

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i4.1512

Authors

  • Aprina Elsa Universitas Mitra Indonesia
  • Budi Antoro Universitas Mitra Indonesia
  • Nova Nurwinda Sari Universitas Mitra Indonesia

Indeks Massa Tubuh Kadar Gula Darah Lama Pengobatan Usia

Abstract

Background: Tuberculosis (TBC) is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which primarily affects the lungs but can also impact body metabolism, including increasing blood glucose levels. Factors such as age, duration of medication, and nutritional status are suspected to contribute to this condition.

Purpose: To identify the factors associated with increased blood glucose levels in TBC patients at Way Halim Community Health Center, Bandar Lampung, in 2025.

Method: This research employed a quantitative approach with a descriptive analytic design and Chi-Square test analysis, involving 51 respondents.

Results: Data were collected through observation and medical documentation. The results showed that the majority of respondents were over ≥ 45 years old (64.7%), had a medication history of more than ≥2 (66.7%), and experienced elevated blood glucose levels ≥140 mg/dL (46.8%). There were significant associations between age (p=0.003), duration of medication (p=0.007), and body mass index (p=0.032) with increased blood glucose levels in TBC patients.

Conclusion: The study concludes that advanced age, prolonged medication use, and excessive nutritional status are significantly associated with elevated blood glucose levels. Therefore, TBC management should consider metabolic factors to prevent further complications.

 

Keywords: Age; Blood Glucose Levels; Body Mass Index; Treatment Duration; Tuberculosis.

 

Pendahuluan: Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh seperti peningkatan kadar gula darah. Faktor usia, lama minum obat, dan status gizi diduga turut berperan dalam kondisi tersebut.

Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian peningkatan kadar gula darah pada pasien TBC di Puskesmas Way Halim Kota Bandar Lampung tahun 2025.

Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan teknik analisis uji Chi-Square, melibatkan 51 responden dengan data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi medis.

Hasil: Mayoritas responden berusia ≥ 45 tahun (64.7%), memiliki riwayat minum obat  ≥ 2 bulan (66.7%), dan mengalami peningkatan kadar gula darah ≥ 140 mg/dL (46.8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0.003), lama minum obat (p=0.007), dan indeks massa tubuh (p=0.032) dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien TBC.

Simpulan: Faktor usia lanjut, lamanya konsumsi obat, dan status gizi berlebih berhubungan signifikan dengan peningkatan kadar gula darah, sehingga penanganan TBC perlu mempertimbangkan faktor-faktor metabolik untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

 

Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh; Kadar Gula Darah; Lama Pengobatan; Usia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, R. E., Wijayanto, W. P., & Hernanda, R. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga dan Pengetahuan Manajemen Diri dengan Kadar Gula Sewaktu Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah: The Relationship Between Family Support and Self-Management Knowledge with Random Blood Glucose Levels in Diabetes Mellitus Patients at Seputih Raman Public Health Center, Central Lampung Regency. Journal of Nursing Education and Practice, 4(2), 50-60.

Antoro, B., Erwin, T., & Sabtiani, Y. (2021). Deep Breathing Berpengaruh terhadap Tingkat Kelelahan pada Pasien Hemodialisis. Jurnal Keperawatan, 13(2), 499-506.

Aprianie, W., Hidayati, L., Sulam, M., & Yitu, M. B. (2025). Skrining Dan Penyuluhan Pelaksanaan Diet Kadar Gula Darah Pada Lansia Sebagai Upaya Mencegah Diabetes Mellitus. Jurnal Abdi Masyarakat Cendekia, 3(1), 1-7.

Batubara, A. A. (2024). Hubungan Diabetes Mellitus Tipe Ii Dengan Risiko Peningkatan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2022 (Doctoral Dissertation, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara).

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2024). Workshop TBC dan Diabetes Melitus bagi Petugas Rumah Sakit di Provinsi Lampung. Diakses dari: https://www.instagram.com/p/DC1fxRpvpGQ/

Irawan, B. (2020). Tuberculosis Paru (Tb) Pada Penderita Diabetes Millitus Tipe 2 (DMt2):(Studi Case Control Di Wilayah Kerja Puskesmas Patrang, Kabupaten Jember).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2022

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/124

Komariah, K., & Rahayu, S. (2020). Hubungan usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di klinik pratama rawat jalan proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 41-50.

Mar'iyah, K., & Zulkarnain, Z. (2021). Patofisiologi penyakit infeksi tuberkulosis. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 7, No. 1, pp. 88-92).

Omar, S. M., Musa, I. R., Idrees, M. B., & Adam, I. (2021). Prevalence of depression and associated factors among patients with type 2 diabetes mellitus in eastern Sudan. BMC psychiatry, 21(1), 336.

Opelya, N. M. W., Sucipto, A., Damayanti, S., & Fadlilah, S. (2020). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 6(2), 178-187.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2020). Panduan Praktis Tata Laksana Tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: PDPI. Diakses dari: https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2021/06/TBRO_Buku-Juknis-Tuberkulosis-2020-Website.pdf

Qoyyima, D. U., Wuryanto, M. A., Ginandjar, P., & Martini, M. (2020). Gambaran Lama Pengobatan Tuberkulosis Paru Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Diabetes Mellitus Di Tiga Puskesmas Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(4), 458-462.

Rau, M. J., & Huldjannah, N. M. (2021). Analisis risiko kejadian diabetes melitus pada pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu. Jurnal Promotif Preventif, 3(2), 1-13.

Sari, N. N., Patria, A., & Angayani, R. (2020). Peran Perawat dalam Keberhasilan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) pada Pasien TB Paru. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 10(2), 169-176.

Setiawan, R. A. (2019). Hubungan Infeksi Tuberkulosis Paru dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Dewasa. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 10(2), 88–94.

World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: WHO. Diakses dari: https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2023

Yusnitasari, A. S., Thaha, I. L. M., & Syafar, M. (2015). Komorbiditas diabetes mellitus terhadap manifestasi klinik dan kualitas hidup pada penderita tuberkulosis paru. Media Kesehatan Masyarakat. Indonesia, 11(2), 86-91.

Downloads

Published

2025-09-29