Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i5.1349
Kontak Penderita TB Membuka Jendela Perilaku Merokok Tuberkulosis
Abstract
Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem. Community behavioral factors such as smoking, contact with TB patients, and not opening windows are suspected to contribute to the high incidence of TB. Controlling TB risk factors is one of the Indonesian government's strategies in developing a strategic plan to end TB. Therefore, monitoring risk factors in the community is crucial to inform policymakers in developing prevention programs.
Purpose: To analyze the relationship between TB incidence factors.
Method: This quantitative study used a case-control design. The sampling technique used purposive sampling, resulting in a sample of 120 respondents divided into 60 case groups and 90 control groups. Data analysis used the chi-square test and multiple logistic regression.
Results: There was a significant association between smoking behavior (p=0.000; OR=5.500), contact with TB patients (p=0.000; OR=29.571), and not opening windows (p=0.000; OR=3.754) and TB incidence. Contact behavior with TB patients (p=0.000; OR=24.665) was the most dominant factor influencing tuberculosis incidence.
Conclusion: There is a relationship between smoking behavior, contact with TB patients, and not opening windows and TB incidence.
Keywords: Contact with TB Patients; Opening Windows; Smoking Behavior; Tuberculosis.
Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor perilaku hidup masyarakat seperti merokok, kontak dengan penderita TB, serta tidak membuka jendela rumah diduga berperan dalam tingginya kejadian TB. Salah satu strategis pemerintah Indonesia dalam mengembangkan rencana strategis untuk mengakhiri TB adalah mengendalikan faktor risiko TB, sehingga pemantauan faktor risiko di masyarakat sangat penting untuk memberi informasi kepada para pembuat kebijakan untuk pengembangan program pencegahan.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Faktor kejadian TB.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga sampel diperoleh sebanyak 120 responden yang dibagi menjadi kelompok kasus sebanyak 60 responden dan kelompok kontrol sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda.
Hasil: Ada hubungan signifikan antara perilaku merokok (p=0.000; OR=5.500), kontak dengan penderita TB (p=0.000; OR=29.571), serta tidak membuka jendela (p=0.000; OR=3.754) terhadap kejadian TB. Perilaku Kontak dengan penderita TB dengan nilai (p=0.000; OR=24.665) merupakan faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi kejadian tuberculosis
Simpulan: Ada hubungan perilaku merokok, kontak dengan penderita TB, dan tidak membuka jendela terhadap kejadian TB.
Kata Kunci: Kontak Penderita TB; Membuka Jendela; Perilaku Merokok; Tuberkulosis.
Downloads
References
Aryawati, W., Suharman, S., Herlinda, E., Putra, A. M., & Siregar, F. E. (2023). Pencegahan penularan Tuberkulosis (TB) melalui kegiatan skrining dan edukasi kepada penghuni lembaga permasyarakatan kelas II A Metro. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(5), 2040-2048.
Azzahra, A. A., Farich, A., Amirus, K., Sari, N., & Perdana, A. A. (2024). Hubungan Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Professional Health Journal, 5(2), 654-670.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2023). Profil Kesehatan Tahun 2023. Diakses dari: https://dinkes.lampungprov.go.id/download/profil-kesehatan-tahun-2023/
Ginting, B. R., & Methanoya, N. (2021). Skripsi Pengaruh Faktor Lingkungan Fisik Rumah Dan Kebiasaan Penderita Dengan Kejadian Tuberculosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kecamatan Binjai Timur Tahun 2021.
Irwan, I. (2017). Buku Epidemiologi Penyakit Menular (E. Taufiq, Ed.; Alim, Imam). Absolut Media.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia. Diases dari: https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2021/06/NSP-TB-2020-2024-Ind_Final_-BAHASA.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/1276
Harefa, K., Utama, I., Brahmana, N. E., Wandra, T., Sitorus, M. E. J., Siagian, M. T., & Sinaga, T. R. (2023). Pengaruh Penyuluhan Dengan Metode Ceramah Terhadap Peningkatan Perilaku Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Lotu Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16062-16071.
Makkatul, N. M., Sulistyorini, L., Puspikawati, S. I., & Sari, J. D. E. (2024). Analisis Faktor Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Yang Berhubungan Dengan Kasus Penyakit Tuberkulosis Di Negara Berkembang: Systematic Literature Review. 5(1). Diakses dari: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/25380/18689
Nababan, B., Triasih, R., Chan, G., Dwihardiani, B., Hidayat, A., Dewi, S. C., & du Cros, P. (2024). The yield of active tuberculosis disease and latent tuberculosis infection in tuberculosis household contacts investigated using chest X-ray in Yogyakarta Province, Indonesia. Tropical Medicine and Infectious Disease, 9(2), 34.
Pramono, J. S. (2021). Tinjauan literatur: Faktor risiko peningkatan angka insidensi tuberkulosis. Jurnal Ilmiah Pannmed, 16(1), 106-113.
Profil Bandar Lampung. (2023). Profil Bandar Lampung 2023. Diakses dari: https://perkim.id/profil-pkp/profil-kabupaten-kota/profil-perumahan-dan-kawasan-permukiman-kota-bandar-lampung/
Rangki, L., & Sukmadi, A. (2021). Hubungan Perilaku dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Muna. Health Care: Jurnal Kesehatan, 10(2), 346-352.
Sikumbang, R. H., Eyanoer, P. C., & Siregar, N. P. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Tegal Sari Kecamatan Medan Denai. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 21(1), 32-43.
Suharmanto, S. (2024). Kebiasaan Merokok Berhubungan dengan Kejadian Tb Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(3), 1003-1008.
Sulistiyowati, A. N., Hayati, U., Rumaropen, O., Iyowau, F. D. M., & Korano, R. M. (2025). Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan dan Deteksi Dini TB pada Ibu dan Anak di Puskesmas Siriwini. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, 5(1), 36–49.
World Heatlh Organization. (2024). Global tuberculosis report. Diakses dari: https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024
Zhang, S. X., Wang, J. C., Yang, J., Lv, S., Duan, L., Lu, Y., & Zheng, J. X. (2024). Epidemiological features and temporal trends of the co-infection between HIV and tuberculosis, 1990–2021: findings from the Global Burden of Disease Study 2021. Infectious diseases of poverty, 13(04), 79-94.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ade Sinta Purnama, Torry Duet Irianto, Dina Dwi Nuryani, Samino Samino, Khoidar Amirus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







