Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian demam berdarah dengue

DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i5.1355

Authors

  • Hidayatul Khoisiah Universitas Malahayati
  • Nopi Sani Universitas Malahayati
  • Niputu Sudiadnyani Universitas Malahayati
  • Dessy Hermawan Universitas Malahayati

Chi-square Demam Berdarah Dengue Epidemiologi Jenis Kelamin Usia

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus through the bite of the Aedes aegypti mosquito. DHF remains a public health problem in Indonesia. Several factors, such as age and gender, are suspected to influence DHF incidence.

Purpose: To determine the relationship between age and gender and DHF incidence.

Method: This quantitative analytical study used a cross-sectional approach conducted on 279 respondents. Data analysis was performed using univariate analysis to describe respondent characteristics and bivariate analysis using the Chi-Square test to examine the relationship between variables.

Results: There was a significant relationship between age and DHF incidence (p = 0.013). Furthermore, most DHF cases were found in the 15-45 age group. Gender also showed a significant relationship with DHF incidence (p = 0.02), with males experiencing more DHF than females.

Conclusion: There is a significant relationship between age and gender and DHF incidence.

 

Keywords: Age; Chi-square; Dengue Hemorrhagic Fever; Epidemiology; Gender.

 

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kejadian DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Beberapa faktor seperti usia dan jenis kelamin diduga berpengaruh terhadap kejadian DBD.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian DBD.

Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 279. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antara variabel.

Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian DBD (p=0.013). Selain itu sebagian besar kejadian DBD ditemukan pada kelompok usia 15-45 tahun. Jenis kelamin juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian DBD (p=0.002) dengan laki-laki lebih banyak mengalami DBD dibandingkan perempuan.

Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian DBD.

 

Kata Kunci: Chi-square; Demam Berdarah Dengue; Epidemiologi; Jenis Kelamin; Usia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arisanti, M., & Suryaningtyas, N. H. (2021). Kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia tahun 2010-2019. Spirakel, 13(1), 34-41.

Carvalho, M. S., Honório, N. A., Garcia, L. M., & Barcellos, C. (2019). Dengue transmission and gender: A spatial analysis in Brazilian municipalities. BMC Public Health, 19(1), 107.

Carvalho, M. S., Honório, N. A., Garcia, L. M. T., & Barcellos, C. (2019). Aedes aegypti control in urban areas: Effects of interventions on the dynamics of dengue epidemics. PLoS ONE, 14(7).

Chamnanchanunt, S., Khongphatthanayothin, A., & Tangkanakul, W. (2018). The correlation of age and dengue severity among patients in Thailand. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health, 49(3), 502–508.

Chamnanchanunt, S., Khongphatthanayothin, A., & Tangkanakul, W. (2018). Age and gender differences in dengue infection. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health, 49(4), 684–692.

Ismail, A., Kamarulzaman, A., & Norhayati, M. N. (2020). Gender-based epidemiological analysis of dengue fever in Malaysia: A ten-year retrospective study. Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 10(2), 75–80.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Tahunan 2022 Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit. Diakses dari: https://ppid.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/FINAL_LAKIP-KEMENKES-2023_compressed.pdf

Klein, S. L., & Flanagan, K. L. (2016). Sex differences in immune responses. Nature Reviews Immunology, 16(10), 626-638.

Martina, B. E., Koraka, P., & Osterhaus, A. D. (2009). Dengue virus pathogenesis: an integrated view. Clinical microbiology reviews, 22(4), 564-581.

Prasetya, R., & Lestari, W. D. (2021). Analisis perbedaan kejadian DBD berdasarkan jenis kelamin dan usia di Puskesmas X, Surabaya. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 14(1), 44–51.

Ramesh, V., Kumar, S., & Agarwal, P. (2022). Demographic distribution of dengue fever: A retrospective analysis in a tertiary care hospital in India. Indian Journal of Public Health Research & Development, 13(2), 118–123.

Rifka, F. (2018). Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Derajat Klinis Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Rumah Sakit Umum Daerah Sawahlunto Tahun 2017 (Doctoral Dissertation, Universitas Andalas).

Soleha, M. (2020). Hubungan Faktor Karakteristik Penderita dan Lingkungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di RSUD Palembang Bari Periode Januari 2015-Agustus 2019. Palembang.

Santos, J. R., Dizon, K. R., & Balagtas, B. V. (2017). Age distribution and dengue infection: A hospital-based study in Metro Manila, Philippines. Journal of Tropical Medicine, 22(4), 213–219.

World Health Organization. (2011). Comprehensive Guidelines For Prevention And Control Of Dengue And Dengue Haemorrhagic Fever. India: WHO Regional Office For South-East Asia. Diakses dari: https://catalog.nlm.nih.gov/discovery/fulldisplay?docid=alma9915808413406676&context=L&vid=01NLM_INST:01NLM_INST&lang=en&adaptor=Local%20Search%20Engine&tab=LibraryCatalog&query=creator%2Cequals%2CUnited%20Nations%20Population%20Fund%2CAND&mode=advanced&offset=20

World Health Organization. (2022). Dengue Situation Update Number 450 Update on the dengue situation in the Western Pacific Region Northern Hemisphere. diakses dari: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/380305/Dengue-20250109.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Downloads

Published

2025-10-21