Pengaruh faktor risiko yang dapat dan tidak dapat dimodifikasi terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2 tanpa komplikasi

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i5.1420

Authors

  • Ahmad Ansori Universitas Malahayati
  • Torry Duet Irianto Universitas Malahayati
  • Khoidar Amirus Universitas Malahayati
  • Agung Aji Perdana Universitas Malahayati
  • Fitri Eka Sari Universitas Malahayati

Aktivitas Fisik DM tipe 2 Herediter Jenis Kelamin Obesitas Pola Makan Usia

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease with increasing prevalence globally and a major challenge to public health systems.

Purpose: To determine the influence of modifiable risk factors (such as physical activity, diet, and obesity) and non-modifiable risk factors (age, sex, and heredity) on the incidence of uncomplicated T2DM.

Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. A purposive sampling technique was used, and 358 individuals met the inclusion criteria. Data were analyzed using the chi-square test and multivariate analysis using multiple logistic regression.

Results: Most respondents did not experience type 2 diabetes (69.8%), were female (82.4%), were aged ≥41 years (79.6%), had no family history of type 2 diabetes (76.5%), were in the light physical activity group (60.6%), had a good diet (75.7%), and were not obese (73.7%). There was a relationship between age (p-value = 0.006), gender (p-value = 0.049), heredity (p-value = 0.027), physical activity (p-value = 0.000), diet (p-value = 0.000), and obesity (p-value = 0.000) with the occurrence of type 2 diabetes. The results of the multivariate analysis showed that physical activity was the dominant factor that could influence the occurrence of type 2 diabetes (OR = 4.26).

Conclusion: Age, gender, heredity, physical activity, diet, and obesity are risk factors for type 2 diabetes.

 

Keywords: Age; Diet; Gender; Hereditary; Obesity; Physical Activity; Type 2 DM.

 

Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronis yang mengalami peningkatan prevalensi secara global dan menjadi tantangan utama sistem kesehatan masyarakat.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh faktor risiko yang dapat dimodifikasi (seperti aktivitas fisik, pola makan dan  obesitas) serta faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (usia, jenis kelamin, dan herediter) terhadap kejadian DM tipe 2 tanpa komplikasi.

Metode: Penelitian dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan  teknik purposive  sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 358 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda.

Hasil: Sebagian besar responden tidak mengalami DM tipe 2 sebanyak (69,8%), berjenis kelamin perempuan (82,4%), kelompok usia ≥41 tahun (79,6%),  tidak memiliki riwayat keluarga DM tipe 2 (76,5%), kelompok dengan aktivitas fisik ringan (60,6%), memiliki pola makan baik (75,7%), dan tidak mengalami obesitas  (73,7%). Ada hubungan antara usia (p-value=0.006), jenis kelamin (p-value= 0.049), herediter (p-value=0.027), aktivitas fisik (p-value=0.000), pola makan (p-value=0.000) dan obesitas (p-value=0.000) terhadap terjadinya penyakit dm tipe 2. Hasil analisis multivariate aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit dm tipe 2 (OR=4.26).

Simpulan: Usia, jenis kelamin, herediter, aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas merupakan faktor resiko terhadap penyakit dm tipe 2.

 

Kata Kunci : Aktivitas Fisik; DM tipe 2; Herediter; Jenis Kelamin; Obesitas; Pola Makan;  Usia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allorerung, D. L., Sekeon, S. A., & Joseph. (2018). Hubungan antara usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kejadian DM tipe 2. Jurnal Medika Malahayati, 12(1): 70-76

Amalia, L., Mokodompis, Y., & Ismail, G. A. (2022). Hubungan Overweight Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Bulango Utara. Jambura Journal of Epidemiology, 1(1), 11-19.

Arania, R., Triwahyuni, T., Prasetya, T., & Cahyani, S. D. (2021). Hubungan antara pekerjaan dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus di Klinik Mardi Waluyo Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3), 163-169.

Agung, S. Q. M., & Hansen, H. (2022). Studi konsumsi junk food dan soft drink sebagai penyebab terjadinya diabetes melitus tipe 2 pada remaja. Borneo Studies and Research, 3(2), 1774-1782.

Chen, M., Wang, Y., Feng, P., Liang, Y., Liu, Q., Yang, M., & Zheng, Q. (2023). Association Between Age at Type 2 Diabetes Onset and Diabetic Retinopathy: A Double‐Center Retrospective Study. Journal of Diabetes Research, 2023(1), 5919468.

Elwira, L. (2021). Aktivitas fisik rendah sebagai faktor dominan kejadian diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Kesehatan Koloni, 3(1).

Fathurahman, R. & Putri, D., 2020. Aktivitas Fisik sebagai Intervensi Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Komunitas Lansia. Jurnal Formil.

Jannah, E. N., Ismunandar, A., & Maulana, L. H. (2021). Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antidiabetik Oral Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan Peserta BPJS DI RSUD BUMIAYU 2020: Array. Pharmacy Peradaban Journal, 1(2), 20-29.

Jati, R. A., Muchtar, F., & Salsabila, S. (2023). Faktor Risiko Aktivitas Fisik Pada Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kemaraya Kota Kendari Tahun 2023. KOLONI, 2(2), 328-334.

International Diabetes Federation. (2021). In Diabetes Research and Clinical Practice (Vol. 102, Issue 2). Diakses dari: https://doi.org/10.1016/j.diabres.2013.10.013

Komariah, K., & Rahayu, S. (2020). Hubungan usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di klinik pratama rawat jalan proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 41-50.

Lestari, D. T., Cholifah, N., Purnomo, J., Risnawati, H., Aman, S., & Cholid, W. (2022). Pemanfaatan mocaf untuk penatalaksanaan diet yang ramah hipertensi dan diabetes mellitus. Jurnal ABDIMAS Indonesia, 4(2), 104-107.

Listyandini, R., Pertiwi, F. D., Riana, D. P., & Lestari, W. A. (2021). The Dominant factor of metabolic syndrome among office workers. Journal of Health Science and Prevention, 5(1), 40-48.

Nasution, F., Andilala, A., & Siregar, A. A. (2021). Faktor risiko kejadian diabetes mellitus. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 94-102.

Nuryanto, S., Wibowo, T.S., & Maulidah, N. (2020). Hubungan aktivitas fisik dengan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 di populasi dewasa. Medical Journal of Kediri College of Health Sciences (JKK), 4(1), pp.23-29.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma, 46. Diakses dari: https://pbperkeni.or.id/catalog-buku/pedoman-pengelolaan-dan-pencegahan-diabetes-melitus-tipe-2-di-indonesia-2021

Rita, N. (2018). Hubungan Jenis Kelamin, Olah Raga Dan Obesitas Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Pada Lansia. Jik-Jurnal Ilmu Kesehatan, 2 (1), 93–100.

Sholihah, N. H., Ningrum, D. O., Hafidhoh, H., Aini, R. N., Ristiawati, R., & Rahma, A. (2023). Gambaran pola konsumsi energi dan zat gizi makro penyandang diabetes mellitus tipe 2 usia 35–65 tahun. Ghidza Media Jurnal, 4(2), 146-160.

Wulandari, D., Sutomo, A.H., & Wahyudi, A. (2021). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada pasien risiko diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(1), pp.42-48

Zhang, H. J., Feng, J., Zhang, X. T., & Zhang, H. Z. (2024). Age at type 2 diabetes diagnosis and the risk of mortality among US population. Scientific Reports, 14(1), 29155.

Downloads

Published

2025-10-25