Efektifitas terapi progressive muscle relaxation (PMR) dalam menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i7.1497

Authors

  • Muhammad Rafli Universitas Malahayati
  • Umi Romayati Keswara Universitas Malahayati
  • Eka Trismiyana Universitas Malahayati

Asuhan Keperawatan Hipertensi Progressive Muscle Relaxation Terapi Non-farmakologis

Abstract

Background: Hypertension is a chronic disease often referred to as a "silent killer" because it frequently presents no symptoms while having serious health consequences. Non-pharmacological interventions such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) can be used as alternative methods to help reduce blood pressure.

Purpose: To determine the effectiveness of Progressive Muscle Relaxation therapy in lowering blood pressure among families with hypertension.

Method: This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research subjects consisted of two families in Dusun 6, Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran, with members diagnosed with hypertension (blood pressure ≥140/90 mmHg). The intervention consisted of PMR therapy administered for three consecutive days, with each session lasting 15–30 minutes.

Results: A decrease in blood pressure following the PMR therapy. In addition to reduced blood pressure, participants also reported alleviation of symptoms such as headaches and palpitations.

Conclusion: Progressive Muscle Relaxation therapy is effective in helping to lower blood pressure in families with hypertension and can be considered a non-pharmacological nursing intervention.

Keywords: Hypertension; Nursing Care; Non-Pharmacological; Progressive Muscle Relaxation.

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering disebut sebagai "silent killer" karena seringkali tidak menunjukkan gejala namun berdampak serius. Penanganan non-farmakologis seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR) dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi Progressive Muscle Relaxation dalam menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua keluarga di Dusun 6 Kelurahan Sukajaya Lempasing Pesawaran yang memiliki anggota keluarga dengan hipertensi (tekanan darah ≥140/90 mmHg). Intervensi berupa terapi PMR diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15–30 menit setiap sesi.

Hasil: Pengukuran menunjukkan penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi PMR. Selain penurunan tekanan darah, subjek juga melaporkan penurunan gejala seperti sakit kepala dan jantung berdebar.

Simpulan: Terapi Progressive Muscle Relaxation efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis.

Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Hipertensi; Progressive Muscle Relaxation; Terapi Non-farmakologis.

 

 

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alisia, M., & Sari, W. P. (2024). Efektivitas relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah: Tinjauan sistematis. Jurnal Penelitian Kesehatan, 9(2), 75–83.

Citra, A. Y., & Lismayanti, L. (2025). Efektivitas intervensi keperawatan komunitas dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(6), 787-795.

Fitriani, R., & Wahyuni, S. (2020). Efektivitas relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan Holistik, 14(1), 45–52.

Furqan, M., Anisa, R., & Hidayati, N. (2024). Progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi: Studi kuasi eksperimen. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 123–129.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Hipertensi: Penyakit tidak menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. diakses dari: https://upk.kemkes.go.id/new/hari-hipertensi-sedunia-2022

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Hipertensi penyakit paling banyak diidap masyarakat. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/%20hipertensi-penyakit-paling-banyak-diidap-masyarakat

Lenggogeni, D. P., Gusty, R. P., & Erwanto, R. P. (2023). Implementasi Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) Untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah Dan Stres Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. REAL in Nursing Journal, 6(3), 205-212.

Nugroho, A., Sari, D. N., & Putri, P. (2021). Pengaruh progressive muscle relaxation terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(3), 155–162.

Pasaribu, E. S., Siregar, R. A., & Nurhidayah, R. E. (2024). Efektivitas Terapi Progressive Muscle Relaxtion (Pmr) Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Perawat: Systematic Review. Jurnal Penelitian Keperawatan Medik, 7(1), 75-85.

Pratiwi, L. (2023). Pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 12(4), 210–218.

Rosdiana, I., & Cahyati, Y. (2023). Manfaat Terapi SEFT (Spritual Emotional Freedom Technique), PMR (Progressive Muscle Relaxation) dan Aromaterapi dalam Mengatasi Keluhan Fatigue (Keletihan) Pada Pasien Hemodialisis. Deepublish.

Sabar, S., & Lestari, A. (2020). Efektifitas latihan progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 9(1), 1-9.

Sartika, A., Wardi, A., & Sofiani, Y. (2018). Perbedaan efektivitas Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan slow deep breathing exercise (SDBE) terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan Silampari, 2(1), 356-370.

Syahputra, A., Dewi, W. N., & Novayelinda, R. (2019). Studi fenomenologi: kualitas hidup pasien hipertensi setelah menjalani terapi bekam. Jurnal Ners Indonesia, 9(1), 19.

Widyastuti, R., & Nopriani, D. (2024). Terapi relaksasi otot progresif menurunkan tekanan darah dan nyeri pada lansia hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(1), 30–36

Downloads

Published

2025-12-21